Bareksa Insight : Pasar Saham Melambung, Reksadana Ini Cuan Hingga 24,9 Persen

Kenaikan pasar saham didorong oleh aliran dana asing yang kembali masuk sekitar Rp1 triliun pada akhir pekan lalu
Abdul Malik • 30 May 2022
cover

Ilustrasi dana asing masuk membanjiri pasar saham dan SBN sehingga mendongkrak kinerja reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pasar saham yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level psikologis 7,000 yakni di level 7,026.26 pada akhir pekan lalu (27/5/2022). Indeks saham Tanah Air tersebut pada Jumat lalu melesat 2,07 persen. 

Menurut analisis Bareksa, kenaikan itu didorong oleh aliran dana asing yang kembali masuk ke IHSG sekitar Rp1 triliun pada akhir pekan lalu. Hal ini seiring dengan meningkatnya optimisme investor terhadap sejumlah rilis data ekonomi dalam negeri yang positif dan menunjukkan penguatan. Sehingga, kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks juga ikut terdongkrak.

Senada dengan pasar saham, pasar obligasi (ICBI) juga naik cukup signifikan sekitar 0,5 persen dan menopang penguatan mayoritas reksadana pendapatan tetap, terutama berbasis Surat Berharga Negara (SBN). 

Analisis Bareksa menilai rencana Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan menunda kenaikan suku bunga acuan di kuartal IV tahun ini, serta Bank Indonesia yang masih mempertahankan suku bunga Indonesia di level 3,5 persen mendorong kinerja positif pasar obligasi.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 27/05/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat turun ke level 7,1 persen pada 27 Mei 2022.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa melihat kinerja reksadana saham dan reksadana indeks akan mengalami penguatan terbatas pada hari ini setelah akhir pekan lalu naik signifikan. Terdapat potensi aksi ambil untung investor dalam waktu dekat setelah pembalikan arah IHSG dari kisaran level 6.500. Untuk pekan ini, investor global menunggu beberapa rilis data ekonomi seperti indeks manufaktur China, serta angka jumlah lapangan kerja AS.

Imbal hasil (yield) obligasi acuan Indonesia juga diperkirakan masih akan bergerak di level 7,1 - 7,3 persen di tengah proyeksi inflasi bulan Mei 2022 yang sedikit di atas bulan April 2022. 

Analisis Bareksa melihat kenaikan inflasi bulan Mei merupakan hal yang wajar dikarenakan adanya hari besar keagamaan yakni Lebaran yang mendorong harga kebutuhan pokok meningkat dan transportasi juga meningkat. Investor dapat mempertimbangkan akumulasi investasi secara bertahap di reksadana pendapatan tetap apabila yield bergerak ke level 7,4 - 7,6 persen.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko moderat dan agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 27 Mei 2022)

Reksadana Indeks

Allianz SRI KEHATI Index Fund : 24,92 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 23,77 persen

Reksadana Saham

Eastspring Investments Value Discovery Kelas A : 17,64 persen
Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A : 10,5 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 27 Mei 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

TRAM Strategic Plus : 21,84 persen
Syailendra Fixed Income Fund : 20,72 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.