Tiga Alasan Reksadana Campuran Cocok untuk Investasi

Ada potensi imbal hasil investasi yang lebih besar, namun dalam ukuran risiko yang masih bisa dikendalikan
Rabu, 11 Desember 2019 10:11:07 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi es campur untuk menggambarkan investasi reksadana campuran (shutterstock)

Bareksa.com - Bagi kamu yang tertarik untuk berinvestasi di reksadana tapi masih galau untuk memilih jenis yang mana, mungkin reksadana campuran bisa menjawab kegalauanmu. Berbeda dengan jenis reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, maupun reksadana pasar uang, reksadana campuran menempatkan danamu di beragam instrumen investasi.

Selain di saham, reksadana campuran juga menempatkan dana investasinya di instrumen obligasi dan pasar uang. Dengan begitu, maka ada potensi imbal hasil investasi yang lebih besar, namun dalam ukuran risiko yang masih bisa dikendalikan.

Berikut beberapa alasan mengapa reksadana campuran cocok dipilih :

1. Sumber Keuntungan Beragam

Sesuai dengan namanya (campuran), maka jenis reksadana ini memiliki karakteristik yang mencampur sejumlah instrumen investasi menjadi satu. Itulah sebabnya potensi keuntungan dan kerugian dari jenis reksadana ini juga berasal dari beberapa sumber sekaligus.

Pada reksadana campuran, alokasi instrumen saham maupun obligasi tidak boleh melebihi batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 79 persen dari nilai aktiva bersih (NAB).

Manajer investasi boleh memilih instrumen investasi mana yang lebih besar jumlahnya. Dengan karakteristik tersebut, maka potensi keuntungan yang bisa diperoleh dari reksadana campuran dapat lebih tinggi dari reksadana pendapatan tetap atau reksadana pasar uang, namun cenderung lebih rendah dari reksadana saham.

Namun, bukan berarti reksadana campuran tidak bisa melampaui kinerja dari reksadana saham. Hal itu bisa saja terjadi jika kondisi pasar obligasi sedang berada dalam performa terbaiknya akibat derasnya arus dana asing yang masuk ke pasar obligasi domestik.

Kondisi tersebut dapat mendongkrak kinerja reksadana campuran. Bila dikombinasikan dengan hasil investasi melalui saham, maka bila diakumulasikan dalam jangka panjang, bisa jadi keuntungan dari reksadana campuran akan lebih besar dari reksadana saham.

2. Risiko LebihTerukur

Dengan reksadana campuran, kamu bisa menakar risiko investasimu. Jadi tidak perlu galau lagi, karena jenis investasi ini cukup fleksibel. Dengan instrumen efek yang tersebar, maka risiko investasi dari jenis reksadana ini juga akan tersebar.

Dengan demikian, jika tiba-tiba kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) buruk, kamu bisa berharap keuntungan dari instrumen obligasi atau pasar uang. Begitupun sebaliknya, jika kinerja obligasi tidak begitu baik, kamu bisa mengharapkan keuntungan yang besar dari instrumen saham.

Selain itu, kamu bisa menyesuaikan reksadana campuran dengan kepribadianmu. Jika kamu tergolong orang yang cukup berani mengambil risiko, maka kamu bisa meminta manajer investasi untuk menempatkan 70 persen danamu di saham, sedangkan sisanya ditempatkan di instrumen obligasi dan pasar uang.

Namun jika kamu adalah tipikal investor yang moderat, kamu bisa melakukan hal sebaliknya yakni dengan menempatkan mayoritas danamu pada instrumen obligasi atau pasar uang. Tapi kalau kamu masih bingung membagi porsi saham dan obligasi serta pasar uang pada reksadana campuran, maka kamu bisa membaginya rata 50:50.

3. Cocok untuk Tujuan Jangka Menengah-Panjang

Reksadana campuran akan memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi jika kamu menempatkannya untuk tujuan investasi jangka panjang setidaknya 3 tahun hingga 5 tahun. Hal ini disebabkan karena sifatnya yang tidak terlalu mampu menghasilkan pendapatan yang besar dalam waktu cepat.

Keuntungan dari reksadana campuran akan lebih lambat dibandingkan reksadana saham, sehingga kamu perlu bersabar hingga akumulasi keuntungannya cukup besar untuk bisa digunakan sesuai tujuan keuanganmu.

Sebagai contoh, hasil investasinya bisa digunakan untuk rencana yang terprogram, misalnya untuk pendidikan anak yang pastinya akan menuntut banyak pengeluaran.

Apalagi bila kamu dan pasanganmu berpikir untuk memiliki lebih dari dua anak, sehingga kamu harus pintar mengatur keuangan dari sekarang dan merasakan manfaatnya di masa datang. Reksadana ini juga bisa dijadikan sebagai sumber pendanaan untuk mencukupi masa pensiunmu nanti.

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana campuran adalah reksadana yang melakukan investasi pada efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang, dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri yang masing-masing paling banyak 79 persen (tujuh puluh sembilan persen) dari nilai aktiva bersih, di mana dalam portofolio reksadana tersebut wajib terdapat efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang.

Jenis reksadana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 3 - 5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko moderat.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER