BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Emas Melesat, Yield SBN Turun, Cermati Reksadana Pendapatan Tetap & Pasar Uang

18 Agustus 2026
Tags:
Bareksa Insight: Emas Melesat, Yield SBN Turun, Cermati Reksadana Pendapatan Tetap & Pasar Uang
Ilustrasi harga emas naik di pasar global. (Shutterstock)

Emas dunia melesat 9% sepanjang Agustus ke US$4.421 per ons, sementara yield SBN 10 tahun turun ke 7,06%. Simak pilihan reksa dana pendapatan tetap, pasar uang, dan emas untuk diversifikasi pada 18 Agustus 2026.

Bareksa - Harga emas dunia melesat sekitar 9% sepanjang Agustus dan bergerak di kisaran US$4.421 per troy ounce pada Selasa pagi (18/8/2026). Penguatan ditopang pembelian bank sentral dan institusi setelah gejolak perang Iran, sekaligus menegaskan peran emas sebagai aset diversifikasi di tengah ketidakpastian geopolitik.

Di pasar domestik, yield SBN 10 tahun turun menjadi 7,06% pada 14 Agustus, dari sekitar 7,15% sehari sebelumnya. Penurunan yield membuka peluang bagi reksa dana pendapatan tetap, sedangkan reksa dana pasar uang tetap relevan untuk menjaga likuiditas.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut memberi sentimen positif dengan rebound 1,59% ke 6.401,89 pada perdagangan terakhir. Namun fokus strategi edisi ini berada pada pendapatan tetap, pasar uang, dan emas sesuai sinyal pasar yang paling menonjol.

Promo Terbaru di Bareksa

Yield SBN Turun ke 7,06%, Reksadana Pendapatan Tetap Layak Dicermati

Yield SBN tenor 10 tahun turun menjadi sekitar 7,06% pada 14 Agustus, dari sekitar 7,15% sehari sebelumnya. Ketika yield turun, harga obligasi yang sudah beredar umumnya berpotensi naik sehingga dapat mendukung nilai aktiva bersih reksa dana pendapatan tetap.

Untuk produk rupiah, Allianz Fixed Income Fund 2 Kelas A dan BNP Paribas Prima II Kelas RK1 dapat dicermati. Daftar portofolio teratas keduanya didominasi obligasi pemerintah seri FR sehingga memiliki keterkaitan lebih langsung dengan pergerakan pasar SBN.

Reksadana Pendapatan Tetap

Produk

Return 1 Bulan

Return 1 Tahun

Allianz Fixed Income Fund 2 Kelas A

1,09%

0,81%

BNP Paribas Prima II Kelas RK1

1,10%

0,83%

Sumber: Bareksa, kinerja per 14/8/2026

Investor yang memiliki tujuan keuangan dalam dolar AS juga dapat mencermati reksadana pendapatan tetap USD. Produk ini tetap memiliki risiko pasar obligasi global, perubahan suku bunga, serta risiko kurs bagi investor yang sumber dananya dalam rupiah.

Produk

Periode Kinerja

Return

Allianz USD Fixed Income Fund Kelas A

1 Tahun

1,88%

STAR Fixed Income NEO AI Dollar

6 Bulan

3,10%

Sumber: Bareksa, kinerja per 14/8/2026

STAR Fixed Income NEO AI Dollar juga memadukan obligasi USD dengan eksposur saham global berbasis tema AI, sehingga profil risikonya dapat berbeda dari reksadana pendapatan tetap USD yang lebih dominan obligasi.

Reksadana Pasar Uang Andalan Jaga Likuiditas

Gejolak geopolitik dapat memicu perubahan cepat pada harga komoditas, suku bunga, kurs, dan arus modal. Dalam kondisi tersebut, reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan untuk menjaga likuiditas dan menempatkan dana jangka pendek sambil menunggu arah pasar lebih jelas.

Reksadana Pasar Uang Pilihan

Produk

Return 1 Tahun

Insight Money

5,2%

Syailendra Dana Kas

4,64%

Sumber: Bareksa, kinerja per 14/8/2026

Reksadana pasar uang tetap bukan produk yang dijamin dan memiliki risiko investasi, meski volatilitasnya umumnya lebih rendah dibandingkan reksa dana pendapatan tetap berdurasi panjang maupun saham.

RDPU USD dapat dicermati oleh investor yang ingin menempatkan dana dolar untuk kebutuhan jangka pendek tanpa langsung mengambil durasi obligasi panjang.

Produk

Return 1 Tahun

Sucorinvest Money Market USD

3,57%

BRI Seruni Likuid Dolar

3,30%

Sumber: Bareksa, kinerja per 14/8/2026

Emas Melesat 9% dan Tembus Dua Resistensi

Harga emas spot bergerak di sekitar US$4.421 per troy ounce pada Selasa pagi, atau telah melesat sekitar 9% sepanjang Agustus. Harga juga menembus dua level resistensi teknikal, menandakan momentum penguatan yang masih menonjol.

Penguatan ditopang pembelian bank sentral dan institusi setelah gejolak perang Iran. Di tengah ketidakpastian geopolitik, emas tetap menarik sebagai alternatif diversifikasi dan penyeimbang portofolio.

Meski momentumnya kuat, investor tetap perlu menyesuaikan porsi emas dengan tujuan dan profil risiko. Kenaikan harga sebelumnya tidak menjamin harga akan terus menguat.

Harga Beli Emas Digital

Platform

Harga Beli per Gram

Treasury

Rp2.595.600

Pegadaian

Rp2.603.000

Indogold

Rp2.566.584

Sumber: fitur Bareksa Emas, 18/8/2026 pagi.

Apa Strategi Investor Hari Ini?

Investor dapat mencermati reksadana pendapatan tetap rupiah untuk memanfaatkan tren penurunan yield SBN. Produk USD lebih sesuai untuk investor yang memiliki tujuan keuangan dalam dolar dan memahami risiko kurs serta perbedaan komposisi portofolio. Untuk kebutuhan likuiditas dan dana jangka pendek, reksadana pasar uang IDR maupun USD tetap dapat dipertimbangkan sesuai mata uang tujuan. Emas dapat menjadi alternatif diversifikasi di tengah gejolak geopolitik, dengan porsi yang disesuaikan profil risiko.

Kesimpulan

Pasar memasuki 18 Agustus dengan tiga sinyal utama: emas melesat 9% sepanjang Agustus, yield SBN 10 tahun turun ke 7,06%, dan IHSG rebound 1,59% ke 6.401,89. Kondisi ini membuka peluang pada pendapatan tetap sekaligus mempertahankan relevansi pasar uang dan emas dalam diversifikasi. Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah reksadana pendapatan tetap untuk memanfaatkan tren yield turun, reksadana pasar uang untuk menjaga likuiditas, serta emas sebagai alternatif diversifikasi di tengah gejolak geopolitik sesuai dengan horizon investasi, dan profil risiko investor.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Investasi Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***​​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa yield SBN yang turun positif bagi reksa dana pendapatan tetap?

Harga obligasi umumnya bergerak berlawanan dengan yield. Ketika yield turun, harga obligasi yang telah beredar berpotensi naik dan mendukung NAB reksa dana pendapatan tetap.

Mengapa periode return reksadana pendapatan tetap USD berbeda?

Allianz USD Fixed Income Fund Kelas A ditampilkan dengan return satu tahun, sedangkan STAR Fixed Income NEO AI Dollar menggunakan periode enam bulan. Keduanya tidak dapat dibandingkan langsung karena periodenya berbeda.

Apa yang perlu diperhatikan dari STAR Fixed Income NEO AI Dollar?

Selain obligasi USD, produk ini memiliki eksposur saham global bertema AI. Karena itu, profil risiko dan sumber return-nya dapat berbeda dari reksa dana pendapatan tetap USD yang lebih dominan obligasi.

Mengapa reksadana pasar uang tetap dicermati?

Instrumen ini dapat menjaga likuiditas dan menjadi tempat dana jangka pendek di tengah gejolak geopolitik. Namun reksa dana pasar uang tetap memiliki risiko investasi dan bukan produk yang dijamin.

Mengapa emas masih menarik?

Emas tetap relevan sebagai alternatif diversifikasi di tengah ketidakpastian geopolitik. Namun kenaikan sebelumnya tidak menjamin kinerja pada masa mendatang.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.241,33

Up1,41%
Up2,19%
Up2,89%
Up6,82%
Up21,98%
Up15,71%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.196,27

Up1,33%
Up2,60%
Up3,55%
Up7,19%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.206,53

Up0,52%
Up1,12%
Up1,83%
Up4,91%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.037,42

Up1,23%
Down-1,34%
Down-0,97%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua