BI Naikkan Suku Bunga, Mengapa Reksa Dana Pasar Uang Justru Menarik?
Di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan, reksa dana pasar uang seperti KIM Money Market Fund dapat menjadi alternatif investasi dengan risiko relatif rendah

Di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan, reksa dana pasar uang seperti KIM Money Market Fund dapat menjadi alternatif investasi dengan risiko relatif rendah
Bareksa - Bank Indonesia (BI) mengambil langkah yang cukup mengejutkan pasar pada awal Juni 2026, sementara pasar saham domestik masih menghadapi tekanan. Dalam situasi seperti ini, banyak investor mulai mencari instrumen investasi yang relatif lebih defensif untuk menjaga stabilitas portofolio. Salah satu yang kembali menjadi perhatian adalah reksa dana pasar uang.
Mengapa Kenaikan Suku Bunga Membuat Investor Lebih Berhati-hati?
BI menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) di luar jadwal reguler. Kebijakan tersebut ditempuh setelah nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp18.200 per dolar AS. Bahkan, sebagian pelaku pasar masih memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga lanjutan dalam RDG reguler yang akan berlangsung pada pekan ketiga Juni.
Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi cukup dalam dari level tertingginya tahun ini, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap berbagai risiko yang berkembang di pasar keuangan.
Promo Terbaru di Bareksa
Menurut Tim Analis Bareksa, kenaikan suku bunga umumnya dilakukan bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan tekanan inflasi. Namun di sisi lain, kebijakan ini juga dapat meningkatkan volatilitas pada berbagai kelas aset, termasuk pasar saham dan obligasi.
Kondisi tersebut membuat sebagian investor memilih pendekatan yang lebih konservatif sambil menunggu arah pasar menjadi lebih jelas. Fokus investasi pun bergeser dari mengejar potensi keuntungan tinggi menjadi menjaga likuiditas dan stabilitas dana.
Reksa Dana Pasar Uang Berpotensi Mendapat Manfaat dari Lingkungan Suku Bunga Tinggi
Berbeda dengan reksa dana saham atau reksa dana pendapatan tetap yang lebih sensitif terhadap fluktuasi pasar, reksa dana pasar uang berinvestasi pada instrumen jangka pendek seperti deposito, surat utang jangka pendek, dan instrumen pasar uang lainnya.
Karena mayoritas aset yang dimiliki memiliki jatuh tempo relatif singkat, reksa dana pasar uang cenderung lebih cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan tingkat suku bunga.
Ketika suku bunga meningkat, instrumen baru yang masuk ke dalam portofolio berpotensi menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Hal ini dapat mendukung kinerja reksa dana pasar uang dalam jangka menengah.
Selain itu, fluktuasi nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana pasar uang umumnya lebih rendah dibandingkan jenis reksa dana lainnya sehingga sering digunakan investor sebagai tempat menyimpan dana jangka pendek atau dana yang masih menunggu peluang investasi berikutnya.
KIM Money Market untuk Menjaga Dana Tetap Produktif
Bagi investor yang ingin menjaga likuiditas sambil tetap memperoleh potensi imbal hasil, reksa dana pasar uang seperti KIM Money Market Fund dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.
KIM Money Market Fund merupakan reksa dana pasar uang yang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan surat utang berjatuh tempo pendek. Karakteristik tersebut membuat produk ini cocok bagi investor yang memiliki tujuan investasi jangka pendek atau mengutamakan pengelolaan risiko yang lebih konservatif.
Berdasarkan data Bareksa per 10 Juni 2026, reksa dana yang dikelola oleh PT Korea Investment Management Indonesia (KIM Indonesia) ini membukukan imbal hasil sebesar 4,91% dalam satu tahun terakhir.
Grafik Pertumbuhan NAB KIM Money Market Fund
Sumber: Bareksa, data per 10 Juni 2026
Grafik tersebut menunjukkan bagaimana KIM Money Market Fund mampu menjaga pertumbuhan nilai investasi secara relatif stabil di tengah berbagai dinamika pasar keuangan.
Likuiditas di Instrumen Jangka Pendek
Menurut Fund Fact Sheet per Mei 2026, reksa dana ini menaruh sekitar 64% asetnya di obligasi dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Sementara itu, 36% ada di pasar uang seperti deposito dan kas.
Sumber: Fund Fact Sheet Reksa Dana KIM Money Market Fund, Mei 2026
Dengan kondisi kenaikan suku bunga, investor cenderung mengurangi eksposur pada instrumen berdurasi panjang dan beralih ke instrumen dengan jatuh tempo lebih pendek, termasuk obligasi di bawah 1 tahun. Karena itu, harganya di pasar sekunder justru meningkat.
Permintaan terhadap SBN tenor pendek maupun instrumen pasar uang meningkat karena dianggap memiliki risiko perubahan harga yang lebih rendah dibandingkan obligasi jangka panjang.
Tren tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung kinerja instrumen pasar uang, termasuk reksa dana pasar uang KIM Money Market Fund yang memiliki alokasi pada surat berharga jangka pendek.
Menjaga Fleksibilitas di Tengah Ketidakpastian
Arah pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan masih akan dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga, pergerakan nilai tukar rupiah, serta perkembangan ekonomi global.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, investor tidak selalu harus memilih antara mengejar potensi pertumbuhan tinggi atau membiarkan dana menganggur di rekening.
Reksa dana pasar uang dapat menjadi alternatif untuk menjaga dana tetap produktif dengan risiko yang relatif lebih rendah, sekaligus memberikan fleksibilitas ketika peluang investasi berikutnya mulai muncul.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah KIM Money Market Fund yang menawarkan akses pada instrumen pasar uang dan surat utang jangka pendek untuk membantu investor mengelola dana secara lebih optimal sesuai tujuan keuangannya.
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Setiap investasi mengandung risiko dan investor wajib membaca prospektus sebelum berinvestasi.
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja yang disampaikan pada artikel ini merupakan data historis dan tidak menjamin kinerja pada periode berikutnya.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
Tentang Penulis
* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.202,9 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.160,86 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.193,29 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.016,14 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



