Bareksa Insight: Asing Buru SBN, Cek Peluang SR025, Reksadana Pendapatan Tetap & Emas
Modal asing kembali masuk SBN dan SRBI, yield SBN 10 tahun turun ke 6,93%. Cek kupon SR025, peluang reksa dana, emas, dan strategi investor.

Modal asing kembali masuk SBN dan SRBI, yield SBN 10 tahun turun ke 6,93%. Cek kupon SR025, peluang reksa dana, emas, dan strategi investor.
Bareksa - Aliran investasi portofolio asing kembali masuk Indonesia. Bank Indonesia mencatat net inflow US$1,8 miliar atau sekitar Rp32,04 triliun pada kuartal III 2026 hingga 14 Agustus, ditopang penerbitan global bond pemerintah serta minat terhadap Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Arus masuk itu sejalan dengan turunnya yield SBN 10 tahun dari 7,04% pada 19 Agustus menjadi 6,93% pada 20 Agustus 2026.
Pada saat yang sama, pemerintah menetapkan imbal hasil tetap SR025T3 sebesar 6,8% per tahun dan SR025T5 sebesar 6,9% per tahun. Ini merupakan tingkat imbalan Sukuk Ritel tertinggi di antara penerbitan SR012–SR025 sejak 2020, tetapi masih di bawah SR011 yang terbit pada 2019 dengan imbalan 8,05%.
Promo Terbaru di Bareksa
Key Takeaways
Net inflow portofolio asing mencapai US$1,8 miliar atau sekitar Rp32,04 triliun pada kuartal III 2026 hingga 14 Agustus.
Yield SBN 10 tahun turun 11 basis poin (bps) dalam sehari menjadi 6,93%; rupiah dan IHSG ikut menguat pada 20 Agustus.
SR025 menawarkan imbalan tetap 6,8% untuk tenor 3 tahun dan 6,9% untuk tenor 5 tahun, tertinggi untuk penerbitan Sukuk Ritel sejak 2020.
Penurunan yield dapat mendukung harga obligasi dan NAV reksa dana pendapatan tetap, tetapi hasil investasi tidak dijamin.
Mengapa Asing Kembali Memburu SBN dan SRBI?
Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyebut aliran masuk kuartal III didukung penerbitan global bond pemerintah dan meningkatnya minat asing pada SBN serta SRBI. Nilainya US$1,8 miliar setara sekitar Rp32,04 triliun dengan asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS.
Permintaan yang menguat terhadap obligasi dapat menaikkan harga sekaligus menurunkan yield. Data penutupan 20 Agustus menunjukkan yield SBN 10 tahun turun ke 6,93% dari 7,04% sehari sebelumnya. Dalam periode 21 Juli–20 Agustus, penurunannya mencapai 36,7 bps.
Sentimen domestik juga membaik. Rupiah menguat 0,49% menjadi Rp17.742,5 per dolar AS dan IHSG melesat 1,68% ke 6.501,58 pada 20 Agustus.
Grafik memakai indeks 21 Juli 2026 = 100 karena setiap seri memiliki satuan berbeda. Penurunan USD/IDR berarti rupiah menguat. Sumber: Investing.com, data penutupan; diolah Bareksa.
Berapa Kupon SR025 dan Imbalan Bersihnya?
SR025 ditawarkan pada 21 Agustus–16 September 2026. Imbalannya bersifat tetap dan dibayarkan setiap bulan. Setelah pajak SBN 10%, tingkat imbalan bersih menjadi 6,12% untuk T3 dan 6,21% untuk T5.
Keterangan | SR025T3 | SR025T5 |
Tenor | 3 tahun | 5 tahun |
Imbalan tetap per tahun | 6,8% | 6,9% |
Imbalan bersih setelah pajak 10% | 6,12% | 6,21% |
Selisih terhadap BI Rate 5,75% | +105 bps | +115 bps |
Estimasi imbal hasil bersih per bulan untuk investasi Rp100 juta | Rp510.000 | Rp517.500 |
Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah
Kurva PHEI per 20 Agustus menunjukkan yield tenor 3 tahun 6,6775% dan tenor 5 tahun 6,8105%. Secara nominal, kupon SR025 premium sekitar 12 bps dan 9 bps di atas kurva tenor setara.
SR025 dapat diperdagangkan setelah minimum holding period pada 11 Oktober 2026. Bila dijual sebelum jatuh tempo, harganya dapat berada di atas atau di bawah harga pembelian.
Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah
Apa Dampak Yield Turun bagi Reksadana Pendapatan Tetap?
Harga obligasi dan yield bergerak berlawanan. Karena itu, penurunan yield SBN dan pembelian asing berpotensi mendukung NAV reksadana pendapatan tetap (RDPT), terutama yang berdurasi lebih panjang.
Beberapa produk yang dapat dicermati berdasarkan data kinerja hingga 20 Agustus 2026 antara lain:
Produk | Return 1 Bulan | Return 1 Tahun |
Allianz Fixed Income Fund 2 | 1,89% | 1,73% |
BNP Paribas Prima II Kelas RK1 | 1,9% | 1,7% |
Allianz USD Fixed Income Fund Kelas A | 0,27% | 1,93% |
STAR Fixed Income NEO AI Dollar | 0,78% | - |
Sumber: Bareksa, return per 20/8/2026
Kinerja historis tidak menjamin hasil mendatang. Jika yield kembali naik, harga obligasi dan NAV RDPT dapat tertekan.
Mengapa Reksadana Pasar Uang & Emas Tetap Relevan?
Reksadana pasar uang (RDPU) sesuai untuk dana jangka pendek.
Reksadana Pasar Uang
Produk | Return 1 Tahun |
Insight Money Syariah | 5,18% |
Syailendra Dana Kas | 4,62% |
Bahana Liquid USD | 2,73% |
Mandiri Money Market USD | 2,61% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 20/8/2026
Emas bisa menjadi diversifikasi ketika risiko global meningkat. Harganya ditutup di US$4.526,39 per ons pada 20 Agustus. Ketidakpastian konflik Timur Tengah menopang emas, tetapi yield US Treasury 10 tahun sekitar 4,7% dapat membatasi reli.
Harga Beli Emas Digital per Gram
Mitra | Harga* |
Treasury | Rp2.641.473 |
Pegadaian | Rp2.622.000 |
Indogold | Rp2.623.344 |
Sumber: fitur Bareksa Emas Per 20/8/2026 pagi
Strategi Investor: Pilih Sesuai Tujuan dan Profil Risiko
SR025T3: untuk arus kas bulanan dengan horizon tiga tahun dan kebutuhan likuiditas yang lebih dekat.
SR025T5: untuk mengunci imbalan sedikit lebih tinggi selama lima tahun.
Reksadana pendapatan tetap: untuk peluang kenaikan NAV ketika yield turun, dengan risiko fluktuasi harga obligasi.
Reksadana pasar uang: untuk dana parkir dan kebutuhan jangka pendek yang memerlukan pencairan lebih fleksibel.
Emas: untuk diversifikasi, bukan pengganti dana darurat atau sumber arus kas rutin.
Kesimpulan
Masuknya modal asing, penguatan rupiah, dan penurunan yield SBN menunjukkan sentimen domestik membaik. SR025 menawarkan arus kas tetap dengan imbalan tertinggi untuk penerbitan Sukuk Ritel sejak 2020. Kombinasikan SR025 untuk pendapatan bulanan, Reksadana pendapatan tetap untuk peluang obligasi, reksadana pasar uang untuk likuiditas, dan emas untuk diversifikasi.
Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi
melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan
memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa
dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pertanyaan Umum
Mengapa yield SBN 10 tahun turun ke 6,93%?
Permintaan terhadap obligasi meningkat seiring masuknya investasi asing. Ketika harga obligasi naik, yield bergerak turun.
Sejak kapan kupon SR025 menjadi yang tertinggi?
SR025 merupakan yang tertinggi di antara penerbitan SR012–SR025 sejak
2020. SR011 tahun 2019 masih lebih tinggi dengan imbalan 8,05%.
Apakah SR025 bisa dijual sebelum jatuh tempo?
Bisa setelah minimum holding period, tetapi harga pasar dapat naik atau
turun. Pokok dan imbalan dijamin pemerintah sesuai ketentuan apabila
dipegang hingga jatuh tempo.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.246,97 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.198,19 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.207,11 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.040,62 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
