Tiga Reksadana AUM Terbesar September 2019, Salah Satunya Kelola Rp14,54 Triliun

Di antaranya reksadana Schroder Dana Prestasi Plus, Danamas Stabil, dan Eastpring IDR Fixed Income Fund
Rabu, 09 Oktober 2019 16:22:23 WIB Issa Almawadi
Image
Karaniya Dharmasaputra (Komisaris Bareksa.com) Michael Tjoajadi, (Dirut Schroders Indonesia), Adrian Maulana (Senior Vice President Intermediary Business Schroders Indonesia) (Bareksa)

Bareksa.com – Dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana kembali bertumbuh. Per September 2019, nilainya mencapai Rp540,91 triliun atau naik 6,67 persen dari posisi akhir 2018 Rp507,09 triliun.

Catatan itu tidak lepas dari kehadiran beberapa produk racikan manajer investasi. Seperti tiga produk dengan AUM terbesar berikut ini.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), produk-produk tersebut di antaranya reksadana Schroder Dana Prestasi Plus, Danamas Stabil, dan Eastpring IDR Fixed Income Fund. Shroder Dana Prestasi Plus memimpin AUM terbesar dengan nilai Rp14,54 triliun, kemudian disusul Danamas Stabil Rp7,36 triliun dan Eastspring IDX Fixed Income Rp6,64 triliun.

Mau tahu bagaimana profil ke lima produk tersebut? Berikut ulasannya.

Daftar 3 Produk dengan AUM Terbesar per September 2019

Sumber: OJK

Shcroder Dana Prestasi Plus

Produk yang lahir pada 25 September 2000 hasil racikan PT Schroder Investment Management Indonesia ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan investasi modal dalam jangka panjang pada saham.

Kebijakan investasinya minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada ekuitas dan maksimum 20 persen pada efek utang dan/atau Instrumen pasar uang.

Dalam 10 tahun terakhir, produk dengan tipe reksadana saham ini memberikan return hingga 104,49 persen. Namun pada tahun ini secara year to date, return Shroder Dana Prestasi Plus masih minus 5,38 persen. Adapun alokasi asetnya per Agustus 2019 adalah 86,65 persen di saham dan sisanya 13,15 persen di pasar uang.

Saat ini nilai aktiva bersih (NAB) per unit produk tersebut Rp30.845,49. Adapun pembelian minimal Shcroder Dana Prestasi Plus adalah Rp100.000 saja.

Danamas Stabil

Produk yang berasal dari jenis reksadana pendapatan tetap lahir dari racikan Sinarmas Asset Management dan terbit pada 28 Februari 2005. Dalam 10 tahun terakhir, produk ini memberikan return 110,04 persen dengan return year to date tahun ini 5,6 persen.

Danamas Stabil bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang stabil dan optimal dalam jangka menengah dan panjang dengan tingkat risiko yang relatif rendah. Kebijakan investasinya maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang, EBA, ekuitas dan derivatif, serta minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat utang.

Saat ini, NAB per unit Danamas Stabil adalah Rp3.485,05. Untuk memiliki produk ini, minimal pembelian awalnya adalah Rp10 juta dengan pembelian selanjutnya Rp5.000.000.

Eastpring IDR Fixed Income Fund

Last but not least adalah Eastpring IDR Fixed Income Fund. Produk yang juga datang dari jenis reksadana pendapatan tetap ini merupakan racikan Eastspring Investments Indonesia yang lahir pada 16 Maret 2015.

Usia yang masih muda namun punya return yang cukup baik. Dalam 3 tahun terakhir, return produk ini mencapai 17,97 persen dengan retun year to date tahun ini 9,25 persen.

Eastspring IDR Fixed Income Fund bertujuan untuk memberikan pengembalian investasi yang optimal atas investasi jangka panjang pada efek bersifat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau korporasi berbadan hukum Indonesia yang telah dijual dalam penawaran umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan instrumen pasar uang dalam negeri.

Kebijakan investasinya minimum 80 persen dan maksimum 100 persen dari nilai aktiva bersih pada efek bersifat utang serta minimum 0 persen dan maksimum 20 persen dari nilai aktiva bersih pada instrumen pasar uang.

Eastspring IDR Fixed Income Fund bisa dibeli mulai Rp100.000 saja dan saat ini harga NAB per unitnya adalah Rp1.333,52.

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito. Sementara itu, reksadana syariah hanya bisa berinvestasi pada efek yang masuk dalam pengelolaan secara syariah.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER