Berita / SBN / Artikel

Istilah-istilah Penting Seputar Obligasi dan Pengertiannya

Terdapat 6 Istilah yang perlu diketahui
Bareksa • 06 Mar 2019
cover

Ilustrasi merencanakan liburan dengan mengumpulkan tabungan melalui investasi reksadana saham obligasi surat utang.

Bareksa.com - Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

Jika kalian berkeinginan untuk mendalami dan berinvestasi obligasi, sebaiknya, atau mungkin seharusnya mengenal istilah-istilah berikut ini. Pengenalan istilah ini bertujuan agar tidak terjadi kesalah-pahaman tentang istilah-istilah pada instrumen obligasi ini.

Nilai Nominal atau Nilai Par (Par Value)

Arti nilai nominal adalah nilai pokok yang diperoleh si pemegang obligasi saat jatuh tempo. Ilustrasinya bisa dicontohkan sebagai berikut :

PT E, mengeluarkan obligasi dipasaran dengan nila Rp100 miliar. Syarat pembelian minimal adalah Rp1 miliar. Harga jual tersebut dalam persen adalah 100 persen (nilai yang 1 miliar = 100 persen tersebutlah yang disebut dengan nilai par).

Kemudian obligasi tersebut bisa ditransaksikan berikutnya dengan harga 110 persen, 112 persen ataupun 117 persen. Yang disebut sebagai nilai nominal tetap yang 100 persen tadi.

Tingkat Bunga atau Kupon

Merupakan imbal hasil yang diikutsertakan dalam nilai nominal dan wajib dibayar pada pemegang obligasi. Kupon ini dibayarakan secara periodik tertentu. Misalkan setiap kuartal atau semester.

Jenis kupon obligasi ini bisa saja fixed coupon ataupun floating coupon. Perbedaanya adalah untuk fixed coupon besarnya bunga selalu tetap sebagaimana kesepakatan awal.

Sementara untuk floating coupon adalah persentase kupon yang berubah-ubah di mana bergantung terhadap suku bunga BI.

Waktu Jatuh Tempo (Maturity Date)

Pengertian maturity date adalah waktu jatuh tempo pengembalian dana sesuai nominal dari penerbit obligasi pada pemegang obligasi. Tempo waktu dalam obligasi ini berbagai macam, ada yang setiap 12 bulan, 5 tahun, 10 tahun, dan lainnya.

Biasanya jika makin lama waktu tempo, maka kupon (bunga) akan semakin besar. Hal ini mengingat perbedaan nilai uang dari waktu ke waktu disertai adanya ketidakpastian dalam beberapa tahun ke depan.

Hal itu yang menjadi keuntungan bagi para pemegang obligasi, sehingga imbal hasil nya lebih tinggi atau lebih premium, untuk mengkompensasi risiko ketidakpastian itu sendiri.

Penerbit atau Emiten (Issuer)

Pihak yang menerbitkan obligasi atau surat utang. Dengan kata lain, ini adalah orang yang berhutang pada investor jika investor memiliki obligasi.

Untuk membeli obligasi sebagai alternatif investasi, inilah yang harus diperhatikan dengan baik. Sebab jika tidak ada kemungkinan  pihak ini tak mampu mengembalikan dana nilai nominal obligasi investor.

Bagi investor yang memang ingin membeli obligasi bisa mengacu pada rating atau peringkat efek yang telah dibuat oleh Pefindo, untuk mengetahui emiten yang dalam keadaan baik dan kemungkinan mampu membayar utangnya.

Klaim Aset dan Pendapatan

Jika suatu waktu terjadi kemungkinan tidak mampu membayar atau penerbit obligasi bankrupt. Maka, salah satu jalan yang bisa dilakukan adalah menjual aset penerbit obligasi dan memberikan hasil penjualan pada pemegang obligasi.

Wali Amanat

Wali amanat merupakan pihak untuk perwakilan para pemegang obligasi. Tugas paling penting dari wali amanat ini adalah sebagai pelindung bagi pemegang obligasi untuk terhindar dari hal hal yang merugikan.

(KA02/AM)

* * *

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa adalah salah satu mitra distribusi (midis) untuk penjualan surat utang negara ritel yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan. Transaksi online di Bareksa mudah dan bisa dilakukan kapan saja.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki agar bisa memesan produk Sukuk atau SBN di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di Sukuk dan produk SBN lainnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP, ini caranya.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli Sukuk dan produk SBN lainnya? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

Perlu dicatat, Sukuk Tabungan atau Saving Bond Ritel terbuka bagi masyarakat Indonesia dari kalangan manapun, tanpa memandang latar belakang keyakinan. Kehadiran SBN tentunya memberikan alternatif untuk menyimpan uang pada instrumen yang menghasilkan potensi imbal yang cukup menarik.