BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Reksadana Pendapatan Tetap Menguat, Peluang Mulai Masuk?

18 September 2026
Tags:
Bareksa Insight: Reksadana Pendapatan Tetap Menguat, Peluang Mulai Masuk?
Ilustrasi investor sedang memantau daftar produk reksadana pendapatan tetap terbaik di Super App Investasi Bareksa. (Shutterstock)

Sebanyak 77% reksa dana pendapatan tetap di Bareksa menguat pada 17 September setelah yield obligasi stabil pasca kenaikan suku bunga AS. Cek reksadana pendapatan tetap, pasar uang, dan emas.

Bareksa - Setelah pengumuman kenaikan suku bunga The Fed, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah relatif stabil. Kondisi ini ikut menopang kinerja reksadana pendapatan tetap. Sebanyak 77% reksadana pendapatan tetap di Bareksa tercatat menguat secara harian pada 17 September. Reksadana pendapatan tetap terutama yang berbasis obligasi korporasi berdurasi pendek, dapat dicermati secara selektif karena cenderung lebih tahan terhadap volatilitas yield, meski nilai aktiva bersih (NAB) tetap dapat berubah.

Ringkasan untuk Investor

  • Yield obligasi pemerintah relatif stabil setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75-4% pada 16 September.

  • Sebanyak 77% reksadana pendapatan tetap di Bareksa menguat secara harian pada 17 September.

  • Kurva SBN bergerak campuran: tenor 1-2 tahun menguat, tenor 3-10 tahun melemah tipis, sedangkan tenor 15-30 tahun relatif stabil.

  • Reksadana pasar uang dapat digunakan untuk menjaga likuiditas. Reksadana pendapatan tetap berdurasi pendek dapat dicermati secara selektif dengan memperhatikan kualitas kredit.

  • Emas tetap berfungsi sebagai diversifikasi. Pembelian bertahap (DCA) dapat dipertimbangkan sesuai tujuan dan profil risiko.

Data Utama Pasar

Indikator

Data terakhir

Keterangan

Fed funds rate

3,75-4%

Naik 25 bps pada 16/9

UST 10Y

4,94% (17/9)

Turun sekitar 7 bps

SBN 10Y

7,15% (17/9)

Relatif stabil

IHSG

6.462 (+0,4%)

Net foreign buy Rp160 miliar

USD/IDR

Rp17.747

Rupiah melemah 54 poin

Brent

US$104,8/barel

Turun 0,95%

Emas spot

US$4.346,9/oz

Naik 0,12%

Sumber: Investing, The Fed, Kitco, diolah Bareksa

Promo Terbaru di Bareksa

Illustration

Sumber: Investing, periode 18 Agustus–17 September 2026; data dinormalisasi ke indeks 100 pada 18 Agustus. Kenaikan USD/IDR berarti rupiah melemah.

Mengapa Reksadana Pendapatan Tetap Menguat Setelah Keputusan The Fed?

Kenaikan suku bunga The Fed sudah banyak diantisipasi pasar. Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, setelah pengumuman, yield UST 10 tahun turun ke sekitar 4,94% pada 17 September, sementara yield SBN 10 tahun berada di sekitar 7,15%. Pergerakan ini membantu meredakan tekanan pada harga obligasi dan NAB reksa dana pendapatan tetap.

Mengutip riset Samuel Sekuritas, kurva SBN tidak bergerak seragam. Yield tenor 1-2 tahun turun 0,11-0,45 basis poin, sedangkan tenor 3-10 tahun naik 0,17-0,47 basis poin. Tenor 15-30 tahun relatif datar. Karena durasi lebih pendek umumnya memiliki sensitivitas lebih rendah terhadap perubahan yield, reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi tenor pendek cenderung lebih tahan terhadap gejolak suku bunga. Namun, risiko spread kredit, likuiditas, dan perubahan NAB tetap perlu diperhatikan.

Pilihan Reksadana Pendapatan Tetap

Kinerja berikut merupakan return satu tahun per 17 September 2026 dan bukan proyeksi hasil.

Reksadana

Return 1 tahun

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

7,09%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

6%

Recapital Pendapatan Tetap Dana Gemilang

5,21%

Insight Renewable Energy Fund

4,98%

Avrist Emerald Stable Fund

4,04%

Sumber: Bareksa, kinerja per 17/9/2026

Reksadana Pasar Uang untuk Jaga Likuiditas

Reksadana pasar uang dapat digunakan sebagai tempat parkir dana jangka pendek ketika investor masih menunggu arah yield dan pasar saham.

Reksadana

Return 1 tahun

Avrist Ada Kas Mutiara

4,79%

Syailendra Dana Kas

4,62%

Sumber: Bareksa, kinerja per 17/9/2026

Emas sebagai Diversifikasi

Harga emas spot menguat tipis ke sekitar US$4.346,9 per ons pada 17 September setelah tekanan dolar dan yield mereda. Pergerakan emas tetap dipengaruhi biaya peluang karena emas tidak memberikan kupon, tetapi risiko geopolitik dan fiskal dapat menopang permintaan aset aman. Investor jangka panjang dapat mempertimbangkan DCA saat koreksi. Strategi ini tidak menjamin keuntungan dan perlu disesuaikan dengan profil risiko.

Harga beli emas digital per gram:

Platform

Harga beli/gram

Treasury

Rp2.531.165

Pegadaian

Rp2.470.000

Indogold

Rp2.439.132

Sumber: fitur Bareksa Emas, per 18/9/2026 pagi

Risiko yang Perlu Diperhatikan

  • Perubahan yield UST atau SBN dapat kembali menekan harga obligasi dan NAB reksadana pendapatan tetap.

  • Pelemahan rupiah dapat menjaga tekanan inflasi dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan domestik.

  • Reksadana pendapatan tetap basis obligasi korporasi menghadapi risiko kredit dan likuiditas selain risiko durasi.

  • Return satu tahun tidak menjamin kinerja pada periode berikutnya.

  • Harga emas digital berbeda antarpenyedia dan memiliki selisih harga beli-jual.

Kesimpulan

Stabilnya yield setelah kenaikan suku bunga The Fed membantu meredakan tekanan pada reksadana pendapatan tetap. Sebanyak 77% produk reksadana obligasi di Bareksa menguat secara harian pada 17 September, tetapi investor tetap perlu membedakan momentum pasar dari jaminan hasil. Reksadana pendapatan tetap berdurasi pendek dapat dicermati secara selektif, reksadana pasar uang berperan menjaga likuiditas, dan emas dapat digunakan sebagai diversifikasi melalui pembelian bertahap.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Investasi Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Apakah 77% reksadana pendapatan tetapyang menguat berarti semua produk aman?

Tidak. Angka tersebut menggambarkan kinerja harian produk yang dipantau. NAB tetap dapat berubah karena yield, spread kredit, dan kondisi pasar.

Mengapa reksadana pendapatan tetap berdurasi pendek lebih tahan terhadap kenaikan yield?

Durasi yang lebih pendek biasanya membuat perubahan harga akibat pergerakan yield lebih kecil, meski risiko kredit dan likuiditas tetap ada.

Apakah reksadana pasar uang bebas risiko?

Tidak. Reksadana pasar uang memiliki risiko pasar dan pengelolaan, walaupun volatilitasnya umumnya lebih rendah dibanding reksa dana saham.

Mengapa emas tetap dicermati ketika suku bunga tinggi?

Emas tidak memberikan kupon sehingga sensitif terhadap biaya peluang, tetapi ketidakpastian geopolitik, fiskal, dan pergerakan dolar dapat mengubah arah permintaan.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Empty Illustration

Produk Belum Tersedia

Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua