BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

Investor Masih Borong ST016, Pemesanan Tetap Bisa Dilakukan Saat Libur dan Akhir Pekan

Abdul Malik16 Mei 2026
Tags:
Investor Masih Borong ST016, Pemesanan Tetap Bisa Dilakukan Saat Libur dan Akhir Pekan
Ilustrasi Muslimah investor tetap memesan ST016 meskipun saat libur atau akhir pekan. (Image by tirachardz on Freepik)

Pemesanan ST016 telah mendekati 40% kuota nasional. Investor tetap bisa membeli ST016 secara online saat libur dan akhir pekan.

Bareksa - Pemesanan Sukuk Tabungan seri ST016 mencapai Rp5,72 triliun atau sekitar 38,17% dari target nasional Rp15 triliun hingga 14 Mei 2026. Capaian ini menjadi perhatian pasar karena menunjukkan minat investor ritel terhadap SBN syariah masih relatif kuat di tengah kondisi suku bunga yang tinggi.

Berdasarkan data penjualan nasional ST016 yang diolah Bareksa, ST016T2 telah terserap Rp3,81 triliun atau sekitar 38,1% dari target Rp10 triliun. Sementara ST016T4 sebagai Green Sukuk mencatat pemesanan Rp1,91 triliun atau sekitar 38,31% dari target Rp5 triliun. Tingkat serapan yang mendekati 40% dalam sepekan mencerminkan respons investor yang masih solid terhadap instrumen pendapatan tetap berbasis syariah.

Investor masih dapat melakukan pemesanan ST016 secara online meski memasuki periode libur dan akhir pekan. Proses registrasi, pemesanan, hingga pembayaran dapat dilakukan secara digital melalui mitra distribusi resmi, salah satunya Super App Bareka, selama masa penawaran masih berlangsung dan kuota nasional tersedia.

Promo Terbaru di Bareksa

Ringkasan Penjualan ST016 periode 8-14 Mei 2026

Seri
Realisasi Penjualan
Target Nasional
Persentase dari Target

ST016T2

Rp3,81 triliun

Rp10 triliun

38,10%

ST016T4

Rp1,91 triliun

Rp5 triliun

38,31%

Total ST016

Rp5,72 triliun

Rp15 triliun

38,17%

Sumber: Bareksa mengolah data Kementerian Keuangan

Hal yang Dicermati Investor

  • Pemesanan ST016 masih dibuka sejak 8 Mei hingga 3 Juni 2026 atau dalam 27 hari masa penawaran

  • Transaksi dapat dilakukan 24 jam secara online

  • ST016 menawarkan kupon floating with floor

  • Imbal hasil dibayarkan setiap bulan

  • ST016T4 merupakan Green Sukuk untuk pembiayaan proyek hijau

Kesimpulan

Serapan ST016 yang mendekati 40% dari target nasional menunjukkan minat investor ritel terhadap instrumen SBN syariah masih terjaga. Faktor kupon, jaminan negara, dan fleksibilitas transaksi digital menjadi perhatian utama pasar.

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati sisa kuota nasional dan masa penawaran yang terbatas. Perkembangan suku bunga dan kondisi pasar keuangan juga berpotensi memengaruhi permintaan hingga akhir masa penawaran.

FAQ

1. Kapan masa penawaran ST016 berakhir?
Masa penawaran ST016 berlangsung sejak 8 Mei hingga 3 Juni 2026.

2. Apakah ST016 bisa dibeli saat libur dan akhir pekan?
Bisa, pemesanan dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi.

3. Berapa total penjualan ST016 saat ini?
Total penjualan ST016 mencapai sekitar Rp5,72 triliun per 14 Mei 2026.

4. Apa perbedaan ST016T2 dan ST016T4?
Perbedaannya terdapat pada tenor, kupon floor, dan status Green Sukuk pada ST016T4.

5. Apakah kuota ST016 masih tersedia?
Kuota nasional masih tersedia selama masa penawaran belum berakhir dan target belum terpenuhi.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Siap-siap Investasi ST016 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua