Tips Keuangan Anti Utang Pasca Mudik ala Manulife AM

Simpan dana THR di reksadana pasar uang untuk persiapan Lebaran tahun depan
Hanum Kusuma Dewi • 27 Apr 2022
cover

Ilustrasi pemudik membawa tas koper dan melihat dompet kosong pasca mudik Lebaran. (shutterstock)

Bareksa.com - Setelah pemerintah mengizinkan masyarakat untuk mudik pada periode Idul Fitri tahun ini, timbul euforia, karena merayakan Lebaran di kampung halaman bersama keluarga besar dan bertemu teman masa kecil merupakan momen yang ditunggu-tunggu sebagian masyarakat.  Pengeluaran ekstra untuk momen mudik pun menjadi tak terhindarkan. 

Memang ada Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan, namun jika ada pengeluaran ekstra yang melebihi batas kemampuan dapat membuat kita terjebak dalam lilitan utang pasca mudik. Untuk menghindari jeratan utang pasca mudik, simak tips dari Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) di bawah ini.

Baca juga Siap-siap, Raih Cuan dari Uang Angpao Lebaran 2022 dengan Cara Ini

Silaturahmi tanpa pamer

Ibadah puasa yang dilakukan dengan disiplin selama sebulan penuh seharusnya bisa melatih diri kita dalam mengendalikan hawa nafsu, termasuk naluri untuk pamer. Sejatinya, pulang kampung merupakan ajang silaturahmi yang penuh keakraban dan kehangatan.  

Namun, terkadang sebagian dari kita belum bisa mengendalikan ego yang tinggi; ingin pamer kesuksesan dengan penampilan mentereng dan bagi-bagi angpao dalam jumlah besar.  Akibatnya, tentu saja pengeluaran menjadi bengkak. THR habis dan daftar tagihan utang menjadi panjang.

Hindari pengeluaran berlebih di kampung halaman

Cara efektif untuk menghindari pengeluaran berlebih adalah dengan membuat daftar rencana pengeluaran, mulai dari biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga belanja oleh-oleh. Tanpa membuat rencana yang jelas, pengeluaran kecil-kecil pun dapat terakumulasi menjadi sekumpulan biaya yang besar. Maka, buatlah anggaran mudik. Idealnya anggaran ini dibuat sebelum melakukan pemesanan tiket dan penginapan.  

Namun, jika saat ini Anda sudah selesai melakukan pemesanan, maka kontrol anggaran lainnya, seperti pada pos konsumsi, transportasi, angpao, belanja pakaian dan oleh-oleh. Memang jajan makanan khas daerah, belanja, dan membeli oleh-oleh akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi daerah, namun kita harus tetap menyesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing. 

Berbeda dengan pengguna uang tunai yang akan mengerem pembelanjaannya ketika uang menipis, pengguna kartu kredit harus ekstra hati-hati dalam mengontrol pembelanjaan non-tunai ini. Jangan sampai usai mudik membawa oleh-oleh utang segunung.

Baca juga Jangan Habiskan THR, Peluang 60% Investasi Reksadana Saham Positif Pasca Lebaran

Ingat kebutuhan hidup lainnya

Saat mudik, terkadang kita lupa tentang tanggung jawab lainnya yang masih harus dipenuhi.  Misalnya, 1-2 bulan sesudah Lebaran akan ada beban pengeluaran untuk pendaftaran sekolah anak, perpanjang STNK kendaraan, dan lain-lain. 

Sebaiknya jangan habiskan THR, dan utamanya hindari berutang.  Merayakan Lebaran di kampung halaman dengan penuh kehangatan nan sederhana akan jauh lebih baik daripada perayaan penuh kemewahan sesaat disusul carut-marut keuangan sesudahnya.

Baca juga Bareksa Insight : Rilis Keuangan Emiten Kuartal I Positif, Potensi Cuan Reksadana Ini

Rencanakan keuangan untuk mudik selanjutnya

Bagi sebagian kalangan, mudik ke kampung halaman merupakan momen besar yang membutuhkan dana cukup besar.  Agar mudik tahun berikutnya lebih nyaman, sisihkan sebagian penghasilan bulanan untuk persiapan mudik tahun berikutnya. 

Dengan jangka waktu setahun ke depan, dana yang disisihkan dapat ditempatkan di reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap. Selain likuid, reksadana juga sangat terjangkau (mulai dari Rp10 ribu), aman (diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan), dan menawarkan potensi imbal hasil yang menarik. 

Sebagai gambaran, reksadana pasar uang Manulife Dana Kas II (MDK II) mencatatkan kinerja historis 2,62 persen dalam setahun terakhir hingga 31 Maret 2022.  Pada periode yang sama, reksadana pendapatan tetap Manulife Obligasi Unggulan (MOU) memiliki kinerja 4,65 persen.  

MDK II dan MOU merupakan produk reksadana yang dikelola oleh MAMI, salah satu perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan Rp113,4 triliun per akhir tahun 2021. 

Mudik Lebaran merupakan momen bahagia yang ditunggu-tunggu sebagian masyarakat. Nikmati momen ini dengan penuh kehangatan dan kesederhanaan tanpa beban keuangan di kemudian hari.  Bijak saat mudik, bahagia tak lekang waktu akan bersemayam di hati.

Baca juga Begini Transaksi Reksadana di Bareksa Jelang dan Selama Libur Cuti Bersama Lebaran 2022

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.