Masa Penawaran ORI016 Berakhir, Masih Ada Satu SBN Ritel Lagi Tahun Ini

ST006 adalah satu seri SBSN yang memenuhi kerangka Green Sukuk
Kamis, 24 Oktober 2019 10:53:58 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Bila kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis. Pada saat jatuh tempo, pemerintah akan mengembalikan uang pokok kita secara utuh dan aset negara pun kita kembalikan.

Bareksa.com - Masa penawaran Obligasi Negara Ritel seri ORI016 baru saja berakhir hari ini 24 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB. Masyarakat yang belum sempat atau ingin membeli Surat Berharga Negara (SBN) lagi, masih punya kesempatan dalam penawaran selanjutnya tahun ini.

Menurut rencananya, di awal November 2019, Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menerbitkan Sukuk Tabungan seri ST006. Masa penawaran ST006 diperkirakan pada 1-21 November 2019.

Sukuk Tabungan adalah investasi untuk investor individu dengan jangka waktu dua tahun yang menggunakan prinsip pengelolaan syariah. Sukuk adalah bukti kepemilikan sebagian aset negara yang disewakan kepada pemerintah dan bukan surat utang. Sukuk Tabungan (ST), sesuai dengan namanya, memiliki sifat yang mirip dengan tabungan atau deposito bank tetapi memiliki sejumlah keunggulan.

Bila kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis. Pada saat jatuh tempo, pemerintah akan mengembalikan uang pokok kita secara utuh dan aset negara pun kita kembalikan.

ST ditawarkan untuk investor individu atau ritel seperti kita, yang memiliki modal terbatas. Maka dari itu, nilai minimal pemesanan ST juga sangat terjangkau, mulai dari Rp1 juta (1 unit) dengan kelipatan Rp1 juta hingga Rp3 miliar (3000 unit) per orang selama masa penawaran.

Bagi investor yang memegang prinsip-prinsip Islami, investasi Sukuk Tabungan bisa menjadi pilihan karena bebas dari unsur riba (bunga), maysir (judi) dan gharar (ketidakpastian). Segala informasi tentang struktur, keuntungan, dan tanggal jatuh tempo sukuk dapat dibaca dalam memorandum informasi yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan.

Green Sukuk

Berdasarkan paparan DJPPR kepada mitra distribusi, ST006 ini akan memenuhi kerangka kerja Green Sukuk dengan nilai maksimum Rp4,35 triliun. Artinya, dana hasil penerbitan ST akan digunakan membangun proyek ramah lingkungan dengan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menggunakan akad wakalah (atau perwakilan), dana hasil penerbitan sukuk bisa digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) dan membiayai proyek baru. Aset yang menjadi agunan (underlying) untuk ST006 termasuk barang milik negara dan proyek baru dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Proyek hijau di Kementerian Perhubungan termasuk Bandar Udara, Kenavigasian, Kepelabuhan senilai Rp2,12 triliun. Kemudian, proyek hijau di Kementerian PUPR termasuk Embung, Jaringan Irigasi, Checkdam, dll senilai Rp2,23 triliun.

Keuntungan Sukuk

Sukuk bisa menjadi alternatif investasi bagi masyarakat karena menawarkan imbal hasil. Keuntungan atau imbal hasil yang diberikan adalah berupa uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip syariah Islam yang tidak mengandung unsur riba.

Imbal hasil sukuk ini juga akan dibayarkan secara rutin tiap bulan dan nilai pokok modal kita akan dibayarkan pada saat jatuh tempo yakni setelah dua tahun.

Imbalan ini akan dikenakan pajak penghasilan oleh pemerintah sebesar 15 persen. Potongan pajak ini lebih kecil daripada pajak deposito yang sebesar 20 persen.

Tidak perlu takut uang kita akan hilang setelah jatuh tempo, karena pembayaran uang pokok dan imbal hasil bulanan dijamin 100 persen oleh pemerintah. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Dalam waktu dekat ini, pemerintah akan menawarkan Sukuk Tabungan seri ST006. Meski masa penawaran belum dibuka, kita sudah bisa mendaftar terlebih dahulu untuk memesan ST006 di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi ST006? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan ST006.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli ST006? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER