Cost Transformation Bawa Laba Semen Indonesia Melambung 90 Persen di 2018

Laba bersih perseroan menjadi Rp3,08 triliun dari sebelumnya Rp1,62 triliun
Selasa, 02 April 2019 19:02:01 WIB Issa Almawadi
Image
Pekerja memuat sak semen dari truk ke dalam kapal di Pelabuhan Rakyat Kalimas, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/2). (ANTARA FOTO/Didik S)

Bareksa.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat laba bersih di sepanjang 2018 naik 90,12 persen menjadi Rp3,08 triliun dari periode akhir 2017 Rp1,62 triliun. Salah satu penunjang kenaikan laba bersih perseroan adalah transformasi biaya alias cost transformation.

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso mengatakan pada tahun 2018 merupakan kondisi yang berat bagi perseroan. Terutama dengan adanya kenaikan harga batu bara yang mempengaruhi beban operasional perseroan.

“Tapi perseroan bisa meningkatkan kinerja dengan didukung strategi baru melalui berbagai program transformasi yang diterapkan di seluruh Semen Indonesia Group. Salah satunya terobosan dalam hal cost transformation,” kata Hendi melalui keterangan tertulis, Selasa, 2 April 2019.

Hendi menjelaskan, strategi cost transformation menjadi kunci keberhasilan perseroan untuk bangkit. Terlebih, persaingan industri semen nasional yang semakin ketat dengan hadirnya para pemain baru.

Berdasarkan laporan keuangan, perseroan mencatat pendapatan naik 10,35 persen dari Rp27,81 triliun menjadi Rp30,69 triliun. Sementara, beban pokok pendapatan hanya naik tipis dari Rp19,85 triliun menjadi Rp21,36 triliun.

Rasio Keuangan Semen Indonesia 2018 Vs 2017

Sumber: Laporan keuangan perseroan

Perseroan juga berhasil menekan beban-beban lain seperti beban penjualan dari Rp2,41 triliun menjadi Rp2,24 triliun, beban umum dan administrasi dari Rp2,91 triliun menjadi Rp2,32 triliun sehingga bisa menghasilkan laba sebelum pajak penghasilan Rp4,1 triliun atau naik 82,2 persen dari Rp2,25 triliun di akhir 2017.

Secara umum pada tahun 2018, Semen Indonesia secara konsolidasi mencatatkan total volume penjualan domestik dan ekspor sebesar 33,15 juta ton, termasuk penjualan dari Thang Long Cement (TLCC) Vietnam. Volume penjualan tersebut naik 5,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar 31,35 juta ton.

Sepanjang tahun 2018, volume penjualan ekspor perseroan dari fasilitas produksi di Indonesia tercatat sebesar 3,15 juta ton, naik sebesar 68,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar 1,87 juta ton.

(AM)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER