Bareksa Insight: BI Rate Tetap 5,75% Dorong Yield SBN Turun, Cermati Reksadana Pendapatan Tetap
BI Rate tetap 5,75% dan yield SBN 10 tahun turun 11,2 bps ke 7,008%. Simak peluang reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan emas.

BI Rate tetap 5,75% dan yield SBN 10 tahun turun 11,2 bps ke 7,008%. Simak peluang reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan emas.
Bareksa - Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 22-23 September 2026. Deposit Facility juga tetap 4,75% dan Lending Facility 6,5%, dengan stabilitas rupiah tetap menjadi salah satu fokus kebijakan.
Menyusul penurunan BI Rate, sinyal positif datang dari pasar obligasi domestik. Ekspektasi imbal hasil (yield) SBN 10 tahun turun 11,2 basis poin (bps) dalam sehari menjadi 7,008% pada 23 September. Karena harga obligasi bergerak berlawanan dengan yield, penurunan yield menandakan harga obligasi menguat.
Namun kondisi global belum sepenuhnya kondusif. Yield US Treasury (UST) 10 tahun justru melonjak ke 5,116%, sehingga selisih yield SBN dan UST menyempit menjadi sekitar 189 bps. Artinya, keunggulan imbal hasil SBN dibanding obligasi pemerintah AS menjadi lebih tipis bagi investor global.
Promo Terbaru di Bareksa
Di pasar saham, IHSG rebound 1,56% ke 6.375, meski investor asing masih mencatat jual bersih sekitar Rp461 miliar. Sementara emas terkoreksi 1,76% menjadi US$4.287 per ons.
Ringkasan untuk Investor
BI Rate tetap 5,75%, sehingga arah kebijakan moneter domestik relatif stabil.
Yield SBN 10 tahun turun 11,2 bps ke 7,008% dalam sehari, menjadi sinyal positif bagi harga obligasi.
Dalam sebulan, yield SBN hanya turun tipis dari sekitar 7,041% menjadi 7,008%, sehingga tren bulanannya masih lebih tepat disebut relatif datar dan berfluktuasi.
Yield UST 10 tahun naik ke 5,116%, membuat spread SBN-UST menyempit ke sekitar 189 bps.
Reksadana pendapatan tetap bisa dicermati secara selektif setelah yield SBN turun, tetapi investor tetap perlu melihat komposisi dan durasi masing-masing produk.
Reksadana pasar uang tetap relevan untuk menjaga likuiditas.
Emas tetap digunakan untuk diversifikasi, dengan strategi pembelian bertahap saat koreksi.
Data Utama Pasar
Indikator | Data Terkini | Keterangan |
BI Rate | 5,75% | Dipertahankan BI |
Yield SBN 10Y | 7,008% | Turun 11,2 bps sehari |
Yield UST 10Y | 5,116% | Naik, kembali di atas 5% |
Spread SBN-UST | ±189 bps | Menyempit |
IHSG | 6.375 | Rebound 1,56% |
USD/IDR | Rp17.800 | Rupiah menguat |
Emas spot | US$4.287/oz | Turun 1,76% |
Sumber: Investing.com, Bank Indonesia, Ciptadana Sekuritas, diolah Bareksa.
Yield SBN Turun Tajam Sehari, Bagaimana Tren Sebulannya?
Penurunan yield SBN 10 tahun sebesar 11,2 bps dalam sehari menjadi sinyal utama pasar obligasi domestik pada 23 September. Namun investor perlu membaca pergerakannya dalam konteks yang lebih panjang.
Dibanding sekitar 7,041% pada 24 Agustus, yield SBN 10 tahun berada di 7,008% pada 23 September, atau hanya turun sekitar 3,3 bps dalam sebulan. Artinya, sinyal positif terbaru terutama berasal dari penurunan tajam dalam satu hari, sementara tren sebulan masih cenderung berfluktuasi dan relatif datar.
Bagi investor reksadana pendapatan tetap, penurunan yield umumnya positif karena harga obligasi bergerak naik. Namun dampaknya terhadap setiap produk dapat berbeda, tergantung durasi, komposisi SBN dan obligasi korporasi, kualitas kredit, serta kondisi pasar.
Reksadana Pendapatan Tetap: Peluang Lebih Terbuka
Dengan yield SBN turun, reksadana pendapatan tetap dapat lebih dicermati secara selektif.
Namun tidak semua reksadana pendapatan tetap memiliki sensitivitas yang sama terhadap perubahan yield. Investor yang ingin mengurangi pengaruh gejolak suku bunga global perlu memeriksa fund fact sheet terbaru untuk mengetahui durasi, komposisi portofolio dan kualitas obligasi yang dimiliki.
Reksadana Pendapatan Tetap | Return 1 Tahun |
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 6,74% |
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | 5,92% |
Recapital Pendapatan Tetap Dana Gemilang | 4,96% |
Insight Renewable Energy Fund | 4,63% |
Avrist Emerald Stable Fund | 3,68% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 23/9/2026. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.
Reksadana Pasar Uang: Andalan Jaga Likuiditas
Meski reksadana pendapatan tetap menjadi rekomendasi utama hari ini, namun reksadana pasar uang tetap relevan bagi investor yang ingin menjaga likuiditas saat pasar saham dan obligasi masih berfluktuasi.
Reksadana pasar uang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan surat utang berjangka pendek. Namun reksadana pasar uang bukan deposito, tidak dijamin LPS, dan tetap memiliki risiko investasi.
Reksadana Pasar Uang | Return 1 Tahun |
Avrist Ada Kas Mutiara | 4,76% |
Syailendra Dana Kas | 4,6% |
BRI Seruni Likuid Dolar | 3,15% |
Mandiri Money Market USD | 2,54% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 23/9/2026. Produk dalam dolar AS memiliki risiko perubahan nilai tukar.
Emas Turun 1,76%, Cermati Level Support dan Resistance
Harga emas spot turun 1,76% menjadi sekitar US$4.287 per ons, di tengah lonjakan yield obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar. Secara teknikal, dua resistance terdekat berada di US$4.312 dan US$4.344 per ons. Jika kedua level tersebut dapat ditembus, momentum pemulihan harga berpotensi menguat.
Sebaliknya, support berada di US$4.275 dan US$4.270. Investor jangka panjang dapat menggunakan emas untuk diversifikasi dan menerapkan strategi beli bertahap saat koreksi atau DCA, sesuai tujuan dan profil risiko.
Harga Beli Emas Digital Bareksa
Platform | Harga Beli/Gram |
Treasury | Rp2.508.672 |
Pegadaian | Rp2.500.000 |
Indogold | Rp2.466.480 |
Sumber: fitur Bareksa Emas, per 24/9/2026 pagi
Risiko Pasar yang Perlu Dicermati
Yield UST tetap tinggi: yield UST 10 tahun di atas 5% dapat menekan obligasi, saham dan emas.
Spread SBN-UST menyempit: selisih sekitar 189 bps membuat keunggulan yield SBN terhadap Treasury AS lebih tipis bagi investor global.
Penurunan yield SBN belum menjadi tren kuat: yield turun tajam sehari, tetapi dalam sebulan masih relatif datar.
Foreign selling belum berhenti: meski IHSG rebound 1,56%, investor asing masih mencatat jual bersih sekitar Rp461 miliar.
Harga minyak tetap tinggi: Brent berada di atas US$100 per barel, sehingga risiko inflasi global dan suku bunga tinggi masih perlu dicermati.
Risiko produk tetap ada: reksadana pendapatan tetap memiliki risiko pasar, kredit dan likuiditas; reksadana pasar uang juga bukan instrumen bebas risiko, sedangkan emas dapat mengalami volatilitas dan memiliki spread harga beli-jual.
Kesimpulan
Penurunan yield SBN 10 tahun sebesar 11,2 bps ke 7,008% membuat reksadana pendapatan tetap menjadi instrumen yang layak dicermati hari ini. Namun penurunan tersebut belum membentuk tren kuat dalam periode sebulan, sementara yield UST telah berada di atas 5% dan spread SBN-UST menyempit. Karena itu, reksadana pendapatan tetap dapat dicermati secara selektif, bukan dibeli semata-mata karena yield turun satu hari. Reksadana pasar uang tetap dapat digunakan untuk menjaga likuiditas, sedangkan emas dapat menjadi instrumen diversifikasi melalui strategi pembelian bertahap saat koreksi.
Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pertanyaan Umum
Mengapa penurunan yield SBN positif bagi reksadana pendapatan tetap?
Harga obligasi umumnya bergerak berlawanan dengan yield. Ketika yield turun, harga obligasi cenderung naik dan dapat mendukung NAB RDPT yang memiliki obligasi tersebut.
Apakah yield SBN sedang dalam tren turun?
Belum kuat. Yield turun 11,2 bps dalam sehari, tetapi dalam sebulan hanya turun sekitar 3,3 bps, sehingga tren sebulan masih relatif datar dan berfluktuasi.
Apakah semua reksadana pendapatan tetap di atas memiliki durasi pendek?
Tidak dapat disimpulkan hanya dari kategori produknya. Investor perlu mengecek fund fact sheet terbaru untuk mengetahui durasi dan komposisi portofolionya.
Mengapa reksadana pasar uang masih dicermati?
Reksadana pasar uang dapat membantu menjaga likuiditas ketika pasar berfluktuasi, meski tetap memiliki risiko dan bukan simpanan bank yang dijamin LPS.
Berapa level harga emas yang perlu diperhatikan?
Resistance terdekat berada di US$4.312 dan US$4.344, sedangkan support berada di US$4.275 dan US$4.270.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.254,18 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.207,56 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.213,96 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.039,79 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

