Kondisi Tidak Pasti, Sudah Cukupkah Dana Darurat Kamu?

Reksadana pasar uang di fitur OVO | Invest bisa jadi tempat menyimpan dana darurat
Hanum Kusuma Dewi • 28 Jun 2021
cover

Ilustrasi uang rupiah pecahan lembaran Rp50.000 yang disimpan di dalam dompet sebagai gambaran dana darurat. (shutterstock)

Bareksa.com - Pandemi masih belum usai, meski program vaksinasi Covid-19 terus berjalan. Dalam situasi yang tidak menentu seperti ini, kamu sebaiknya menyiapkan dana darurat. 

Dana darurat adalah dana cadangan yang disiapkan untuk kondisi tidak terduga atau tidak direncanakan. Contohnya, untuk kebutuhan saat tertimpa musibah, kecelakaan, hingga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Lantas, berapa besaran dana darurat yang ideal? Menurut penasihat keuangan, besar dana darurat bisa 3 hingga 12 kali pengeluaran bulanan, tergantung pada kondisi masing-masing.  

Kalau kamu masih single, dan tinggal bersama orang tua, dana darurat yang perlu disiapkan 3-6 kali pengeluaran bulanan. Namun, kalau kamu sudah menikah, serta memiliki anak, sebaiknya punya dana darurat 6-12 kali pengeluaran bulanan. 

Lalu, bagaimana cara untuk menyiapkan dana darurat? 

Anggaplah kamu sekarang masih single. Melihat besaran dana darurat 3 kali pengeluaran bulanan itu cukup besar, karena penghasilan yang kamu terima juga pas-pasan. 

Jangan khawatir, kamu bisa mengumpulkannya secara bertahap dengan berinvestasi di reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang adalah investasi yang stabil, rendah risiko, dan mudah dicairkan. Cocok dengan karakteristik untuk dana darurat yang harus tersedia kapanpun saat diperlukan. 

Investasi di reksadana pasar uang kini juga mudah karena tersedia di fitur Invest dalam aplikasi OVO, yang merupakan kerja sama dengan Bareksa sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD). Reksadana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid (MOBLI) bisa dibeli dengan Rp10.000 saja. 

Reksadana punya potensi keuntungan atau imbal hasil yang lebih besar daripada menabung biasa. Menurut data historis per 25 Juni 2021, reksadana MOBLI mencatat imbal hasil 0,25 persen sebulan atau sekitar 3 persen setahun. Imbal hasil ini bersih, tidak dipotong pajak atau biaya admin lagi. 

Misalkan kamu punya penghasilan Rp5 juta per bulan dan pengeluaran rutin untuk makan, minum dan transportasi kamu sebesar Rp3 juta per bulan. Lalu Rp1 juta untuk hiburan dan senang-senang. Maka, kamu punya Rp1 juta untuk tabungan dan investasi. 

Menurut simulasi investasi, bila tiap bulan kamu bisa menyisihkan Rp1 juta untuk investasi reksadana di OVO | Invest, dalam setahun uang kamu dan imbal hasilnya mencapai Rp12,18 juta. Jumlah uang ini setara dengan sekitar 4 kali pengeluaran bulanan kamu dan cukup untuk memenuhi dana darurat yang ideal. 

Bila kamu ada kebutuhan mendadak, reksadana di OVO | Invest juga bisa dicairkan secara cepat ke saldo OVO Cash kamu. Jadi, bisa langsung digunakan untuk pembayaran dan belanja kebutuhan. 

Tunggu apa lagi? Yuk, mulai siapkan dana darurat kamu dengan investasi reksadana di OVO | Invest. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.