BeritaArrow iconBareksa NavigatorArrow iconArtikel

Bareksa Insight : Ekonomi Dunia Berpotensi Melambat, Ini Jurus Agar Investor Tetap Cuan

Abdul Malik17 Juni 2022
Tags:
Bareksa Insight : Ekonomi Dunia Berpotensi Melambat, Ini Jurus Agar Investor Tetap Cuan
Ilustrasi perlambatan ekonomi global akibat agresifnya kenaikan suku bunga AS guna memerangi lonjakan inflasi, membuat pasar modal global bergejolak, termasuk IHSG, reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Penurunan bursa saham global akibat rilis sejumlah data ekonomi Negara Paman Sam yang menunjukkan pelemahan

Bareksa.com - Pasar saham global, terutama Amerika Serikat merah membara ditutup turun signifikan pada perdagangan Kamis waktu setempat (16/6/2022). Indeks Dow Jones anjlok 2,4 persen, Nasdaq ambrol 4,08 persen dan S&P 500 merosot 3,25 persen.

Menurut analisis Bareksa, penurunan bursa saham global akibat rilis sejumlah data ekonomi Negara Paman Sam yang menunjukkan pelemahan pasca kenaikan agresif suku bunga acuan Bank Sentral (The Fed) atau Fed Rate 0,75 persen pada Rabu jadi 1,5 - 1,75 persen. Kondisi itu semakin mengindikasikan pelemahan ekonomi di Negara Adidaya yang juga berpotensi menekan ekonomi global untuk tahun ini ikut melemah.

Baca juga : Bareksa Insight : Suku Bunga AS Naik, Ini Strategi Agar Investasi Terus Cuan

Promo Terbaru di Bareksa

Hal ini turut mempengaruhi pergerakan bursa saham Asia, termasuk pasar saham RI yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diproyeksikan ikut turun hari ini, serta mendorong pelemahan kinerja reksadana saham dan resadana indeks.

Sementara itu, imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah AS pada Kamis naik ke kisaran 3,2 persen, setelah pekan ini sempat melemah di 3,4 persen. Hal ini seiring dengan penguatan tipis yield obligasi acuan Pemerintah Indonesia yang saat ini di kisaran 7,3 - 7,4 persen dan menopang kinerja sejumlah reksadana pendapatan tetap.

Lihat juga : Bareksa Insight : Neraca Dagang Diprediksi Kembali Surplus, Reksadana Ini Bisa Meroket

Namun menurut analisis Bareksa, melihat potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menyusul kenaikan Fed Rate, maka diproyeksikan yield obligasi akan bergerak ke level yang lebih tinggi dan menekan harga obligasi.

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Mempertimbangkan berbagai ketidakpastian yang membayangi pasar saham dan obligasi tersebut, analisis Bareksa menyarankan agar investor dapat mempertimbangkan untuk diversifikasi investasi di reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi, serta porsi yang cukup di reksadana pasar uang.

Simak juga : Bareksa Insight : Isu Global Bayangi Pasar Modal, Investor Bisa Terapkan Strategi Ini

Beberapa produk reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko konservatif, moderat dan agresif adalah sebagai berikut :

Imbal Hasil 1 Tahun (per 16 Juni 2022)

Reksadana Indeks

Allianz SRI KEHATI Index : 19,77 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 19,49 persen

Reksadana Saham

Sucorinvest Equity Fund : 23,7 persen
TRIM Kapital Plus : 13,88 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 16 Juni 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

TRIM Dana Tetap 2 : 19,22 persen
Mandiri Investa Dana Syariah : 15,8 persen

Reksadana Pasar Uang

Capital Money Market Fund : 18,23 persen
Syailendra Dana Kas : 15,98 persen

Baca juga : Bareksa Insight : Inflasi AS Mei di Level Tertinggi, Ini Tips Agar Investasi Cuan Maksimal

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua