Keunggulan, Karakteristik dan Risiko Reksadana Terproteksi

Reksadana terproteksi ialah jenis reksadana yang akan memproteksi 100 persen pokok investasi investor
Selasa, 29 Oktober 2019 15:27:04 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi perempuan investor yang mempelajari seluk-beluk reksadana terproteksi (shutterstock)

Bareksa.com - Reksadana terproteksi ialah jenis reksadana yang akan memproteksi 100 persen pokok investasi investor pada saat jatuh tempo. Reksadana ini memiliki jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya oleh manajer investasi, namun dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa jaminan adanya proteksi terhadap pokok investasi.

Produk reksadana ini menjadi produk yang tahan terhadap kondisi bursa yang naik ataupun turun karena karakteristik dari reksadana ini hampir mirip dengan deposito. Sistem kerja dari deposito memiliki nilai pokok yang tetap pada saat jatuh tempo dan jangka waktu investasinya yang menentukan adalah nasabah, sedangkan reksadana proteksi jangka waktu jatuh temponya yang menentukan adalah manajer investasi.

Karateristik Reksadana Terproteksi

Dalam investasi dikenal pembagian waktu investasi ada yang jangka pendek (<1 tahun), menengah (1-5 tahun) dan jangka panjang (>5 tahun). Reksadana terproteksi ini sangat cocok untuk pemodal yang memiliki kebutuhan dana kurang dari 5 tahun, karena reksadana terproteksi memiliki jangka waktu investasi antara 6 bulan sampai 3 tahun.

Manajer investasi melindungi nilai pokok investasi investor dengan cara melakukan investasi pasif. Investasi pasif adalah sebuah cara investasi dengan membeli suatu instrumen investasi dan memegangnya hingga jatuh tempo.

Instrumen investasi yang dipilih untuk dimasukan ke dalam portofolio reksadana terproteksi biasanya adalah efek yang memberikan pendapatan yang tetap seperti obligasi dan medium term notes (MTN).

Imbal hasil reksadana terproteksi dibagikan secara berkala. Karena manajer investasi membeli obligasi sebagai aset dasar reksadana terproteksi ini, maka secara periodik investor akan mendapat imbal hasil berupa kupon.

Nilai pokok investasi umumnya utuh pada saat jatuh tempo. Dalam strategi investasi pasif, jika pihak yang berutang (penerbit obligasi) melunasi seluruh utangnya pada saat jatuh tempo, maka dana pokok investor akan kembali seutuhnya.

Ada kemungkinan penerbit obligasi akan melunasi lebih cepat utangnya sehingga nilai pokok investasi sudah dikembalikan ke investor sebelum jatuh tempo.

Cara Kerja Reksadana Terproteksi

Lantas, bagaimana sebuah reksadana dapat melindungi seluruh nilai pokok investasi?

Jawabannya adalah yaiu dengan cara di mana manajer investasi melakukan investasi pasif. Seperti yang sudah disebutkan dalam karakteristik reksadana proteksi, jadi reksadana ini membeli obligasi dan memilikinya hingga jatuh tempo. Obligasi ini merupakan produk investasi yang bisa dikategorikan aman apabila memiliki peringkat investasi (investment grade) yakni minimal di level BBB-.

Berbeda dengan reksadana saham, di mana manajer investasinya akan melakukan investasi aktif dengan mengikuti pergerakan ekonomi seperti mengikuti waktu, mencari informasi dan melakukan kegiatan jual beli saham.

Cara kerja reksadana terproteksi yaitu manajer investasi mengikat perjanjian dengan perusahaan asuransi. Apabila obligasi yang masuk ke dalam portofolio reksadana bangkrut, maka perusahaan asuransi akan mengganti rugi. Kemudian juga manajer investasi harus membayar premi kepada perusahaan asuransi tersebut.

Risiko Investasi Reksadana Terproteksi

Dengan adanya kata “terproteksi”, bukan berarti produk investasi ini tanpa risiko. Proteksi di sini berbeda dengan asuransi. Misalkan Anda mengasuransikan kendaraan bermotor Anda, kemudian terjadi kecelakaan atau dicuri, maka Anda bisa mengklaim atas risiko tersebut.

Berbeda dengan reksadana terproteksi, jika nilai pokok investasi reksadana terproteksi tidak kembali karena di luar kesalahan dari manajer investasi misalnya adalah tindakan wan prestasi dari penerbit obligasinya, maka investor tidak dapat menuntut pihak manajer investasi. Namun jika penyebab kerugian dikarenakan manajer investasi yang terbukti membawa kabur dana investor, maka investor dapat menuntutnya.

Beberapa risiko yang terdapat dalam reksadana terproteksi :

• Turunnya harga obligasi karena penerbit obligasi gagal melunasi utang obligasi.
• Tindakan dari investor yang mencairkan dananya sebelum jatuh tempo, dijual ketika harga obligasi di bawah harga pembelian.
• Manajer investasi mungkin tidak hanya menginvestasikan pada obligasi, tapi juga jenis investasi yang lain. Jadi ada kemungkinan kerugian pada jenis investasi lain di saat pembayaran obligasi yang lancar.

Setelah kita mengetahui seluk beluk reksadana terproteksi, maka kita juga perlu berhati-hati dalam memilih manajer investasi, jangan sampai tergiur pada tingkat imbal hasil yang tinggi saja.

Ada baiknya anda membaca prospektus terlebih dahulu. Bagi para pemula, jenis reksadana ini memang cocok karena mengandung risiko yang rendah-menengah meskipun imbal hasilnya tidak terlalu besar.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER