Prospek Industri Reksadana di Semester II 2020

Reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang diyakini masih akan positif
Jumat, 03 Juli 2020 10:30:38 WIB Martina Priyanti
Image
Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto (istimewa)

Bareksa.com - Sejalan dengan membaiknya perekonomian dalam negeri, kinerja industri reksadana diharapkan juga demikian. Berkaca pada perkembangan sentimen yang mungkin terjadi di semester II 2020, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang diyakini masih akan mencatatkan kinerja positif.

Direktur Panin Asset Management (Panin AM), Rudiyanto seperti dilansir Kontan.co.id mengatakan prospek industri reksadana berpotensi lebih baik hingga akhir 2020. Dia memprediksi kinerja reksadana pendapatan tetap bisa lebih agresif di paruh kedua, disusul reksadana pasar pasar uang.

"Pasar uang akan positif karena isinya deposito dan obligasi jangka pendek, meskipun ke depan return-nya akan kecil karena tren suku bunga rendah. Sedangkan pendapatan tetap akan diuntungkan lewat tren suku bunga dan relaksasi perbankan," kata dia, Kamis (2/7/2020).

Sementara untuk reksadana saham dan reksadana campuran, diyakini ada perbaikan kinerja sejalan dengan seiring dengan dibukanya kembali aktivitas ekonomi. Rudiyanto optimistis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa berada di rentang 5.500 hingga 6.000 di akhir 2020. Hal tersebut tentu dapat mengerek kinerja reksadana berbasis saham.

Diversifikasi Produk

Ia menyampaikan ada beberapa sentimen yang mempengaruhi kinerja industri di sisa tahun ini. Pertama, dampak dibukanya kembali aktivitas ekonomi. Jika aktivitas sekolah kembali dibuka, potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bisa lebih besar.

Kedua, sentimen penanganan dan persebaran Covid-19 bakal jadi perhatian pelaku pasar, khususnya terkait jumlah kasus dan progres vaksin. Ketiga, potensi kembali masuknya asing ke pasar keuangan Indonesia seiring perbaikan ekonomi.

"Sentimen terakhir yang juga jadi sorotan yakni kondisi ekonomi seiring dengan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) di 3 November 2020 mendatang," kata Rudiyanto.

Ia mengingatkan, kepada investor untuk terus melakukan diversifikasi produk. Hal tersebut juga berlaku bagi investor agresif yang cenderung lebih banyak melirik aset-aset berisiko tinggi.

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER