Top 5 MI Juara AUM Reksadana Agustus 2019, Siapa Ranking Naik dan Turun?

Beberapa waktu terakhir di industri pengelolaan reksadana, antara MI sering kali saling salip dana keloaan
Rabu, 11 September 2019 15:53:43 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi ranking dana kelolaan reksadana yang dikelola manajer investasi (shutterstock)

Bareksa.com - Posisi lima teratas dalam industri manajemen investasi Tanah Air kembali mengalami sedikit perubahan posisi per Agustus 2019. Untuk diketahui, terdapat beberapa perusahaan besar yang dalam beberapa waktu terakhir di industri pengelolaan reksadana ini sering kali salip-menyalip dalam hal total dana keloaan (asset under management/AUM) terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), posisi teratas perusahaan manajemen aset dengan AUM terbesar untuk reksadana yang ditawarkan pada publik periode Agustus 2019 kembali ditempati oleh PT Mandiri Manajemen Investasi atau MMI dengan AUM Rp44,38 triliun.

Sementara di peringkat kedua ditempati oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen atau Batavia Prosperindo dengan AUM Rp43,53 triliun.

Adapun di peringkat ketiga dan keempat terjadi pergeseran, di mana PT Bahana TCW Investment Management atau Bahana dengan AUM Rp41,79 triliun menyalip PT Schroder Investment Management Indonesia atau Schroders Indonesia dengan AUM Rp40,96 triliun.

Hal itu tak lepas dari dana kelolaan Bahana yang mencatatkan lonjakan Rp446,63 miliar sepanjang bulan lalu, sementara AUM Schroders Indonesia justru terpangkas Rp1,36 triliun dalam periode yang sama.

Sementara itu, posisi pertama dan kedua tidak mengalami perubahan, karena baik MMI dan Batavia Prosperindo sama-sama mencatatkan kenaikan, yakni masing-masing sebesar Rp579,49 miliar dan Rp745,75 miliar.

Terakhir di posisi kelima ditempati PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dengan dana kelolaan Rp31,33 triliun.

Top 5 Manajer Investasi Dana Kelolaan Reksadana Terbesar (Agustus 2019)


Sumber : Bareksa

Dari lima besar manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana terbesar pada Agustus 2019, Batavia PAM mencatatkan kenaikan dana kelolaan secara bulanan month on month (MoM) yang AUMnya naik 2 persen. Secara year to date, Manulife AM membukukan kenaikan tertinggi yakni 13 persen, serta secara tahunan (year on year/YoY) kenaikan dana kelolaan tertinggi oleh Batavia PAM dan Bahana TCW masing-masing 11 peesen.

Adapun Schroders justru mencatatkan penurunan dana kelolaan secara bulanan negatif 3 persen, YtD turun 12 persen, serta YoY anjlok 10 persen.

Lebih lengkap berikut ulasan top 5 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana terbesar per Agustus 2019 :

1. PT Mandiri Manajemen Investasi

PT Mandiri Manajemen Investasi atau yang lebih dikenal sebagai Mandiri Investasi didirikan pada Desember 2004 setelah memisahkan diri (spin-off) dari PT Mandiri Sekuritas.

Mandiri Investasi, yang merupakan bagian dari grup PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), adalah manajer investasi nasional terbesar yang berpengalaman di bidang pengelolaan portofolio investasi sejak 1993.

Produk Mandiri Investasi yang dijual di Bareksa


Sumber: Bareksa

Per Agustus 2019, perusahaan yang berkantor pusat di Plaza Mandiri Lt. 29, Jalan Jend. Gatot Subroto Kav.36-38 ini mengelola 151 produk reksadana, di mana 9 di antaranya juga dijual melalui Bareksa.

2. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen

PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen berdiri pada 1996, berdasarkan izin dari Bapepam-LK No. KEP-03/PM/MI/1996. Sebelumnya perusahaan bernama PT Bira Aset Manajemen hingga diakuisisi oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen. Perusahaan mengelola portofolio berbagai produk reksadana dan kontrak pengelolaan dana bilateral.

Produk Batavia PAM yang dijual di Bareksa


Sumber: Bareksa

Per Agustus 2019, perusahaan yang berkantor pusat di Chase Plaza Lt. 12, Jalan Jend. Sudirman Kav. 21 ini mengelola 121 produk reksadana, di mana 6 di antaranya juga dijual melalui Bareksa.

3. PT Bahana TCW Investment Management

PT Bahana TCW Investment Management didirikan tahun 1994 dan merupakan perusahaan manajemen investasi yang telah mendapatkan izin Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) di tahun 1995. Bahana TCW telah memiliki izin usaha sebagai MI berdasarkan Kep-06/PM/MI/1994 Tanggal 21 Juni 1994.

Produk Bahana TCW Investment yang dijual di Bareksa


Sumber: Bareksa

Per Agustus 2019, perusahaan yang berkantor pusat di Graha Niaga Lt. 21, Jalan Jend. Sudirman Kav. 58 ini mengelola 116 produk reksadana, di mana 7 di antaranya juga dijual melalui Bareksa.

4. PT Schroder Investment Management Indonesia

Schroders hadir sejak tahun 1991. PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia) merupakan manajer investasi yang 99 persen persen sahamnya dimiliki oleh Schroders Plc dan telah menerima izin manajer investasi dari Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h BAPEPAM-LK) No. KEP-04/PM/MI/1997 tertanggal 25 April 1997.

Produk Schroders yang dijual di Bareksa


Sumber: Bareksa

Per Agustus 2019, perusahaan yang berkantor pusat di Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1, 30th Floor Jalan Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta ini mengelola 30 produk reksadana, di mana 13 di antaranya juga dijual melalui Bareksa.

5. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (“MAMI”) merupakan salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1996. MAMI adalah bagian dari Manulife Asset Management, perusahaan manajemen investasi global grup Manulife yang menawarkan beragam jasa manajemen investasi dan reksa dana di Indonesia.

Produk Manulife Aset Manajemen yang dijual di Bareksa


Sumber : Bareksa

Tercatat per Agustus 2019, perusahaan manajemen investasi yang berkantor pusat di Sampoerna Strategic Square South Tower Lt. 31, Jalan Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta Selatan ini mengelola 27 produk reksadana, di mana 14 produk di antaranya dijual di Bareksa.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER