Terdorong Lonjakan Saham BMRI, Reksadana Ini Melesat

Saham BMRI ditutup melesat 3,66 persen ke level Rp7.075 per saham pada perdagangan kemarin
Kamis, 24 Oktober 2019 08:43:00 WIB Arief Budiman
Image
Dua petugas memasang bagian dari stiker raksasa merah putih di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/7/2019). Memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Bank Mandiri memasang stiker raksasa bertema kebhinekaan di beberapa kantor utama, yaitu Plaza Mandiri, Wisma Mandiri, Museum Mandiri & Graha Mandiri. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Bareksa.com - Harga saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ditutup melesat 3,66 persen ke level Rp7.075 per saham pada perdagangan Rabu, 23 Oktober 2019.

Volume transaksi perdagangan kemarin tercatat sebanyak 492.202 lot saham dengan nilai transaksi mencapai R342,85 miliar, melonjak cukup signifikan dibandingkan dengan transaksi sehari sebelumnya yang sebanyak 310.251 lot dengan nilai transaksi Rp211 miliar.

Lonjakan saham BMRI yang terjadi pada perdagangan kemarin turut mendorong kinerja reksadana yang memiliki saham tersebut dalam portofolionya.

Berdasarkan reksadana saham yang dijual Bareksa, kemarin reksadana saham BNP Paribas Infrastruktur Plus menjadi reksadana saham dengan imbal hasil (return) harian tertinggi dibandingkan seluruh produk lain yang sejenis. Berikut ulasannya.

BNP Paribas Infrastruktur Plus


Sumber: Bareksa

Reksadana saham yang dikelola oleh PT BNP Paribas Asset Management ini berhasil naik 1,62 persen pada perdagangan kemarin,jauh mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat hanya menguat 0,51 persen.

Hingga September 2019, BNP Paribas Infrastruktur Plus juga telah memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) Rp1,32 triliun.

BNP Paribas Infrastruktur Plus bertujuan untuk memberikan tingkat pengembalian yang optimal atas nilai investasi jangka panjang yang menarik dengan investasi pokok pada efek bersifat ekuitas atau saham yang terkait dengan tema infrastruktur.

Arah kebijakan investasinya yaitu :

• Minimum 0 persen and maksimum 20 persen pada efek bersifat utang termasuk instrumen pasar uang yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun
• Minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat ekuitas.

Melansir fund fact sheet per September 2019, beberapa aset lain yang terdapat dalam portofolio BNP Paribas Infrastruktur Plus antara lain :

• PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
• PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
• PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
• PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Sebagai informasi, BNP Paribas Infrastruktur Plus dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 8 Maret 2007ini bekerja sama dengan bank kustodian Citibank N.A.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka dari itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang. Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER