Suzuki XL7 Akan Diluncurkan di Indonesia, Ini Cara Belinya Tanpa Utang

Harga mobil kelas LSUV ini diperkirakan mulai dari Rp230 juta
Jumat, 07 Februari 2020 14:02:31 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi mobil Suzuki XL6 di India dengan spesifikasi mirip dengan XL7 yang akan launching di Indonesia (Maruti Suzuki)

Bareksa.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tengah menyiapkan andalan baru untuk bersaing di kelas Low Sport Utility Vehicles (LSUV). Siap-siap, Suzuki XL7 bakal bertarung melawan si kembar Rush-Terrios, BR-V, dan Xpander Cross dalam waktu dekat.

Salah satu wiraniaga Suzuki di bilangan Jakarta mengatakan peluncuran bakal dilakukan di Taman Mini, Jakarta Timur. Eventnya akan dilangsungkan pekan depan, tepatnya tanggal 15 Februari 2020.

"Sebentar lagi XL7 bakal meluncur, ya 15 Februari ini, di Taman Mini," tutur pria tersebut, Rabu (5/2/2020) seperti dilansir detik.

Kepastian mengenai XL7 yang masuk dalam jajaran LSUV juga sudah dibeberkan oleh Makmur, selaku 4W Sales Director PT SIS. Menurut dia, antara Ertiga dan XL7 akan memiliki karakter yang beda, termasuk dari target konsumennya.

Alasan Suzuki meluncurkan XL7 salah satunya didasari perkembangan tren global yang mengarah ke SUV. Namun demikian, karakternya telah disesuaikan dengan konsumen Indonesia. Penyesuaian yang dimaksud menyangkut beberapa hal, mulai dengan penampilan stylish, sektor kenyamanan, ground clearance tinggi, serta yang paling utama adalah memiliki kapasitas tujuh penumpang.

Tampilan eksterior Suzuki XL7 tampil lebih gagah dan maskulin dengan lampu depan yang lebih keren dengan DRL LED. Gril hadir dengan tambahan nuansa krom membuatnya lebih mewah. Desain bumper dan rumah lampu kabut kini terlihat menonjolkan guratan yang lebih sporty.

Pada bagian kabin, tidak banyak berbeda soal tampilan antara XL7 dan Ertiga. Bedanya, warna kabin Suzuki XL7 menggunakan hitam adapun Ertiga lebih mengedepan warna cerah yaitu krem dan cokelat. Fitur yang akan diadopsi pada kabin mulai dari Spacious Cabin with Black Interior Colour, Stunning Audio Touchscreen, Stunning Carbon Fibered Pattern Dashboard, MID Display Colour Dot, Leather Steering Wheel with Switch Audio Control, Bluetooth phone conection, Keyless, AC Digital, 2 Front Tweeters, Ventilated Cup Holder, power outlet, Center Arm Rest.

Suzuki XL7 kemungkinan masih menggandalkan mesin Ertiga K15 1,5 liter. Pada varian tertinggi Suzuki XL7 Alpha memiliki tampilan keren mulai dari Bold LED Headlamp dengan DRL auto on, Muscular Sweeping Cross Bar Front Chrome, Bold Hood Side Sit, Muscular Wheel Arch Extention, Muscular Lower Bumper, Roof Raill, Bold LED Rear Lamp with light guides, Chrome Door Handle, dan Bold Two Tone Colour.

Berbicara mengenai harganya, mengutip website https://dealer-suzuki.net/ , banderol harga XL7 dimulai dari Rp230 juta dari Tipe Zeta GL MT menjadi opsi terbawah. Selain itu, Tipe Alpha AT menjadi pilihan tertinggi dengan label harga mencapai Rp267 juta.

Adapun beberapa varian lain, seperti Zeta GL AT dibanderol Rp240,5 juta, Tipe Beta GX MT Rp246,5 juta, Tipe Beta GX AT Rp257 juta, dan Tipe Alpha MT Rp256,5 juta.

Simulasi Reksadana

Untuk Anda yang pecinta otomotif, tertarik untuk membeli mobil LSUV keren tersebut?

Ada banyak cara selain berutang untuk dapat membeli mobil baru tersebut. Salah satunya adalah dengan menabung di reksadana.

Mari kita simulasikan menabung di reksadana saham Sucorinvest Equity Fund -- salah satu reksadana saham yang menghasilkan keuntungan secara historis cukup menarik dalam lima tahun terakhir.

Misalkan kita setiap hari bisa menyisihkan uang senilai Rp100 ribu, maka dalam sebulan kita bisa mengumpulkan Rp3 juta. Kemudian, dalam 5 tahun, tidak terasa kita sudah memiliki modal Rp180 juta.

Sumber: Bareksa

Akan tetapi, uang yang terkumpul tersebut belum cukup untuk membeli mobil. Bahkan, bila hanya disimpan di tabungan bank saja, uang tersebut bisa terkena biaya administrasi bulanan.

Lain halnya bila uang pokok senilai Rp3 juta tersebut secara rutin tiap bulan ditabung di reksadana saham Sucorinvest Equity Fund. Uang yang disimpan pada reksadana ini berpotensi berkembang lebih besar apabila dibandingkan dengan tabungan.

Sumber: Bareksa

Misalkan kita dalam periode 1 Maret 2015 hingga 6 Februari 2020 secara rutin tiap bulan menabung di reksadana saham Sucorinvest Equity Fund. Hasilnya, uang pokok modal kita tadi bisa tumbuh menjadi Rp232,65 juta karena ada imbal hasil (return) investasi senilai Rp52,65 juta.

Artinya, selama 5 tahun menabung di reksadana saham tersebut, uang kita mengalami pertumbuhan senilai 29,25 persen. Tentunya, dana ini pun mencukupi untuk membeli mobil Suzuki XL7 (tipe terendah) secara tunai.

Menabung dengan disiplin di reksadana bisa saham menjadi cara alternatif yang menguntungkan. Sehingga beli mobil secara tunai bukan lagi menjadi impian. Jadi, yuk mulai berinvestasi di reksadana untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan lain di masa depan.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka dari itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang. Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER