OVO Sediakan Saweran Online Bantu 38 Ribu Seniman Terdampak Corona

Apabila kasus positif Covid-19 di Tanah Air terus bertambah, maka para seniman tak akan mendapat penghasilan
Kamis, 30 April 2020 17:43:33 WIB Martina Priyanti
Image

Bareksa.com - PT Visionet Internasional (OVO), platform pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, menyediakan platform pembayaran untuk kegiatan saweran online khusus bagi seniman tari. Terkait itu, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menyampaikan program bertajuk KolaborArtsy.

KolaborArtsy merupakan hasil kerja sama antara OVO dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Kami berupaya membantu pemerintah dan masyarakat bagaimana caranya bisa me-reboot ekonomi yang bergerak ke arah ekonomi baru, yaitu ekonomi digital di masa pandemi COVID-19," ujar Karaniya Dharmasaputra dalam siaran langsung, Rabu, 29 April 2020.

Karaniya menjelaskan lewat aplikasi OVO, masyarakat bisa menyalurkan donasinya secara sukarela untuk para seniman tari tersebut. Teknisnya, seniman-seniman tari akan mengunggah karyanya melalui media sosial resmi Indonesia Dance Network (IDN). Nah pihak IDN bersama Komite Dewan Kesenian Jakarta, nantinya akan mengkurasi seniman-seniman yang akan menampilkan karyanya

Pada setiap pertunjukan seni yang ditayangkan di platform media sosial seperti YouTube dan Instagram dan lainnya, akan ada link uniform resource location (URL). Pengguna hanya perlu meng-klik URL tersebut untuk memberikan donasi sekaligus menyebarluaskan.

Program ini turut menggandeng seniman tari di seluruh Indonesia. Termasuk sanggar, guru tari, penari profesional, koreografer, dan lain-lain. "Sejumlah kelompok seniman lain termasuk musikus dan artis-artis lainnya telah menyatakan tertarik bergabung dengan gerakan KolaborArtsy dan memanfaatkan teknologi pembayaran yang kami kembangkan,” ujar Karaniya.

Ribuan Seniman
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid mengatakan pandemi virus corona berdampak pada ekosistem tari. "Kami mendata ada 38 ribu seniman yang terdampak. Jumlah terbesar di seni pertunjukan dan musik," kata dia.

Padahal seperti dikutip Katadata, Hilmar mengatakan para seniman yang terdampak pandemi itu sangat mengandalkan kegiatan publik dan interaksi fisik. Apabila kasus positif Covid-19 di Tanah Air terus bertambah, maka para seniman tak akan mendapat penghasilan. "Butuh media baru untuk menunjukkan ekspresi itu. Cukup banyak pentas online di kanal budaya," ujar Hilmar.

Nah, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan saweran online menjadi solusi agar penghasilan seniman terus mengalir meski sedang pandemi. "Kami sediakan solusi yang sederhana. Lakukan pembayaran dan donasi," ujar Karaniya.

Patungan Berbagi THR

Tidak hanya saweran pertunjukan seni, penonton bisa memberikan donasi bagi masyarakat terdampak COVID-19 lainnya. Ketika masuk ke tautan, akan ada arahan untuk saweran bagi seniman, atau donasi program berbagi THR.

OVO bersama dua perusahaan digital lainnya yakni Tokopedia dan Grab juga menggelar program donasi 'Patungan Untuk Berbagi THR'. Ditargetkan 100 ribu pekerja informal yang terdampak Covid-19 bisa memperoleh donasi di mana bantuan disalurkan melalui platform donasi BenihBaik.com.

Sementara Saweran online kini sudah ada di kanal Indonesia Dance Network yang didukung oleh Dewan Kesenian Jakarta dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sudah ada 60 video pertunjukan yang masuk selama pandemi.

Dalam sehari ada lima pertunjukan baru tayang di kanal tersebut. "Nanti ada link-nya untuk saweran online. Banyak seniman tari, koreografer, dan guru tari," kata Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta Yola Yulfianti seperti dikutip Katadata.

(hm)

***



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER