BeritaArrow iconUmrohArrow iconArtikel

Kasus Penipuan Umroh Bodong Masih Marak, Hindari dengan Lima Pasti

Bareksa29 Januari 2020
Tags:
Kasus Penipuan Umroh Bodong Masih Marak, Hindari dengan Lima Pasti
Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Direktur Utama Andika Surachman (kiri), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kanan), dan Direktur Keuangan Kiki Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi dari JPU di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Senin (5/3).(ANTARA FOTO/Indrianto)

Cara lima pasti tersebut bisa diterapkan juga pada platform Bareksa Umroh

Bareksa.com - Kasus penipuan umroh ilegal hingga saat ini masih marak. Teranyar ialah penipuan umroh oleh PT Damtour. Kasus ini telah memasuki persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. Agen tersebut diketahui melakukan penipuan terhadap ratusan jemaah umroh senilai miliaran rupiah.

Direktur PT Damtour, Hambali Abbas alias Abas (40) dinyatakan bersalah dan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siswatiningsih selama 3 tahun 6 bulan pejara. "Berdasarkan Nomor Perkara 604/Pid.B/2019/PN Depok atas nama Hambali Abbas alias Abas, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) berupa pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan. Terdakwa dituntut terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sejumlah dana milik jemaah umroh yang tidak bisa diberangkatkan," kata JPU Siswatiningsih di Kejaksaan Negeri Depok, Rabu (29/1/2020) dilansir Okezone.com.

Tercatat ratusan calon jemaah umroh gagal menunaikan ibadah ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi karena ditipu oleh PT Damtour. Para korban berasal dari 15 daerah yaitu Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Padang, Palembang, Indramayu, Kuningan, Kebumen, Ciamis, Brebes, Surabaya, Lampung dan Madura dengan kerugian senilai Rp4 miliar.

Promo Terbaru di Bareksa

Pada Senin kemarin, Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah menyatakan akan memberangkatkan 1.000 korban penipuan oleh layanan perjalanan ibadah, First Travel secara gratis pada 2020. Namun para peserta harus memenuhi sejumlah syarat. Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Forum SATHU) Fuad Hasan Masyhur mengatakan para pengusaha travel haji dan umroh bersepakat untuk memberangkatkan para jemaah umroh korban First Travel yang tinggal di Jabodetabek.

"Ada niat kami yang akan dilaksanakan gerakan sosial dan moral untuk bisa memberangkatkan jemaah yang ditelantarkan oleh satu biro yang tidak bertanggung jawab," katanya di Kantor Wakil Presiden, Senin (27/1/2020) dilansir Bisnis.com.

Akan tetapi para anggota forum menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Beberapa di antaranya adalah usia sudah 65 tahun pada 2015. Artinya tahun ini sudah berusia 70 tahun. Selain itu, ekonomi calon umrah juga mesti kalangan ekonomi lemah. Keberangkatan pertama sudah berlangsung pada 1 Januari 2020. Keberangkatan kedua direncanakan 30 Januari 2020. Dia menyebut para korban First Travel di Jabodetabek dapat mengunjungi Sekretariat Forum Sathu serta memberikan bukti sebagai korban First Travel. Penyelenggara kemudian akan mengunjungi rumah calon jemaah untuk diverifikasi.

Nama First Travel sepertinya memang tak akan lekang oleh waktu. Biro perjalananan ini sempat menggemparkan jagat bisnis travel tanah air lantaran gagal memberangkatkan jemaah umroh dengan kerugian ditaksir lebih dari Rp900 miliar. Kasus First Travel akhirnya menyeret jajaran direksi yakni Andika Surachman, Anniesa Devitasari Hasibuan dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki. Akhir Januari 2019, MA menolak kasasi Andika-Aniesa-Kiki.

Putusan itu diadili ketua majelis Andi Samsan Nganro dengan anggota Margono dan Eddy Ermy. Andika-Anniesa diadili dalam nomor perkara 3096 K/Pid.Sus/2018 dan Kiki dengan nomor 3095 K/Pid.Sus/2018. Kasus itu masuk kualifikasi pencucian uang.

Kasus Damtour, First Travel dan banyak kasus travel umroh bodong lainnya masih marak terjadi hingga saat ini. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim, sebelumnya menyatakan Kemenag akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan juga dengan kementerian/lembaga lainnya dalam melakukan pengawasan dan penanganan permasalahan penyelenggaraan ibadah umroh sesuai dengan amanah dari UU Nomor 8 Tahun 2019.

"Yang menjadi perhatian pemerintah adalah calon jemaah dan jemaah dapat terlindungi dengan baik selama perjalanan dan dalam melakukan ibadah umroh," ujar Arfi.

Agar tidak tertipu oleh travel umroh ilegal atau bodong, calon jemaah bisa menghindarinya dengan cara "lima pasti" sebagai jaminan pelayanan biro travel tersebut, seperti yang selalu disampaikan Kemenag.

Lima Pasti tersebut adalah :

1. Pastikan apa nama PPIU-nya dan pastikan apakah PPIU tersebut sudah resmi mendapat izin dari Kemenag.
2. Pastikan kapan tanggal dan jam jadwal keberangkatan ke Tanah Suci dan pastikan apa nama maskapai dan nomor penerbangannya.
3. Pastikan berapa harga paket umroh dan pastikan apa saja pelayanan yg didapat jemaah dengan harga tersebut.
4. Pastikan apa nama dan alamat hotel yang akan didiami selama jemaah berada di Tanah Suci.
5. pastikan visa yg digunakan dalam perjalanan umroh.

Cara "lima pasti" tersebut bisa diterapkan juga pada platform Bareksa Umroh, hasil kerja sama antara PT Bareksa Portal Investasi dan Al-Qadri Umrah dan Haji.

Al-Qadri merupakan salah satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terdaftar dan berizin di Kementerian Agama. Legalitas Al-Qadri bisa terlihat dari surat pengesahan Menteri Kehakiman No. AHU-AH.01.03-0119163, SK penetapan PPIU No. 816 tahun 2017 dan SK penetapan PIHK No. 114 tahun 2019.

Di Bareksa Umroh, kamu bisa menetapkan sendiri rencana keberangkatan dan berapa orang yang akan dibawa, dengan memilih paket yang ada. Misalnya paket promo Rp20,2 juta per pack.

Illustration

Kamu cukup pilih paket tersebut untuk kemudian menentukan berapa orang yang akan berangkat dan berapa lama jangka waktu menabung di reksadana. Pilihan bisa mulai dari 1 orang hingga 5 orang. Di langkah ke dua ini, kamu juga bisa melihat nama maskapai, hingga hotel untuk tempat tinggal selama beribadah di Madinah dan Mekkah.

Illustration

Dan yang lebih menarik dari Bareksa Umroh ini, kamu punya kesempatan untuk mendapat keuntungan dengan cara memilih reksadana syariah sebagai sarana menabung.

Saat ini, Bareksa Umroh menyediakan tiga reksadana pasar uang syariah yakni Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra, Cipta Dana Kas Syariah dan Syailendra Sharia Money Market Fund.

Illustration

Dengan memantau portofolio, kamu tidak perlu khawatir uang dibawa kabur oleh oknum tidak bertanggung jawab. Lanjutkan niatmu sambil terus menabung agar berangkat umroh bisa terwujud sesuai dengan rencana.

* * *

Ingin menabung reksadana syariah untuk umroh?

- Cara daftar jadi nasabah Bareksa Umroh, klik tautan ini
- Sudah punya akun Bareksa dan mau nabung umroh, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.775,36

Up0,54%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,74%
Up17,31%
Up44,99%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.326,18

Up0,93%
Up4,25%
Up0,03%
Up5,89%
Up18,89%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,85

Up0,48%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,39%
Up64,87%

I-Hajj Syariah Fund

4.822,06

Up0,51%
Up3,05%
Up0,02%
Up6,14%
Up21,89%
Up40,51%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,38

Up0,49%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,93%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua