Tahan Banting, Begini Kinerja Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan Sucorinvest Stable Fund

Syailendra Pendapatan Tetap Premium unggul untuk periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan sepanjang tahun berjalan. Namun untuk periode setahun terakhir, Sucorinvest Stable Fund lebih unggul
Abdul Malik • 20 Jun 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan cukup hebat pada pekan lalu hingga harus terlempar dari level psikologis 7.000. Dalam perdagangan yang berlangsung dari 13 hingga 17 Juni 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang lebih banyak berakhir di zona merah sebanyak 3 kali, yang akhirnya membawa indeks saham kebanggaan Indonesia ini mengakumulasi penurunan 2,11 persen ke level 6.936,97.

Di sisi lain, sepanjang pekan lalu investor asing terlihat lebih dominan keluar dari pasar saham Tanah Air dengan catatan aksi jual bersih (net sell) yang mencapai Rp2,03 triliun di pasar reguler. Pergerakan IHSG memang senada dengan mayoritas bursa saham global yang menorehkan penurunan berjamaah.

Anjloknya pasar saham sepanjang pekan lalu, turut menekan kinerja mayoritas jenis reksadana, di mana yang berbasis saham mencatatkan kinerja terburuk.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham menjadi yang paling parah dengan anjlok 2,22 persen, disusul oleh indeks reksadana campuran ambrol 1,59 persen. Indeks reksadana pendapatan tetap juga ikut terkoreksi 0,81 persen. Akhirnya hanya indeks reksadana pasar uang yang tumbuh positif pada pekan lalu dengan kenaikan 0,02 persen.

Sumber : Bareksa

Di sisi lain, top 10 produk reksadana yang berhasil mencatatkan imbal hasil (return) mingguan tertinggi pada pekan lalu didominasi oleh reksadana dengan risiko konservatif, di mana reksadana pasar uang sebanyak 5 produk, disusul reksadana pendapatan tetap sebanyak 4 produk, dan reksadana campuran 1 produk.

Dua reksadana pendapatan tetap di posisi teratas yang mampu tahan banting dari gejolak pasar dan mencatatkan cuan tertinggi ialah Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan Sucorinvest Stable Fund dengan imbal hasil masing-masing 0,14 persen sepekan. 

Perbandingan Kinerja

Sama-sama tahan banting, kira-kira bagaimana kinerja dua produk reksadana yang memiliki basis investasi di obligasi korporasi ini? Berdasarkan catatan Bareksa, kinerja Syailendra Pendapatan Tetap Premium, produk reksadana kelolaan PT Syailendra Capital tampak unggul dari sisi imbal hasil dibandingkan Sucorinvest Stable Fund untuk periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan sepanjang tahun berjalan (per 17 Juni 2022). Namun untuk periode setahun terakhir, Sucorinvest Stable Fund produk reksadana yang dikelola PT Sucor Asset Management, lebih unggul.

Tercatat reksadana pendapatan tetap Syailendra Pendapatan Tetap Premium berhasil membukukan cuan 1,67 persen sebulan terakhir, lebih tinggi dari Sucorinvest Stable Fund dengan imbal hasil 0,67 persen. Periode 3 bulan terakhir, imbalan Syailendra Pendapatan Tetap Premium juga lebih tinggi yakni 2,67 persen dibandingkan reksadana pendapatan tetap Sucorinvest Stable Fund 1,57 persen. 

Periode 6 bulan terakhir dan sepanjang tahun berjalan, reksadana pendapatan tetap Syailendra Pendapatan Tetap Premium mencatatkan cuan 4,27 persen dan 4,09 persen, lebih unggul dari reksadana pendapatan tetap Sucorinvest Stable Fund 3,25 persen dan 3 persen. Meski begitu, untuk periode setahun terakhir Sucorinvest Stable Fund unggul dengan imbal hasil 7,33 persen dibandingkan Syailendra Pendapatan Tetap Premium dengan cuan 6,11 persen. 

Sumber : Bareksa

Sepanjang periode 3 tahun terakhir dan 5 tahun terakhir, Syailendra Pendapatan Tetap Premium membukukan cuan 32,01 persen dan 56,05 persen. Adapun Sucorinvest Stable Fund baru diluncurkan pada Februari 2020, sehingga belum memiliki catatan cuan 3 tahun terakhir.Sumber : Bareksa

Dana Kelolaan dan Portofolio

Reksadana pendapatan tetap Sucorinvest Stable Fund juga unggul dari sisi dana kelolaan, yang senilai Rp12,5 triliun per Mei 2022 dengan jumlah unit penyertaan 10,4 miliar unit. Jumlah dana kelolaan itu jauh di atas reksadana pendapatan tetap Syailendra Pendapatan Tetap Premium yang hanya Rp496,9 miliar dan 313 juta unit penyertaan. 

Menurut fund fact sheet per Mei 2022, portofolio investasi reksadana pendapatan tetap Sucorinvest Stable Fund yakni Obligasi BAFI01CN5, Obligasi BCOM01, Obligasi BIIF03CN2, Obligasi IMFI04BCN3, Obligasi INKP01BCN3, Obligasi LPPI01BCN2, Obligasi MDKA03BCN1, Obligasi MFIN04BCN4, deposito PT Bank Negera Indonesia (Persero) Tbk dan deposito PT BPD DKI. 

Adapun portofolio investasi reksadana pendapatan tetap Syailendra Pendapatan Tetap Premium per Mei 2022 yakni BBKP03ASBCN1, BFIN05BCN2, FR0082, FR0091, INKP01BCN3, Link Net Tbk, LPPI01BCN2, MDKA03BCN1, saham Tower Bersama Infrastructure Tbk dan WSKT03BCN1. 

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.