Berita / SBN / Artikel

Tiga Risiko Berinvestasi di Green Sukuk Ritel ST008 dan Cara Mitigasinya

Salah satunya adalah risiko gagal bayar, tapi risiko ini hampir tidak ada karena pembayaran pokok dan imbalan dijamin oleh negara dan Undang-Undang
Abdul Malik • 03 Nov 2021
cover

Ilustrasi Muslimah yang bernvestasi di reksadana syariah dan SBN jenis syariah seperti Green Sukuk Ritel - Sukuk Tabungan seri ST008. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pemerintah mengumumkan membuka masa penawaran Green Sukuk Ritel - Sukuk Tabungan (ST) seri ST008 pada 1-17 November 2021. Sukuk Tabungan seri ST008 akan menjadi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel keenam sekaligus terakhir yang diterbitkan pemerintah pada tahun ini. ST008 dapat dibeli dengan mudah melalui 30 mitra distribusi, salah satunya Bareksa.

Mengapa disebut Green Sukuk Ritel? Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan dengan berinvestasi di ST008 ini investor juga turut berkontribusi untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan pemanasan global. Kementerian Keuangan menjelaskan hasil penerbitan Green Sukuk Ritel - Sukuk Tabungan seri ST008, akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek hijau yang ada di Angggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN).

Artinya dengan membeli ST008, smart investor tidak hanya berkontribusi bagi pembiayaan pembangunan bangsa tapi juga membantu menjaga kelestarian bumi untuk bekal anak cucu nanti. Sudah investasi dapat cuan, aman karena dijamin negara, juga nyaman karena dana hasil penjualan Green Sukuk Ritel ST008 digunakan untuk proyek-proyek hijau.

Green Sukuk Ritel ST008 sangat terjangkau. Investasi mulai dari Rp1 juta dan maksimal Rp1 miliar dengan tenor investasi 2 tahun. Jatuh tempo ST008 pada 10 November 2023. Nilai maksimal pemesanan ST008 tersebut diturunkan dari SBN Ritel seri sebelumnya yakni ORI020 yang maksimal Rp2 miliar.

Di seri-seri SBN Ritel sebelumnya pemerintah menetapkan nilai pemesanan mulai Rp1 juta hingga Rp3 miliar. Pemangkasan batas nilai pemesanan SBN Ritel per investor tersebut karena pemerintah mempertimbangkan agar SBN Ritel bisa menjangkau lebih banyak investor.

Kemenkeu menyatakan tingkat imbalan ST008 untuk periode pertama adalah 4,8 persen per tahun. Tingkat imbalan ini berlaku sebagai tingkat imbalan minimal (floor). Spread tetap imbalan ST008 terhadap Bank Indonesia - 7 Day Reverse Repo Rate ialah 130 basis poin (bps). ST008 memiliki kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor), mengikuti potensi naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia.

Green Sukuk Ritel ST008 sesuai dengan prinsip syariah, sehingga bagi smart investor yang ingin berinvestasi di instrumen investasi halal dan bebas riba, tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di instrumen ini. Meskipun termasuk instrumen investasi syariah, namun siapapun bisa berinvestasi di Green Sukuk Ritel ST008 tanpa memandang latar belakang agama tertentu, karena memang aman dan cuan.

​​Meskipun ST008 tidak bisa diperdagangkan (non tradable) di pasar sekunder, namun terdapat fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption) tanpa dikenakan redemption cost atau biaya pencairan oleh pemerintah.

Tertarik berinvestasi di ST008? Jika iya, ada baiknya memahami tiga risiko berinvestasi di ST008 karena seperti halnya instrumen investasi di pasar keuangan, ST008 juga memiliki risiko.

Berikut penjelasan risiko berinvestasi ST008 berdasarkan Memorandum Informasi ST008, yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan :

1. Risiko gagal bayar (default risk)

Yaitu risiko apabila investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo baik imbalan/kupon dan nilai nominal Sukuk Tabungan seri ST008.

Mitigasi risiko :

Sebagai instrumen pasar modal, ST008 termasuk instrumen yang bebas risiko (risk free instrument) karena pembayaran imbalan/kupon dan nilai nominal Sukuk Tabungan seri ST008 dijamin oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN dan Undang-Undang APBN.

2. Risiko likuiditas (liquidity risk)

Yaitu kesulitan dalam menjual ST008 sebelum jatuh tempo apabila investor memerlukan dana tunai. ST008 memiliki risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan dan tidak dapat dialihkan.

Mitigasi risiko :

ST008 dapat dicairkan sebelum jatuh tempo dengan memanfaatkan fasilitas early redemption.

3. Risiko pasar (market risk)

Yaitu risiko pasar pada instrumen sukuk antara lain berupa risiko terjadinya perubahan tingkat imbal hasil di pasar (reference rate) yang berpotensi merugikan investor.

Mitigasi risiko :

ST008 tidak memiliki risiko akibat terjadinya perubahan tingkat imbal hasil di pasar karena tingkat imbalan/kupon ST008 yang ditetapkan pada saat penerbitan merupakan jaminan tingkat imbalan/kupon minimal (floor) yang akan diterima investor sampai dengan jatuh tempo.



(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Green Sukuk Ritel ST008 ditawarkan 1-17 November 2021. Investasi mulai dari Rp1 juta dan maksimal Rp1 miliar. ST008 merupakan salah satu jenis SBN Ritel syariah dengan fitur tidak bisa diperdagangkan dengan tenor investasi 2 tahun dan kupon bersifat mengambang dengan batas minimal.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.