Berita / SBN / Artikel

ORI022 Terbit 26 September, Ini Bedanya ORI dengan SBN Ritel Jenis Lainnya

Semua SBN Ritel baik ORI, SR, SBR dan ST merupakan instrumen investasi rendah risiko karena pokok dan kuponnya dijamin pemerintah
Abdul Malik • 16 Sep 2022
cover

Ilustrasi investor perempuan sedang berpikir untuk investasi di SBN Ritel seri terbaru nanti yakni ORI022. (shutterstock)

Bareksa.com - Pemerintah akan kembali menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) yang kedua kali di tahun ini, yakni seri ORI022. Sebelumnya pada 24 Januari 2022, pemerintah telah menerbitkan ORI021 yang sekaligus menjadi seri pertama dari enam rencana penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pada tahun ini.

Rencananya pemerintah akan membuka masa penawaran ORI022 pada 26 September - 20 Oktober 2022. Enam seri SBN Ritel yang diterbitkan pemerintah pada tahun ini, termasuk ORI022 bisa dibeli secara online melalui mitra distribusi, termasuk Bareksa. ​

Jadwal Penawaran seri SBN Ritel 2022 (Tentatif)

Seri SBN Ritel
Masa Penawaran (Tentatif)

Obligasi Negara Ritel ORI021

24 Januari - 17 Februari 2022

Sukuk Negara Ritel SR016

25 Februari - 17 Maret 2022

Savings Bond Ritel SBR011

25 Mei - 16 Juni 2022

Sukuk Negara Ritel SR017

19 Agustus - 14 September 2022

Obligasi Negara Ritel ORI022

26 September - 20 Oktober 2022

Sukuk Tabungan ST009

28 Oktober - 16 November 2022

Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan

Bagi Smart Investor yang belum memiliki akun SBN di Bareksa, sebaiknya segera mendaftar sekarang agar bisa ikut masa penawaran ORI022 dan SBN Ritel selanjutnya.

Apa perbedaan ORI dengan SBN Ritel jenis lainnya?

Secara umum SBN Ritel dibagi menjadi dua yaitu Surat Utang Negara (SUN) yang dikelola secara konvensional dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang menggunakan prinsip Syariah.

Jenis SUN Ritel ada dua, yaitu ORI dan SBR, sedangkan SBSN Ritel terdiri dari SR dan ST.

Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan

Kementerian Keuangan menyebutkan perbedaan utama ORI dengan SR, hanyalah pada prinsip pengelolaannya, yakni ORI jenis konvensional dan SR jenis syariah.

Sementara karakter lain ORI dan SR seperti tenor, kupon, perdagangan di pasar sekunder, potensi capital gain semuanya sama.

Adapun perbedaan ORI dengan SBR dan ST terletak pada tenor, kupon (bunga), perdagangan di pasar sekunder, dan potensi capital gain. Berikut ulasannya :

1. Tenor

ORI dan SR memiliki jangka waktu tiga tahun, tetapi bisa dijual sebelum jatuh tempo dan diperdagangkan di pasar sekunder (tradable). Sebaliknya, SBR dan ST yang memiliki tenor hanya dua tahun. Meski jangka waktu lebih pendek daripada ORI dan SR, SBR dan ST tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.

2. Kupon

Kupon ORI dan SR bersifat tetap (fixed) hingga jatuh tempo. Bila ada kenaikan atau penurunan suku bunga, kupon ORI tidak akan menyesuaikan.

Kondisi ini berbeda dengan SBR dan ST yang memiliki kupon bersifat floating with floor atau mengambang dengan batas minimal. Kupon atau imbal hasil SBR dan ST bisa naik bila suku bunga acuan naik, tetapi tidak bisa turun lebih rendah daripada batas minimal.

3. Perdagangan di Pasar Sekunder

ORI dan SR yang diterbitkan di pasar perdana, bisa dijual kembali sebelum jatuh tempo dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder (tradable ). Perdagangan di pasar sekunder dibuka setelah minimum holding period selesai, yakni dua kali pembayaran kupon.

Sementara SBR dan ST tidak bisa diperdangkan di pasar sekunder (non-tradable), sehingga investor harus memegang hingga jatuh tempo. Meski begitu, ada fasilitas early redemption setelah 1 tahun investasi, syaratnya minimal kepemilikan awal Rp2 juta dalam 1 transaksi dan maksimal yang bisa dicairkan awal 50 persen.

4. Potensi Capital Gain

ORI dan SR yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder, harganya bisa naik dan turun tergantung permintaan di pasar. Misalnya, ketika investor membeli Rp1 juta, dia bisa menjual kembali seharga Rp1,3 juta dengan mempertimbangkan besaran kupon yang bisa diterima.

Sedangkan SBR dan ST tidak punya potensi kenaikan harga (capital gain). Bila investor membeli Rp1 juta, maka pada saat jatuh tempo dia akan menerima pembayaran pokok Rp1 juta.

5. Pernyataan Halal

ORI dan SBR dikelola dengan sistem konvensional karena merupakan pernyataan surat utang negara. Tidak ada pernyataan halal (syariah) dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

ST dan SR, merupakan bukti penyertaan terhadap aset negara dan bukan surat utang. ST dijamin halal sesuai syariah karena sudah mendapatkan fatwa halal dari DSN-MUI. Dalam pengelolaannya terdapat akad wakalah (perwakilan) yang memberikan mandat dari investor kepada Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Perbandingan ORI, SBR, SR, dan ST

Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan

Satu catatan utama soal SBN Ritel, baik ORI maupun SR, SBR, dan ST merupakan investasi yang risikonya kecil. Alasannya, baik pokok maupun pembayaran kuponnya semua dijamin 100 persen oleh pemerintah.

Tertarik investasi di ORI022 dan SBN Ritel lainnya?

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Investasi Sekarang

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.