Panic Selling Mereda, Prospek Reksadana Saham Membaik

Untuk investasi jangka panjang, menurut kami, investor dapat mulai secara bertahap untuk membeli reksadana saham
Rabu, 20 Mei 2020 11:37:59 WIB Martina Priyanti
Image
Ilustrasi wanita muda cantik memegang handphone sambil tersenyum melihat perkembangan investasi reksadana. (Shuttertock)

Bareksa.com - Direktur Utama Bahana TCW Investment Management, Edward Lubis, menyatakan mark-to-market akibat penurunan harga di bursa hampir minus 30 persen telah membuat dana kelolaan (AUM) reksadana saham turun. Akan tetapi, untungnya unit penyertaan (UP) reksadana saham masih relatif stabil.

"Reksadana saham punya kecenderungan ketika sudah banyak yang drop, justru akan sedikit aksi redemption-nya," jelas Edward dikutip Kontan.co.id, Selasa (19/5).

Namun Edward tidak merinci berapa besar penurunan dana kelolaan reksadana saham dan unit penyertaan reksadana saham di Bahana TCW IM. Edward mengatakan prospek reksadana sedikit membaik. Hal itu, kata Edward didorong oleh meredanya aksi panic selling.

Menurutnya, investor lokal mulai bottom fishing karena harga-harga saham yang sudah terkoreksi."Sementara untuk ke depan reksadana saham masih sangat volatile, karena minimnya katalis positif. IHSG akan berkisar di level range bound sambil menunggu ekspektasi investor akan penanganan pandemi ke depan serta seberapa jauh dampak negatif pelambatan ekonomi akibat imbas pandemi ini," jelas Edward.

Ia menyampaikan di tengah kondisi saat ini, Bahana TCW mengaku mengalokasikan reksadana saham pada sektor-sektor yang tahan banting. Misalnya pada sektor farmasi, sektor berbasis ekspor yang memiliki pendapatan dalam dolar AS, dan perusahaan yang unggul pada sektornya tapi terkoreksi sangat dalam sehingga secara valuasi sangat murah.

"Untuk investasi jangka panjang, menurut kami, investor dapat mulai secara bertahap untuk membeli reksadana saham. Karena saat ini momen yang bagus untuk mengoleksi reksadana saham dengan valuasi yang relatif murah,” pungkas Edward.

AUM Bahana TCW

Sementara itu laporan Bareksa: Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report April 2020 menyebutkan Bahana TCW menempati posisi ke-3 sebagai manajer investasi (MI) dengan perolehan dana kelolaan atau AUM terbesar pada April 2020. Dana kelolaan Bahana TCW pada April 2020, tercatat Rp38,34 triliun.

20 Top MI dengan Dana Kelolaan Terbesar April 2020


Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report April 2020

Dari sisi dana kelolaan, Bahana TCW tercatat memiliki market share 8 persen. Sementara dari sisi unit, Bahana TCW menguasai 7 persen unit reksadana nasional.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report April 2020. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER