Cara Merdeka Finansial, Nabung Rp40.000 per Hari Bisa Punya Modal Rp1 Miliar

Nabung Rp40.000 per hari di reksadana Schroder Dana Prestasi selama 17 tahun bisa terkumpul Rp1 miliar lebih
Jumat, 16 Agustus 2019 16:38:15 WIB Abdul Malik
Image
Pelajar melakukan penghormatan pada bendera Merah Putih yang berkibar di menara Masjid Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, Kamis (15/8/2019). Pengibaran Bendera Merah Putih berukuran panjang 25 meter dan lebar 17 meter itu dalam rangka menyambut HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

Bareksa.com - Pada tanggal 17 Agustus 2019 ini, Indonesia merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-74. Meskipun negara kita telah merdeka dari penjajahan, namun apakah kita sudah benar-benar merdeka?

Salah satu kemerdekaan yang diinginkan banyak orang adalah kemerdekaan finansial atau disebut kebebasan finansial (financial freedom). Kebebasan finansial adalah suatu keadaan, di mana kita memiliki tabungan atau saving cukup banyak dan relatif aman, serta hasilnya dapat mencukupi setiap kebutuhan hidup kita dengan gaya hidup yang kita inginkan.

Kondisi financial freedom memperlihatkan bahwa uanglah yang bekerja untuk kita dan sering dinamakan juga sebagai pendapatan pasif (passive income). Saving dapat kita lakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan melakukan investasi melalui reksadana, saham, properti dan lain sebagainya.

Menurut pakar keuangan asal Amerika, Robert T. Kiyosaki, kemerdekaan finansial bukanlah kita menjadi kaya dan bukan pula memiliki harta berlimpah. Melainkan suatu kondisi di mana kita benar-benar bebas menjadi diri sendiri dan benar-benar bebas menjalankan hal-hal yang disukai.

Mencapai kemerdekaan finansial memang tidak mudah. Namun bukan berarti sulit dan tidak mungkin diwujudkan. Dengan perencanaan investasi, kedisiplinan, serta pemilihan instrumen investasi yang tepat, kita bisa mencapai target keuangan yang kita inginkan. Salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih adalah reksadana.

Selain aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, reksadana juga berpotensi memberikan imbal hasil optimal, bukan objek pajak, serta sangat berpeluang bisa mengalahkan angka inflasi. Pemilihan jenis reksadana juga sangat disarankan agar disesuaikan dengan profil risiko investor.

Perlu dicatat, target keuangan setiap orang bisa berbeda-beda. Sebab nilai uang yang dianggap sudah mencukupi tentu berbeda-beda bagi setiap orang, karena kondisi dan kebutuhan orang berbeda-beda pula.

Misalkan bagi sebagian orang, uang senilai Rp500 juta sudah mencukupi, sehingga dia memutuskan berhenti bekerja dan mulai buka usaha. Namun bagi sebagian orang lainnya nilai itu mungkin tidak mencukupi.

Simulasi Reksadana

Misalkan saat ini kita menargetkan dana Rp1 miliar. Jika disimulasikan dengan nabung reksadana adalah seperti ulasan berikut :


Sumber : Bareksa

Andaikan kita mampu menyisihkan dana Rp1,2 juta per bulan atau setara Rp40.000 per hari untuk kita investasikan di reksadana saham Schroder Dana Prestasi besutan PT Schroder Investment Management Indonesia.

Untuk investasi awal kita menempatkan dana Rp1 juta dan setiap bulan kita disiplin menambah investasi (top up) Rp1,2 juta selama 17 tahun. Kita gunakan tools Simulasi Investasi Reksadana Bareksa.


Sumber : Bareksa

Dari hasil simulasi, dana pokok investasi yang berhasil kita kumpulkan dalam 17 tahun adalah senilai Rp244,6 juta. Tidak hanya itu, kita juga berhasil memperoleh imbal hasil investasi senilai Rp799,24 juta atau mencapai 326,76 persen. Sehingga total dana pokok dan imbal hasil investasi yang berhasil kita kumpulkan jadi senilai Rp1,04 miliar.

Imbal hasil 326,76 persen selama 17 tahun jika dirata-ratakan per tahun adalah 19,17 persen. Nilai itu sudah mampu mengalahkan inflasi nasional yang sekitar 3-5 persen per tahun, bahkan mampu mengalahkan rata-rata inflasi biaya pendidikan atau properti yang sekitar 15 persen.

Dengan dana Rp1 miliar bisa kita gunakan untuk modal usaha atau untuk mencukupi kebutuhan lainnya.

Simulasi ini mengandaikan kita sudah berinvestasi sejak perayaan kemerdekaan 17 tahun lalu. Sehingga pada perayaan kemerdekaan 17 Agustus tahun ini kita telah memiliki dana tabungan Rp1 miliar. 

Perlu diingat reksadana yang digunakan dalam simulasi adalah jenis reksadana saham yang cocok untuk profil investor agresif atau berani mengambil risiko. Reksadana saham sangat disarankan untuk investasi jangka panjang yakni di atas 5 tahun. 

Ternyata tidak susah bukan untuk mencapai kemerdekaan finansial? Tertarik untuk mencoba? Ayo mulai berinvestasi di reksadana di Bareksa.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER