Top 10 Reksadana Paling Cuan Saat IHSG Longsor 3,3 Persen Juni 2022

Pada Juni 2022, indeks reksadana saham menorehkan kinerja terburuk dengan anjlok 5,57 persen
Abdul Malik • 01 Jul 2022
cover

Ilustrasi daftar top 10 reksadana cuan tertinggi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Perdagangan pasar saham Indonesia untuk periode Juni 2022 telah resmi berakhir pada Kamis (30/6/2022). Sayangnya, bulan kemarin bukan menjadi periode yang manis bagi bursa saham Tanah Air, bahkan menjadi kinerja terburuk sepanjang tahun berjalan ini.

Sepanjang Juni 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan cukup tajam tepatnya -3,32 persen dengan berakhir di level 6.911,58. Sebagai informasi, sepanjang Januari 2022 IHSG naik 0,75 persen, Februari melonjak 3,88 persen, Maret melesat 2,66 persen, dan April naik 2,23 persen.

Bahkan, selama koreksi Mei (IHSG -1,11 persen) yang kental dengan adagium bernuansa negatif, "Sell in May and Go Away", penurunan sepanjang Juni tetap menjadi yang terburuk.

Di sisi lain, sepanjang Juni investor asing juga tercatat membukukan aksi jual bersih (net sell) yang terbilang besar senilai Rp7,48 triliun di keseluruhan pasar.

Fluktuasi IHSG sepanjang paruh pertama tahun ini, terutama periode Mei-Juni, tak bisa dilepaskan dari sentimen global, terutama efek kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral negara utama dan dampak lanjutan dari perang di Ukraina. Potensi resesi ekonomi pun--dampak dari aksi agresif kerek bunga acuan--menjadi latar belakang yang menghantui investor saham.

Rezim kenaikan suku bunga, yang dipimpin oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed), sendiri semata-mata diberlakukan demi meredam inflasi yang meroket (khususnya untuk harga pangan dan komoditas), terutama dampak dari macetnya rantai pasok global di tengah perang dan pemulihan pandemi.

The Fed, misalnya, menerapkan kebijakan pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga secara agresif, termasuk quantitative tightening (QT) untuk mengakhiri  kebijakan uang longgar (quantitative easing/QE, suku bunga rendah)

Kinerja Jenis Reksadana Beragam

Kinerja IHSG yang mengalami tekanan pada bulan Juni, secara umum membuat jenis reksadana yang berisiko tinggi mengalami pergerakan serupa, di mana indeks reksadana saham menjadi yang paling parah pada bulan lalu.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan data Bareksa,indeks reksadana saham menorehkan kinerja terburuk dengan anjlok 5,57 persen, disusul indeks reksadana campuran yang juga memiliki penempatan pada saham mengalami penurunan 2,93 persen.

Sementara itu dua reksadana yang cenderung rendah risiko, indeks reksadana pendapatan tetap dan indeks reksadana pasar uang kompak mencatatkan penguatan masing-masing 0,09 persen dan 0,14 persen.

Sementara itu jika dilihat lebih rinci, berikut top 10 produk reksadana di Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi pada bulan lalu.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan tabel tersebut, reksadana pendapatan tetap terlihat mendominasi dengan 7 produk, disusul oleh reksadana campuran 2 produk, dan reksadana saham 1 produk.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Investasi Sekarang

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.