Waktunya Cek Keuangan, Sudahkah Gaji dan Belanja Seimbang?

Dengan fitur Invest di aplikasi OVO, kamu bisa membeli reksadana dengan modal Rp10.000
Hanum Kusuma Dewi • 21 Jun 2021
cover

Ilustrasi pengaturan keuangan dengan kalkulator. (shutterstock)

Bareksa.com - Tanggal tua biasanya identik dengan kondisi keuangan yang sudah mulai menipis. Namun, buat kamu yang sudah terbiasa mengatur keuangan, tanggal berapapun tidak akan khawatir kehabisan uang. 

Bagaimana cara mengatur uang dengan bijak? Dalam pengaturan keuangan dasar, yang terpenting adalah menyeimbangkan antara pemasukan atau gaji dengan pengeluaran atau belanja. 

Bila gaji seimbang dengan pengeluaran, itu kondisi yang ideal. Gaji yang lebih kecil daripada belanja membuat kamu harus ngutang. Sementara itu, yang terbaik adalah gaji lebih besar dari pengeluaran, sehingga ada sisa untuk ditabung atau investasi. 

Agar gaji dan pengeluaran ini seimbang, bahkan cukup untuk tabungan dan investasi, ada baiknya kamu mengatur sejak menerima gajian. Porsinya bisa disesuaikan dengan kemampuan kamu, tapi yang sering dipakai adalah prinsip 10-20-30-40. 

Artinya, 10 persen gaji untuk kebaikan atau sosial. Lalu, 20 persen untuk masa depan, yaitu tabungan dan investasi. Kemudian 30 persen untuk cicilan, seperti kredit rumah (KPR) atau kredit mobil. Terakhir, 40 persen untuk kebutuhan rutin seperti makan, transportasi, dan listrik. 

Contoh, kalau gaji kamu Rp10 juta per bulan, berikut jumlah porsi yang bisa kamu bagi. 

Penghasilan bulanan

10.000.000

Pengeluaran rutin

4.000.000

Cicilan

3.000.000

Investasi

2.000.000

Sosial

1.000.000

Kemudian, setelah merencanakan keuangan sesuai porsi tersebut, kamu harus mengalokasikannya di awal menerima gaji. Jadi, begitu gajian, jangan langsung jajan dan beli barang konsumtif yang belum kamu rencanakan. Tetapi sisihkan dulu sesuai dengan rencana yang sudah kamu buat. 

Berkaitan dengan investasi, sekarang sudah ada cara yang mudah karena bisa dilakukan secara online, melalui aplikasi OVO. Dengan fitur Invest di aplikasi OVO, kamu bisa membeli reksadana dengan modal mulai dari Rp10.000 saja. 

Investasi reksadana bisa memberikan keuntungan (imbal hasil) yang bebas pajak dan tanpa biaya administrasi. Menurut data historis, per 18 Juni 2021, reksadana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid bisa mencatat imbal hasil 0,25 persen sebulan, atau sekitar 3 persen setahun. 

Berikut adalah simulasi investasinya kalau kamu bisa menyisihkan Rp2 juta per bulan rutin di reksadana di OVO | Invest. Dalam setahun ke depan, kamu bisa mengumpulkan Rp24,34 juta dari investasi reksadana ditambah imbal hasilnya. 

Hasil investasi ini bisa kamu gunakan untuk kebutuhan kamu di masa mendatang. Selain itu, di OVO | Invest kamu bisa mencairkannya dengan cepat ke OVO Cash, yang bisa digunakan untuk pembayaran dan belanja. 

Yuk, mulai atur keuangan dan investasi di reksadana pasar uang sekarang agar kamu bisa capai apapun tujuan keuangan kamu di masa depan!

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

Disclaimer

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.