Jumlah Produk Berkurang, Dana Kelolaan Reksadana Justru Melonjak

Nilainya mencapai Rp554,44 triliun atau naik 9,7 persen secara year to date
Jumat, 08 November 2019 11:09:12 WIB Issa Almawadi
Image
Ilustrasi investasi di reksadana (shutterstock)

Bareksa.com – Dana kelolaan alias asset under management (AUM) reksadana semaking meningkat. Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM reksadana menjadi Rp554,44 triliun per 25 Oktober 2019.

Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2018, AUM reksadana tersebut tumbuh 9,7 persen dari Rp505,39 triliun.

Namun ada yang menarik dari nilai AUM reksadana per 25 Oktober ini. Ternyata, pertumbuhan AUM reksadana tidak dibarengi dengan pertumbuhan jumlah produk reksadana itu sendiri.

Pada periode ini, jumlah reksadana tercatat sebanyak 2.174 produk atau berkurang 20 produk dari posisi September 2019 yang sebanyak 2.194 produk.

Secara rinci, penurunan produk tersebut dialami reksadana jenis terproteksi. Data OJK mengungkapkan, jumlah produk reksadana terproteksi menjadi 910 produk dari 933 produk di akhir September 2019. Jumlah produk reksadana pendapatan tetap juga turun dari 297 produk menjadi 296 produk.

Penurunan jumlah produk juga dialami reksadana saham syariah dari 67 produk menjadi 64 prdouk, dan reksadana campuran syariah dari 26 produk menjadi 25 produk.

Meski begitu, jumlah unit penyertaan yang beredar tetap naik. Jumlahnya mencapai 422,54 juta dari posisi September 2019 sebanyak 414,711 juta.

Sumber: OJK

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Jenis investasi ini baik untuk pemula yang belum terlalu memahami dunia saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya, karena dalam skema investasi reksadana akan ada Manajer Investasi (MI) yang membantu mengelola uang Anda.

Reksadana juga merupakan jenis investasi yang tidak membutuhkan banyak modal, karena uang tersebut akan digabungkan dengan uang orang lain yang kemudian dikelola bersama demi memperoleh keuntungan. Bahkan saat ini, banyak reksadana yang dapat dibeli hanya dengan Rp100.000 saja.

Selain disarankan bagi pemula, jenis investasi yang satu ini juga memang dikenal menguntungkan untuk investasi jangka panjang (misalnya saja untuk investasi dana pensiun). Dengan demikian, tak jarang investor kawakan juga memilih reksadana dalam berinvestasi.

Sebagai informasi, mayoritas reksadana saham di Bareksa bisa dibeli dengan modal Rp100.000 saja. Jadi dengan modal minimal, investor bisa juga menikmati keuntungan maksimal.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER