Kuota ORI030 Naik Jadi Rp25 Triliun, Pemesanan Tembus Rp20,15 Triliun, Sisa 19%
Pemerintah menaikkan kuota ORI030 menjadi Rp25 triliun. Pemesanan sudah mencapai Rp20,15 triliun atau 80,61%. Simak sisa kuota dan alasannya laris.

Pemerintah menaikkan kuota ORI030 menjadi Rp25 triliun. Pemesanan sudah mencapai Rp20,15 triliun atau 80,61%. Simak sisa kuota dan alasannya laris.
Bareksa - Pemerintah resmi meningkatkan kuota nasional Obligasi Negara Ritel (ORI) ORI030 dari semula Rp20 triliun menjadi Rp25 triliun untuk mengakomodasi tingginya minat investor.
Kuota tersebut terdiri atas ORI030T3 sebesar Rp20 triliun dan ORI030T6 sebesar Rp5 triliun. Meski kuota ditambah Rp5 triliun, laju pemesanan tetap tinggi.
Berdasarkan data per 16 Juli 2026 pukul 10.58 WIB, total pemesanan ORI030 telah mencapai sekitar Rp20,15 triliun atau 80,61% dari kuota nasional. Artinya, kuota yang masih tersedia tinggal sekitar Rp4,85 triliun atau 19,39%.
Promo Terbaru di Bareksa
Posisi Pemesanan ORI030
Indikator | ORI030T3 | ORI030T6 | Total |
Kuota Nasional | Rp20 triliun | Rp5 triliun | Rp25 triliun |
Sudah Dipesan | Rp17,23 triliun | Rp2,92 triliun | Rp20,15 triliun |
Tingkat Penyerapan | 86,17% | 58,38% | 80,61% |
Sisa Kuota | Rp2,77 triliun | Rp2,08 triliun | Rp4,85 triliun |
Sisa Persentase | 13,83% | 41,62% | 19,39% |
Sumber: data Bareksa yang mengutip Kemenkeu
Mengapa ORI030 Tetap Diburu Investor?
Tingginya minat terhadap ORI030 didukung oleh beberapa faktor.
Pertama, kupon tetap (fixed rate) yang kompetitif, yakni 6,9% per tahun untuk ORI030T3 dan 7% per tahun untuk ORI030T6. Kupon tersebut tidak berubah hingga jatuh tempo meskipun suku bunga acuan mengalami penurunan.
Kedua, ORI030 merupakan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yang diterbitkan Pemerintah Indonesia sehingga pembayaran pokok dan kupon dijamin penuh oleh negara berdasarkan undang-undang.
Ketiga, ORI030 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa minimum kepemilikan (holding period). Karakteristik ini memberikan fleksibilitas lebih dibandingkan instrumen SBN ritel yang tidak dapat diperdagangkan.
Keempat, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan, banyak investor memanfaatkan ORI030 untuk memperoleh pendapatan pasif (passive income) sekaligus mendiversifikasi portofolio.
Penawaran Masih Berlangsung
Masa penawaran ORI030 berlangsung 6-30 Juli 2026, dengan setelmen pada 6 Agustus 2026.
Meskipun penawaran masih berlangsung hingga akhir Juli, investor sebaiknya tidak menunggu terlalu lama. Sebab, pemesanan berpeluang ditutup lebih awal apabila kuota nasional telah habis sebelum masa penawaran berakhir.
Dengan tingkat penyerapan yang telah mencapai lebih dari 80%, ruang kuota yang tersisa semakin terbatas, terutama pada seri ORI030T3 yang sudah terserap lebih dari 86%.
Mengapa Investor Perlu Mempertimbangkan ORI030?
Bagi investor, ORI030 dapat menjadi pilihan untuk memperoleh arus kas bulanan dari kupon tetap sekaligus menjaga stabilitas portofolio.
Beberapa keunggulan ORI030 antara lain:
Kupon tetap hingga jatuh tempo.
Dijamin penuh oleh Pemerintah RI.
Pajak kupon hanya 10%, lebih rendah dibanding pajak bunga deposito sebesar 20%.
Dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah holding period.
Investasi mulai Rp1 juta sehingga terjangkau bagi investor ritel.
Kesimpulan
Penambahan kuota nasional ORI030 menjadi Rp25 triliun menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman dan berpendapatan tetap. Hingga 16 Juli 2026, pemesanan telah mencapai Rp20,15 triliun atau 80,61% dari kuota nasional, menyisakan sekitar Rp4,85 triliun.
Bagi investor yang berencana berinvestasi di ORI030, sisa kuota yang semakin terbatas menjadi faktor penting untuk dicermati. Selama masa penawaran masih berlangsung dan kuota belum habis, investor masih memiliki kesempatan memperoleh kupon tetap hingga 7% per tahun dengan jaminan pembayaran dari pemerintah.
Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Kapan masa penawaran ORI030 berakhir?
Penawaran ORI030 berlangsung pada 6-30 Juli 2026.
Berapa kuota nasional ORI030 saat ini?
Pemerintah telah meningkatkan kuota menjadi Rp25 triliun, terdiri dari ORI030T3 Rp20 triliun dan ORI030T6 Rp5 triliun.
Berapa pemesanan ORI030 hingga 16 Juli 2026?
Sekitar Rp20,15 triliun atau 80,61% dari kuota nasional.
Mengapa ORI030 diminati investor?
Karena menawarkan kupon tetap hingga 7% per tahun, dijamin pemerintah,
pajak kupon lebih rendah daripada deposito, serta dapat diperdagangkan
di pasar sekunder.
Mengapa investor sebaiknya tidak menunda pemesanan?
Karena sisa kuota nasional tinggal sekitar 19,39%. Jika kuota habis sebelum 30 Juli 2026, pemesanan tidak dapat dilakukan lagi.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.225,34 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.181,69 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.029,36 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.201,28 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
