Berita / SBN / Artikel

Kemenkeu Tetapkan Kupon ORI021 sebesar 4,9 Persen per Tahun

Kupon ORI021 lebih menarik dibandingkan deposito dan dikenakan pajak lebih ringan
Bareksa • 20 Jan 2022
cover

Ilustrasi kupon SBN ritel yang digambarkan dengan lambang persentase. (shutterstock)

Bareksa.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan kupon atau imbal hasil Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI021 sebesar 4,90 persen per tahun.

Dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia, yakni BI 7 Days Reverse Repo Rate yang saat ini di level 3,5 persen, maka selisih (spread) imbal hasilnya 1,40 persen.

Pemerintah sebelumnya telah memangkas pajak kupon obligasi dari sebelumnya 15 persen jadi 10 persen. Setelah dipotong pajak, investor masih mengantongi imbalan bersih ORI021 sebesar 4,41 persen.

"Menindaklanjuti penetapan tingkat kupon Obligasi Negara Ritel seri ORI021 oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atas nama Menteri Keuangan, kami informasikan bahwa kupon ORI021 sebesar 4,90 persen per tahun dan berlaku tetap sampai dengan jatuh tempo," ungkap DJPPR Kemenkeu dalam pesan singkatnya kepada mitra distribusi.

Secara umum, Keputusan pemerintah menetapkan kupon ORI didasarkan pada beberapa pertimbangan, di antaranya level suku bunga acuan Bank Indonesia saat penetapan kupon, imbal hasil obligasi acuan pemerintah yang berlaku di pasar untuk tenor yang sama, serta kondisi pasar global maupun domestik.

Baca juga ORI021 Segera Terbit, Begini Peran dan Historikal Kupon Obligasi Negara Ritel

Jenis kupon atau imbal hasil ORI021 adalah tetap (fixed rate). Artinya tidak akan naik atau turun hingga jatuh tempo tiga tahun lagi, yaitu pada 15 Februari 2025. 

Pembayaran kupon pertama adalah 15 April 2022 (long coupon). Setelah pembayaran kupon pertama, ORI021 bisa diperdagangkan di pasar sekunder jadi investor tidak perlu tunggu jatuh tempo. 

Kupon ORI vs. Deposito

Bila dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, kupon ORI021 terlihat lebih kecil. Namun, besaran kupon ORI021 ini masih lebih menarik dibandingkan dengan deposito bank, di tengah tren suku bunga yang rendah, bahkan terendah sepanjang sejarah. 

Besaran kupon ORI021 ini masih lebih menarik dibandingkan deposito, yang bisa dilihat dari suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saat ini di 3,5 persen. Selain itu, pajak yang dikenakan pada SBN Ritel kini lebih rendah menjadi hanya 10 persen, sedangkan pajak deposito sebesar 20 persen. 

 Tabel Perbandingan ORI021 Vs. Deposito*

Instrumen Investasi
Kupon/bunga
Pajak
Imbalan/bunga bersih

ORI021

4,90%

10%

4,41%

Bunga deposito

3,5%

20%

2,5%

*bunga penjaminan LPS,  Sumber : Kemenkeu, LPS, diolah Bareksa

Kalau dihitung setelah pemotongan pajak, maka bunga deposito bersih yang dijamin LPS sebesar 2,5 persen. Seperti terlihat dalam tabel, imbal hasil bersih ORI021 sebesar 4,41 persen per tahun lebih menarik dibandingkan deposito. 


Apa itu ORI?

ORI adalah satu jenis dari Surat Berharga Negara yang ditawarkan khusus untuk investor individual atau ritel. Selain untuk membiayai Anggaran Negara, tujuan diterbitkannya ORI adalah memberi kesempatan kepada investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara

ORI021 diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai seri SBN ritel pertama tahun 2022. Investasi ini aman karena 100 persen dijamin oleh negara melalui Undang-Undang. ORI021 bersifat tradable atau bisa diperdagangkan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo 3 tahun. 

Bentuk ORI021 adalah tanpa warkat (scripless). Artinya, tidak ada bentuk fisiknya tetapi masyarakat investor yang memiliki ORI021 akan memegang bukti berupa Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) yang terdiri dari 16 digit gabungan antara angka dan huruf. 

 Masyarakat yang ingin berpartisipasi membeli ORI021 bisa memesannya pada masa penawaran perdana. Masa penawaran ORI021 akan dimulai pada Senin, 24 Januari 2022 pukul 9:00 WIB hingga 17 Februari 2022 pukul 10:00 WIB atau selama 25 hari. 

Nilai minimum pemesanan Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta hingga maksimum Rp2 miliar per orang selama penawaran ORI021

Baca juga Kenali Struktur ORI021, SBN Ritel Pertama 2022

 Cara Daftar SBN Ritel Bareksa untuk Beli ORI021

Investor Bareksa yang sudah pernah membeli SBN Ritel di Bareksa setelah Juni 2021 bisa langsung memesan ​ORI021 pada masa penawaran dibuka nanti. 

Adapun investor Bareksa yang sudah pernah membeli seri SBN Ritel sebelum Juni 2021 perlu melakukan registrasi ulang. Daftar ulang akun SBN di Bareksa ini untuk memudahkan dalam melakukan trading (jual-beli) SBN di pasar sekunder, karena Bareksa sudah bermitra dengan sekuritas yaitu Binaartha Sekuritas. Lengkapnya baca ​cara daftar ulang akun SBN Ritel di Bareksa. 

Investor Bareksa yang sudah investasi reksadana tapi belum pernah membeli SBN perlu melengkapi data, agar bisa dibuatkan rekening sub-registry untuk SBN. Data yang dibutuhkan untuk membeli SBN adalah rekening bank yang digunakan untuk menerima kupon. 

Segera daftar SBN Ritel sekarang di Bareksa agar siap ketika nanti masa penawaran dibuka. Daftar jauh-jauh hari untuk menyediakan waktu proses verifikasi yang sekitar 2 x 24 jam. 

Baca juga ​Siap-siap ORI021 Akan Segera Terbit, Ini Cara Daftar SBN Ritel di Bareksa


Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Investasi Sekarang

Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan ​penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021.