Pandemi Sudah Setahun, Bagaimana Keuangan Kamu Hadapi Resesi?

Investasi reksadana bisa jadi cara menyiapkan dana darurat untuk menghadapi resesi
Hanum Kusuma Dewi • 31 May 2021
cover

Ilustrasi wanita muda khawatir masalah keuangan akibat resesi saat pandemi. Investasi reksadana di fitur OVO Invest bisa jadi cara mengumpulkan dana darurat saat resesi. (shutterstock)

Bareksa.com - Tidak terasa pandemi sudah berjalan lebih dari setahun. Ekonomi Indonesia mengalami penurunan, tetapi bersyukur bagi kamu yang masih memiliki penghasilan. 

Dalam menghadapi penurunan ekonomi alias resesi, kamu perlu mempersiapkan keuangan agar bisa bertahan hidup lebih lama. Selain berhemat, kamu juga perlu membiasakan diri untuk berinvestasi dalam menyiapkan dana cadangan atau dana darurat ketika menghadapi resesi.

Tujuan dana darurat adalah kebutuhan mendadak yang kita tidak tahu, seperti kalau kena musibah PHK atau kehilangan laptop untuk bekerja. Dalam prinsip pengaturan keuangan, dana darurat ini besarannya berbeda tergantung kondisi kehidupan kamu. 

Untuk yang masih single, besar dana darurat yang disarankan 3-6 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan untuk yang sudah menikah dan punya anak, baiknya punya dana darurat 6-12 kali pengeluaran bulanan. Nah, investasi bisa dilakukan untuk mengumpulkan dana darurat ini. 

Investasi adalah kegiatan menaruh uang ke dalam aset investasi dengan harapan mendapat imbal hasil di masa depan. Investasi sekarang bisa dilakukan dengan mudah dan terjangkau, berkat fitur Invest di aplikasi OVO

Memulai investasi di aplikasi OVO sangat mudah, sebab pendaftaran bisa dilakukan secara online. Setelah verifikasi KTP dan rekening bank yang dimiliki, kamu bisa segera memulai investasi reksadana. 

Dalam fitur OVO | Invest, terdapat produk reksadana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid (MOBLI). Investasi produk reksadana ini dapat dimulai dengan modal terjangkau, mulai Rp10.000 saja. 

Dengan investasi reksadana, kamu bisa mendapatkan potensi imbal hasil dari pertumbuhan nilai reksadana. Menurut data per 27 Mei 2021, reksadana MOBLI memberikan imbal hasil 0,26 persen sebulan, atau 3,12 persen disetahunkan. 

Untuk memahami hasil investasi reksadana ini, mari menggunakan simulasi. Misalnya, kamu bisa menyisihkan Rp10.000 per hari, atau Rp300.000 per bulan untuk beli reksadana di OVO | Invest. Lalu, dalam setahun, hasil investasi reksadana bisa mencapai Rp3,66 juta. 

Grafik Simulasi Hasil Investasi Reksadana

Sumber: Bareksa.com

Hasil investasi reksadana bisa kamu gunakan sebagai dana cadangan atau dana darurat untuk menghadapi resesi akibat pandemi ini. Pencairan atau penarikan dana investasi ini juga mudah, karena bisa dengan cepat masuk ke saldo OVO Cash kamu. 

Jadi jangan tunda lagi memulai investasi dengan fitur OVO | Invest. Semoga setelah resesi akibat pandemi ini usai, kamu bisa melanjutkan kebiasaan baik investasi untuk menyiapkan keuangan lebih baik di masa depan. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.