Bunga Deposito Tren Menurun, Sukuk Tabungan ST006 Bisa Jadi Alternatif Investasi

Dari penerbitan ST seri sebelumnya, imbal hasil yang ditawarkan pemerintah lebih tinggi dari deposito
Selasa, 29 Oktober 2019 16:43:28 WIB Issa Almawadi
Image
Acara satu dasawarsa Sukuk Negara Tabungan. (DJPPR Kemenkeu)

Bareksa.com – Indikator Likuiditas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyampaikan rata-rata bunga deposito rupiah (dihitung dengan rata-rata bergerak 22 hari) bank benchmark LPS pada akhir September 2019 mencapai 5,89 persen. Angka itu turun 5 bps dari posisi akhir Agustus 2019.

LPS juga menuturkan hal yang sama terjadi pada rata-rata suku bunga minimum dan maksimum  yang tercatat turun 5 dan 6 bps ke posisi 4,86 persen dan 6,93 persen.

Rata-rata bunga deposito valas juga mengalami penurunan, dengan bunga minimum turun dan maksimum turun 11 bps dan 6 bps menjadi 1,76 persen dan 1,18 persen.

Menurut LPS, suku bunga simpanan perbankan akan terus melanjutkan tren penurunan merespons penurunan BI 7 day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dan langkah pelonggaran yang ditempuh BI.

Meredanya kompetisi pada bunga special rate dan couter rate terjadi pada seluruh kelompok BUKU bank menuju kondisi normal sehingga diharapkan dapat mengurangi biaya dana dan memperbaiki NIM perbankan.

Selanjutnya penurunan suku bunga deposito pada semua tenor dan kelompok BUKU bank diharapkan dapat diikuti penurunan pada suku bunga kredit.

Di tengah tren penurunan suku bunga deposito, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengeloaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) akan merilis Green Sukuk Ritel seri ST006. Rencananya, ST006 bakal meluncur pada kisaran 1-21 November  2019 mendatang.

Adanya ST004 ini bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin mendapatkan keuntungan lebih dibandingkan dengan hanya menaruh uang di deposito perbankan.

Perbandingan Bunga Deposito Bank dan Imbal Hasil Sukuk Tabungan

Sumber: LPS, Kemenkeu, diolah Bareksa

Dengan melihat tren suku bunga deposito perbankan saat peluncuran Suku Tabungan seri sebelumya, terlihat jelas bagaimana perbedaannya.

Tak hanya itu, modal untuk berinvestasi di ST006 pun juga terjangkau. Investor yang ingin membeli ST006 hanya membutuhkan modal sekitar Rp1 juta dengan maksimal pembelian Rp3 miliar.

Terlebih lagi, instrumen ini juga halal dan bebas dari riba. Sukuk Tabungan dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan), dan riba (usury). Sukuk telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia.

Ikuti terus perkembangan ST006  di Bareksa dan bersiap-siap untuk menjadi investor dan nikmati kemudahan dan keuntungannya!

* * *

Ingin berinvestasi halal yang dijamin negara?

Sukuk Tabungan seri ST006 hanya bisa dibeli selama masa penawaran 1-21 November 2019. Meski masa penawaran belum dibuka, kita sudah bisa mendaftar terlebih dahulu untuk memesan ST006 di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi ST006? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan ST006.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli ST006? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

(AM)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER