Top 10 Manajer Investasi Reksadana Syariah Juni 2019, AUM Siapa Naik dan Turun?

Dari top 10 manajer investasi reksadana syariah, tujuh di antaranya mencatatkan penurunan AUM YtD 2019
Rabu, 17 Juli 2019 13:54:56 WIB Abdul Malik
Image
Ilustrasi sejumlah investor yang berinvestasi di reksadana syariah (123rf)

Bareksa.com - Dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksadana syariah anjlok 8,23 persen secara year to date pada Juni 2019 menjadi Rp33,5 triliun dibandingkan Rp36,5 triliun pada Desember 2018.

Berdasarkan laporan "Mutual Fund Industry : Data Market - Monthly Report June 2019" Bareksa yang mengutip data Otoritas Jasa Keuangan, penurunan itu akibat anjloknya dana kelolaan di reksadana saham syariah yang longsor 19 persen secara year to date, reksadana campuran syariah minus 9 persen, serta reksadana terproteksi syariah turun 6 persen.

Adapun AUM reksadana pasar uang syariah membukukan kenaikan 37 persen dan reksadana pendapatan tetap bertambah 4 persen.

Seiring penurunan dana kelolaan reksadana syariah secara industri, dalam daftar top 10 manajer investasi pun mayoritas mengalami penurunan AUM.

Daftar 10 Besar MI Reksadana Syariah per Juni 2019


Sumber : Sumber : "Mutual Fund Industry : Data Market - Monthly Report June 2019" Bareksa

Tercatat dari 10 MI, tujuh di antaranya mencatatkan penurunan dana kelolaan secara year to date. Penurunan terdalam dicatatkan oleh PT Eastspring Investments Indonesia yang AUM reksadana syariahnya anjlok 25 persen.

Kemudian disusul PT BNP Paribas Investment Partners, yang dana kelolaan reksadana syariahnya anjlok 24 persen,  PT Manulife Aset Manajemen Indonesia turun 20 persen, PT Maybank Asset Management (-18 persen), PT Mandiri Manajemen Investasi (-15 persen), PT Schroder Investment Management Indonesia (12 persen), serta Kharisma AM (-2 persen).

Adapun manajer investasi yang membukukan kenaikan dana kelolaan reksadana syariah hingga Juni 2019 ialah PT Danareksa Investment Management yang melonjak 130 persen, PT Principal Asset Management atau CPAM naik 7 persen, serta PT Insight Investments Management bertambah 3 persen. 

Manulife Asset meskipun mencatatkan penurunan AUM, namun masih tetap menjadi juara manajer investasi dari sisi dana kelolaan di reksadana syariah. Per Juni 2019, Manulife Asset membukukan AUM reksadana syariah Rp5,95 triliun.

Secara bulanan (month on month/MoM), dana kelolaan reksadana syariah Manulife Asset turun 5 persen dan secara tahunan (year on year/YoY) anjlok 23 persen.

Di posisi kedua ditempati Maybank AM dengan AUM Rp2,43 triliun, ketiga oleh Schroders Rp1,72 triliun, dan keempat Eastspring Rp1,5 triliun.

Dalam top 5 MI dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar, hanya Danareksa yang membukukan lonjakan AUM menjadi Rp1,49 triliun.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara reksadana syariah adalah reksadana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, dan tentunya masih terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh OJK.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report June 2019. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER