Berita / SBN / Artikel

Sama-sama Investasi Halal, Pilih ST008 atau Reksadana Pasar Uang Syariah?

Kedua produk yang tersedia di Bareksa ini cocok bagi investor dengan profil risiko rendah (risk averse)
Abdul Malik • 02 Nov 2021
cover

Ilustrasi investasi di Green Sukuk Ritel Sukuk Tabungan ST008 dan reksadana berwawasan lingkungan atau ESG. (Shutterstock)

Bareksa.com - Bagi masyarakat pemodal (investor), saat ini semakin banyak produk investasi dengan risiko rendah yang bisa dipilih dan dibeli secara online, serta yang berbasis syariah.

Salah satunya adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk individu/ritel yang diterbitkan oleh negara. Kemudian ada juga reksadana jenis pasar uang syariah (RDPU syariah) yang dikelola oleh manajer investasi. Dari kedua jenis produk tersebut, lebih baik pilih yang mana ya?

Teranyar, pemerintah sedang menawarkan instrumen SBSN khusus untuk investor ritel berjenis Green Sukuk Ritel - Sukuk Tabungan seri ST008. Tidak hanya untuk membiayai proyek-proyek hijau, ST008 juga bertujuan untuk menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam investasi yang mendukung pembiayaan pembangunan negara. Masa penawaran produk investasi yang dijamin negara ini berlangsung pada 1-17 November 2021.

Kementerian Keuangan menetapkan tingkat kupon atau imbal hasil ST008 minimal 4,8 persen per tahun, yang bisa naik tetapi tidak bisa turun (floating with floor). ST008 memiliki jangka waktu dua tahun dan akan jatuh tempo pada 10 November 2023.

Sementara itu, reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi untuk dibelikan aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Adapun RDPU syariah 100 persen asetnya adalah deposito syariah dan sukuk yang jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Bagi investor yang mencari produk dengan risiko rendah, tenor pendek, serta berbasis syariah, ST008 bisa menjadi alternatif selain RDPU syariah, yang juga stabil dan risikonya tidak jauh berbeda. Lantas bagaimana perbandingan antara ST008 dengan RDPU syariah?

Imbal Hasil (Return)

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa besaran imbalan ST008 minimal 4,8 persen per tahun. Namun, karena dikenai pajak penghasilan obligasi 10 persen, maka imbal hasil bersih yang dapat diterima investor menjadi 4,32 persen per tahun.

Perlu diingat, imbalan ST008 sifatnya floating with floor, sehingga bisa naik jika suku bunga acuan mengalami kenaikan, tetapi tidak bisa turun dari batas minimal saat suku bunga acuan BI turun. Investor ST008 bisa untung lebih besar kalau ada penyesuaian suku bunga yang dipertimbangkan dalam tiga bulan sekali.

Sementara itu, imbal hasil (return) RDPU syariah tidak dikenakan pajak atau potongan lagi sehingga yang diterima oleh investor sudah bersih. Sebagai contoh, top 5 RDPU syariah Bareksa dengan return tertinggi setahun terakhir bisa memberikan keuntungan bersih 3,65 persen hingga 4,98 persen (per 1 November 2021).

Top 5 RDPU Syariah Bareksa Return Tertinggi Setahun (per 1 November 2021)

Sumber: Bareksa

Likuiditas

Likuiditas adalah kondisi di mana seberapa cepat suatu instrumen aset dicairkan atau dijadikan uang tunai (cash). ST008 adalah instrumen yang tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor tidak bisa mencairkan mendadak bila butuh dana darurat sebelum jatuh tempo. Namun, ada fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption) dengan sejumlah syarat.

Early redemption merupakan salah satu fasilitas yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok ST008 oleh pemerintah sebelum jatuh tempo.

Fasilitas ini hanya dapat dimanfaatkan oleh investor dengan minimal kepemilikan ST008 Rp2 juta di setiap mitra distribusi dengan nominal pengajuan minimal 1 juta rupiah dan kelipatannya serta jumlah maksimal yang dapat diajukan untuk early redemption adalah 50 persen dari total kepemilikan investor.

Di sisi lain, RDPU syariah dapat dicairkan kapan saja dan berapa saja (tergantung ketentuan masing-masing produk) saat kita membutuhkan dana darurat. Prosesnya memakan waktu maksimal 7 hari kerja setelah instruksi penjualan (T+7).

Jaminan Pemerintah

Satu hal yang menarik dari ST008 adalah adanya jaminan 100 persen untuk pokok maupun imbal hasilnya dari pemerintah. Investor yang memegang hingga jatuh tempo (2 tahun) tidak perlu khawatir uang pokoknya hilang atau berkurang.

Sementara itu, RDPU syariah tidak dijamin oleh pemerintah sehingga nilainya bisa naik dan turun. Akan tetapi, reksadana adalah produk investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sehingga aman dan uang investor tidak bisa dibawa kabur oleh manajer investasi ataupun agen penjual.

Kesimpulannya, kita sebagai investor dalam membeli suatu instrumen investasi tidak bisa hanya dengan membandingkan return yang akan didapat, melainkan juga harus tahu dan disiplin atas keputusan investasi yang akan diambil nantinya.

Namun yang perlu ditekankan ialah, kedua produk yang tersedia di Bareksa ini cocok bagi investor dengan profil risiko rendah (risk averse), tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan masing-masing.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Green Sukuk Ritel ST008 ditawarkan 1-17 November 2021. Investasi mulai dari Rp1 juta dan maksimal Rp1 miliar. ST008 merupakan salah satu jenis SBN Ritel syariah dengan fitur tidak bisa diperdagangkan dengan tenor investasi 2 tahun dan kupon bersifat mengambang dengan batas minimal.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.