Suku Bunga Turun, Reksadana Saham Ini Bisa Kena Dorongan Positif

Sektor konstruksi dan properti dinilai terkena dampak positif penurunan suku bunga
Jumat, 19 Juli 2019 10:22:14 WIB Muhammad Ikhsan B
Image
Ilustrasi investasi secara online yang digambarkan dengan grafik di dalam tablet gadget dipegang oleh investor dengan latar belakang kalkulator dan kertas berisi kinerja saham obligasi reksadana surat utang negara.

Bareksa.com - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan. BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Penurunan ini diprediksi akan membawa keuntungan untuk sektor-sektor saham tertentu.

Selain sektor perbankan dan konstruksi, menurut analisis Bareksa salah satu sektor yang akan diuntungkan dengan penurunan suku bunga ialah sektor properti. Sebab, selain karena penyaluran kredit dari perbankan diperkirakan akan kembali meningkat, penurunan suku bunga kredit juga bisa membuat permintaan properti diprediksi bisa meningkat seiring lebih banyak permintaan untuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Penurunan suku bunga juga dinilai akan membuat beban pinjaman bank ke sektor konstruksi semakin ringan. Sebab, emiten konstruksi dapat dikatakan banyak mengandalkan pendanaan dari pinjaman bank.

Reksadana Saham

Jika The Fed benar-benar menurunkan suku bunga di akhir Juli, maka reksadana saham kembali mendapatkan katalis positif untuk melanjutkan trend penguatannya. Lantas, reksadana saham yang mana yang mempunyai sektor properti dan konstruksi sebagai top holdings (aset terbesar) dalam portofolionya?

Berdasarkan data Bareksa yang dirangkum dari fund fact sheet reksadana per Juni 2019, salah satu reksadana saham yang memiliki saham di kedua sektor ini adalah Minna Padi Pasopati Saham.

Top Holdings Minna Padi Pasopati Saham per Juni 2019

  • Jasa Marga (Persero) Tbk
  • Ciputra Development Tbk
  • Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
  • Waskita Karya (Persero) Tbk
  • BPD Jawa Timur

Adapun kebijakan investasi reksadana saham di atas ialah, minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek ekuitas dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang dan setara kas. Sebagai informasi, Minna Padi Pasopati Saham dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp250.000.

Reksadana saham memiliki eksposur yang besar terhadap saham, sehingga memiliko risiko fluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh tinggi dalam jangka panjang. Reksadana jenis ini cocok untuk investor bertipe agresif (risk taker) dan untuk investasi jangka panjang di atas 5 tahun.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. (KA01/hm)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER