ST016 Nyaris Sold Out, Pemesanan Capai Rp19,12 Triliun Jelang Penutupan Penawaran
Pemesanan Sukuk Tabungan ST016 mencapai Rp19,12 triliun atau 95,59% dari target nasional Rp20 triliun. Jelang penutupan penawaran, sisa kuota hanya 4,41%.

Pemesanan Sukuk Tabungan ST016 mencapai Rp19,12 triliun atau 95,59% dari target nasional Rp20 triliun. Jelang penutupan penawaran, sisa kuota hanya 4,41%.
Bareksa - Menjelang berakhirnya masa penawaran pada 3 Juni 2026, minat investor terhadap Sukuk Tabungan seri ST016 tetap tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun Bareksa hingga Selasa (2/6/2026) pukul 10.00 WIB, nilai pemesanan nasional ST016 telah mencapai sekitar Rp19,12 triliun, setara dengan 95,59% dari total target indikatif nasional Rp20 triliun.
Dengan capaian tersebut, kuota yang masih tersedia hanya sekitar Rp882,93 miliar atau 4,41% dari total target penjualan. Tingkat penyerapan yang mendekati penuh mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen SBN Ritel syariah di tengah volatilitas pasar keuangan.
Seri ST016T2 menjadi kontributor terbesar dengan nilai pemesanan sekitar Rp12,93 triliun atau telah menyerap 99,43% dari target indikatif Rp13 triliun. Kuota yang tersisa pada tenor dua tahun tersebut hanya sekitar Rp74,12 miliar atau 0,57% dari target penjualan.
Promo Terbaru di Bareksa
Sementara itu, seri ST016T4 telah mencatat pemesanan sekitar Rp6,19 triliun atau setara 88,45% dari target Rp7 triliun, dengan sisa kuota sekitar Rp808,81 miliar atau 11,55% dari target penjualan.
Tingginya permintaan investor didukung karakteristik ST016 yang menawarkan kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor), yakni 6,05% per tahun untuk ST016T2 dan 6,25% per tahun untuk ST016T4. Skema tersebut memberikan peluang kenaikan imbal hasil apabila suku bunga acuan meningkat, sekaligus menjaga tingkat kupon minimum selama masa investasi.
Tabel Ringkasan Pemesanan ST016 per Tenor
Keterangan | ST016T2 | ST016T4 |
|---|---|---|
Kupon Awal | 6,05% | 6,25% |
Target Nasional | Rp13 triliun | Rp7 triliun |
Nilai Pemesanan | Rp12,93 triliun | Rp6,19 triliun |
Sisa Kuota | Rp74,12 miliar | Rp808,81 miliar |
Sisa Kuota (%) | 0,57% | 11,55% |
Terserap (%) | 99,43% | 88,45% |
Sumber: Bareksa
Tabel Ringkasan Total Pemesanan ST016
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Total Target Nasional | Rp20 triliun |
Total Sisa Kuota | Rp882,93 miliar |
Sisa Kuota Gabungan | 4,41% |
Penyerapan Gabungan 2 tenor | 95,59% |
Sumber: Bareksa
Kenaikan BI Rate menjadi 5,25% pada Mei 2026 turut menjadi salah satu faktor yang mendukung minat investor terhadap Sukuk Tabungan ST016. Pasalnya, ST016 menggunakan skema kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor), sehingga berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi apabila suku bunga acuan tetap naik atau bertahan di level tinggi.
Dengan BI Rate saat ini, kupon ST016T2 berpotensi meningkat menjadi sekitar 6,55% dan ST016T4 menjadi sekitar 6,75% pada periode penyesuaian berikutnya pada Agustus 2026. Prospek kenaikan kupon tersebut membuat ST016 tetap menarik bagi investor yang mencari instrumen syariah berisiko rendah di tengah volatilitas pasar keuangan.
Kesimpulan
Menjelang penutupan masa penawaran, ST016 menunjukkan tingkat penyerapan yang sangat tinggi dengan pemesanan mencapai 95,59% dari target nasional. Dukungan kupon floating with floor serta potensi kenaikan imbal hasil seiring BI Rate yang lebih tinggi menjadi faktor utama yang menjaga minat investor terhadap instrumen syariah negara ini.
FAQ
1. Kapan penawaran ST016 berakhir?
Masa penawaran ST016 berakhir pada 3 Juni 2026 pukul 12.00 WIB.
2. Berapa target penjualan nasional ST016?
Pemerintah menetapkan target indikatif nasional sebesar Rp20 triliun.
3. Seri mana yang paling diminati investor?
ST016T2 menjadi seri dengan penyerapan tertinggi, mencapai 99,43% dari target.
4. Apa keunggulan kupon ST016?
ST016 menggunakan skema floating with floor sehingga kupon berpotensi naik mengikuti suku bunga acuan, tetapi tidak turun di bawah tingkat minimal yang ditetapkan.
5. Kapan penyesuaian kupon ST016 berikutnya?
Penyesuaian kupon berikutnya dijadwalkan pada 11 Agustus 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.
Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial
digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan
edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,6 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.173,05 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.205,74 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.028,96 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



