Pasar Saham Mulai Naik, Jumlah Pembeli Reksa Dana Saham Justru Turun

Pangsa pasar reksa dana saham turun menjadi hanya 39,44%
Jumat, 04 Maret 2016 17:56:47 WIB Wilan Satiani
Image
Tumpukan uang rupiah nominal Rp50.000,- (Flickr/Adam Cohn)

Bareksa.com – Sejak pasar saham rebound pada pekan terakhir bulan Januari hingga saat ini, ternyata masih belum mampu mengangkat pangsa pasar reksa dana saham dan campuran. Kondisi perekonomian yang diperkirakan akan stabil dengan mulai berjalannya program-program pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, membuat pasar saham pada awal hingga akhir Februari mengalami penguatan. 

Minat investor menambahkan dana investasinya ke reksa dana saham dan campuran justru masih turun. Hal ini ditandai dengan pangsa pasar reksa dana saham dan campuran yang turun tipis pasca terjadi penurunan pada pasar saham pada tahun 2015.

Pada Februari tahun 2016 ini, pangsa pasar reksa dana saham masih turun tipis 0,07 persen menjadi 39,44 persen dari sebelumnya 39,51 persen selama Januari 2016. Total dana kelolaan reksa dana saham mencapai Rp111,38 triliun pada akhir Februari.

Sedangkan pangsa pasar reksa dana campuran juga masih mengalami penurunan tipis sebesar 0,18 persen menjadi 7,10 persen dari periode sebelumnya 7,28 persen. Dan total dana kelolaan jenis reksa dana tercatat mencapai Rp 20,06 triliun. 

Grafik: Pangsa Pasar Reksa Dana Bulan Februari 2016

Sumber: Bareksa.com

Sebaliknya pangsa pasar reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang justru mengalami kenaikan. Pada bulan Februari pangsa pasar reksa dana pendapatan tetap naik tipis 0,06 persen menjadi 18,21 persen dari sebelumnya 18,15 persen pada bulan Januari. Total dana kelolaaan reksa dana pendapatan tetap mencapai Rp51,48 triliun pada periode Februari. 

Sementara pangsa pasar reksa dana pasar uang juga mengalami kenaikan menjadi 11,65 persen dengan dana kelolaan Rp32,9 triliun dari sebelumnya 11,16 persen. 

Bila dibandingkan dengan fluktuasi pasar reksa dana saham dan campuran, reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang memiliki fluktuasi pasar yang lebih rendah. Dan pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang juga lebih stabil sehingga potensi pengurangan dana investasinya lebih minim. 

Oleh karena itu, investor lebih memilih kedua jenis reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang. Sementara itu ketika pasar saham mengalami kenaikan justru ada beberapa nasabah yang melakukan penjualan untuk menutup kerugian yang terjadi pada tahun sebelumnya.

***

Butuh bantuan?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER