BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

Dana ST016 Dipakai untuk Apa? Ini Proyek Pembangunan yang Dibiayai Sukuk Negara

Abdul Malik15 Mei 2026
Tags:
Dana ST016 Dipakai untuk Apa? Ini Proyek Pembangunan yang Dibiayai Sukuk Negara
Jembatan Sei Alalak di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, salah satu contoh proyek pembangunan yang dibiayai Sukuk Negara. (Dok, DJKN Kemenkeu)

Tiap rupiah di ST016 langsung membiayai proyek nyata: jembatan, stasiun kereta, irigasi, hingga suaka margasatwa. Ini daftar lengkap underlying asset-nya.

Bareksa - Ketika kamu membeli ST016, uang kamu tidak sekadar "disimpan di kas negara". Ada akad syariah yang mengatur bahwa dana tersebut harus terhubung ke aset nyata milik pemerintah (underlying asset). Inilah yang membedakan Sukuk dari obligasi biasa.

Underlying asset ST016 terdiri dari dua jenis: Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan, serta proyek-proyek dalam APBN 2026. Khusus untuk ST016T4 (Green Sukuk), seluruh dana diarahkan ke proyek-proyek ramah lingkungan sesuai RoI Sustainable Government Securities Framework 2025.

Sejak pemerintah menerbitkan Sukuk Proyek pada 2013, berbagai infrastruktur di seluruh Indonesia telah dibiayai. Mulai dari Jembatan Youtefa di Papua, Stasiun Tanah Abang yang direvitalisasi, hingga Sanctuary Tarsius di Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan.

Promo Terbaru di Bareksa

Contoh Proyek yang Pernah Dibiayai Sukuk Negara (Berdasarkan Sektor)

SektorContoh Proyek

Transportasi

Revitalisasi Stasiun Tanah Abang & Manggarai (Jakarta), Pelabuhan Penyeberangan Kadatua (Sultra)

Infrastruktur

Jembatan Sei Alalak (Kalsel), Pile Slab Bukit Rawi (Kalteng), Pengaman Pantai Sofifi (Malut)

Pendidikan

Gedung kuliah Politeknik Negeri Cilacap, Ruang Kelas MTsN Karangasem (Bali)

Sosial & Keagamaan

Asrama Haji Pontianak, Balai Nikah dan Manasik Haji (KUA) di berbagai daerah

Lingkungan Hidup

Suaka Paruh Bengkok (Malut), Shark Whale Conservation Centre (Papua Barat)

Riset & Penelitian

Cibinong Science and Technology Park (Bogor), Laboratorium Genomic Biodiversitas (Cibinong)

Sumber: Kemenkeu

Sektor Hijau Khusus ST016T4 (Green Sukuk)

Berdasarkan Climate Budget Tagging 2026, proyek yang dibiayai ST016T4 mencakup:

  • Resilience to Climate Change — jaringan sumber daya air dan irigasi (Kementerian PU)

  • Sustainable Transport — konektivitas perkeretaapian dan laut (Kementerian Perhubungan)

  • Sustainable Agriculture — pertanian berkelanjutan (Kementerian LHK)

Aspek syariah ST016 telah mendapat pernyataan kesesuaian dari DSN-MUI melalui surat Nomor B-0362/DSN-MUI/V/2026 tanggal 6 Mei 2026. Artinya, investasi ini telah diverifikasi tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Bagi investor yang ingin imbal hasil sekaligus dampak nyata — baik pembangunan infrastruktur maupun pelestarian lingkungan — ST016 menawarkan keduanya dalam satu instrumen.

ST016 ditawarkan mulai 8 Mei hingga 3 Juni 2026 dengan imbalan mulai 6,05% (T2) dan 6,25% (T4) per tahun. Dana masuk ke pemerintah pada 10 Juni 2026 (tanggal setelmen), dan imbalan pertama langsung cair ke rekening investor pada 10 Juli 2026. Investor bisa membeli ST016 melalui 32 mitra distribusi resmi yang ditunjuk Kemenkeu, salah satunya Bareksa.

Kesimpulan

ST016 bukan hanya soal return. Di balik angka kupon 6,05%–6,25%, ada jembatan yang dibangun, sekolah yang berdiri, dan hutan yang terjaga. Dengan akad wakalah yang transparan dan sertifikasi DSN-MUI, investor bisa berinvestasi sekaligus berkontribusi nyata untuk pembangunan bangsa.

FAQ

1. Apa bedanya underlying asset ST016T2 dan ST016T4?
ST016T2 menggunakan BMN dan proyek APBN secara umum. ST016T4 (Green Sukuk) khusus dialokasikan untuk proyek hijau yang telah lolos seleksi Climate Budget Tagging 2026.

2. Bagaimana saya tahu dana saya benar-benar dipakai untuk proyek tersebut?
Pemerintah menerbitkan Green Bond/Sukuk Framework dan laporan alokasi dana secara berkala. Untuk ST016T4, pemerintah diwajibkan melaporkan penggunaan dana sesuai RoI Sustainable Government Securities Framework 2025.

3. Apakah akad wakalah mempengaruhi cara saya menerima imbalan?
Tidak dalam praktiknya. Imbalan tetap dibayar setiap tanggal 10 per bulan langsung ke rekening investor. Akad wakalah adalah mekanisme syariah internal yang memastikan transaksi sesuai prinsip Islam.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi ST016 di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua