Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Terbaik Pekan Kedua Juli, Ini Lima Juaranya

Indeks reksadana pendapatan tetap melaju 0,3 persen sepanjang pekan lalu, sekaligus menjadi yang terbaik
Senin, 15 Juli 2019 12:08:51 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi berinvestasi di reksadana pendapatan tetap (shutterstock)

Bareksa.com - Di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak stagnan dengan tidak berubah alias 0 persen sepanjang pekan lalu, kinerja reksadana pendapatan tetap justru masih mencatatkan hasil yang menarik sepanjang pekan lalu.

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana pendapatan tetap melaju 0,3 persen sepanjang pekan lalu, sekaligus menjadi yang terbaik dibandingkan dengan ketiga jenis reksadana yang lainnya.


Sumber: Bareksa

Di urutan kedua ditempati indeks reksadana campuran (0,19 persen), urutan ketiga ditempati indeks reksadana pasar uang (0,11 persen), dan urutan terakhir ditempati indeks reksadana saham (-0,66 persen).

Secara lebih rinci, berikut ulasan lima produk reksadana pendapatan tetap yang dijual Bareksa yang mencatatkan imbal hasil (return) tertinggi sepanjang pekan lalu :

1. Manulife Obligasi Unggulan Kelas A

Reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja terbaik pertama sepanjang pekan lalu ditempati oleh Manulife Obligasi Unggulan Kelas A dengan kenaikan 2,19 persen.


Sumber: Bareksa

Manulife Obligasi Unggulan mempunyai tujuan untuk menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dengan melakukan investasi pada efek bersifat utang yang diterbitkan oleh badan hukum Indonesia dan/atau Negara Republik Indonesia termasuk instrumen pasar uang yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 tahun dan diterbitkan berdasarkan perundangundangan yang berlaku di Indonesia dan dalam mata uang rupiah.

Produk yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia ini, hingga Juni 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp1,24 triliun.

Manulife Obligasi Unggulan Kelas A dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp10.000. Reksadana pendapatan tetap yang diluncurkan sejak 16 Oktober 2003 ini bekerja sama dengan bank kustodian Standard Chartered Bank.

2. MRS Bond Kresna

Reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja terbaik kedua sepanjang pekan lalu ditempati oleh MRS Bond Kresna dengan kenaikan 1,56 persen.


Sumber: Bareksa

MRS Bond Kresna bertujuan memberikan tingkat pendapatan yang stabil dalam denominasi rupiah atau mata uang lainnya, melalui investasi yang dianggap paling menguntungkan dan sesuai dengan kondisi perekonomian Indonesia.

Produk yang dikelola oleh PT Kresna Asset Management ini, hingga Juni 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp51,56 miliar.

MRS Bond Kresna dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp1 juta. Reksadana pendapatan tetap yang diluncurkan sejak 27 Februari 2008ini bekerja sama dengan bank kustodian Standard Chartered Bank.

3. Sequis Bond Optima

Reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja terbaik ketiga sepanjang pekan lalu ditempati oleh Sequis Bond Optima dengan kenaikan 0,6 persen.


Sumber: Bareksa

Reksadana Sequis Bond Optima bertujuan untuk memberikan suatu tingkat pengembalian yang menarik dengan memelihara stabilitas modal dengan berinvestasi pada instrumen berpendapatan tetap.

Produk yang dikelola oleh PT Sequis Aset Managemen ini, hingga Juni 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp31,04 miliar.

Sequis Bond Optimadapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000. Reksadana pendapatan tetap yang diluncurkan sejak 8 September 2016 ini bekerja sama dengan bank kustodian The Hongkong and Shanghai Banking Corporation.

4. Manulife Syariah Sukuk Indonesia

Reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja terbaik keempat sepanjang pekan lalu ditempati oleh Manulife Syariah Sukuk Indonesia dengan kenaikan imbal hasil 0,59 persen.


Sumber: Bareksa

Manulife Syariah Sukuk Indonesia bertujuan untuk memberikan tingkat pengembalian yang kompetitif dengan berinvestasi pada Sukuk dan/atau Surat Berharga Syariah Negara dan/atau surat berharga komersial syariah yang jatuh temponya 1 (satu) tahun atau lebih dan masuk kategori layak investasi (investment grade) yang sesuai dengan prinsip syariah di pasar modal.

Produk yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia ini, hingga Juni 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp290,61 miliar.

Manulife Syariah Sukuk Indonesia dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp10.000. Reksadana pendapatan tetap yang diluncurkan sejak 12 Mei 2017 ini bekerja sama dengan bank kustodian Standard Chartered Bank.

5. Medali Dua

Reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja terbaik kelima sepanjang pekan lalu ditempati oleh Medali Dua dengan kenaikan 0,58 persen.


Sumber: Bareksa

Medali Dua bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang optimal dalam jangka panjang melalui investasi pada efek utang dan instrumen pasar uang.

Produk yang dikelola oleh PT Mega Capital Investamaini, hingga Juni 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp1,33 miliar.

Medali Dua dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000. Reksadana pendapatan tetap yang diluncurkan sejak 4 Juni 2007 ini bekerja sama dengan bank kustodian Standard Chartered Bank.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER