BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

Pengertian dan Jenis Rating Serta Kaitannya dengan Potensi Imbal Hasil Obligasi

Bareksa27 Mei 2019
Tags:
Pengertian dan Jenis Rating Serta Kaitannya dengan Potensi Imbal Hasil Obligasi
Ilustrasi surat berharga negara, obligasi, surat utang, bukti kepemilikan investasi

Semakin rendah risiko gagal bayar berarti semakin kecil pula imbal hasil akan diterima investor

Bareksa.com - Dalam aktivitas investasi, peringkat (rating) merupakan salah satu hal yang sangat penting karena menentukan suatu perusahaan / negara bisa mendapatkan pendanaan dari penerbitan obligasi atau tidak dan berapa besar kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan agar mau diterima oleh investor.

Beberapa produk investasi, baik saham, reksadana ataupun obligasi, perubahan rating terutama rating suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi. Untuk itu, sedikit banyak investor perlu mengetahui tentang hal ini.

Apa itu Rating?

Promo Terbaru di Bareksa

Rating adalah suatu penilaian yang terstandarisasi terhadap kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam membayar utang-utangnya. Karena terstandardisasi artinya rating suatu perusahaan atau negara dapat dibandingkan dengan perusahaan atau negara yang lain sehingga dapat dibedakan siapa yang mempunyai kemampuan lebih baik, siapa yang kurang.

Rating dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, dan biasanya untuk menjadi perusahaan pemeringkat harus mendapat izin resmi dari pemerintah. Di Indonesia, perusahaan yang mendapat izin serta menjadi market leader dalam pemberian rating adalah PT Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia).

Selain itu, terdapat juga perusahaan yang memiliki bidang usaha serupa yaitu Fitch Ratings Indonesia dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency). Informasi perusahaan pemeringkat tersebut bisa anda baca di www.icraindonesia.com dan www.pefindo.com.

Umumnya perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah Indonesia hanya memeringkat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Sementara rating terhadap kemampuan membayar utang suatu negara dilakukan oleh perusahaan pemeringkat yang mendapat pengakuan internasional.

Dahulu perusahaan pemeringkat ini didominasi oleh 3 pemain besar seperti Standard & Poor, Moody’s Investor Service, dan Fitch Ratings. Namun seiring berkembangnya waktu juga semakin bermunculan perusahaan pemeringkat yang ratingnya juga diakui selain 3 pemain besar di atas.

Sebagai contoh, jika Anda melihat di website bank Indonesia, selain ketiga perusahaan di atas juga terdapat 2 perusahaan pemeringkat lain yaitu JCRA (Japan Credit Rating Agency) dan Rating & Information Service Inc.

Jenis-Jenis Rating

Suatu rating terdiri dari 2 bagian rating dan outlook. Rating adalah kemampuan membayar utang sedangkan outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah rating akan naik, turun atau tetap pada periode penilaian berikutnya.

Rating sendiri terdiri dari 2 yaitu 3 huruf yang disertai dengan tanda atau angka tergantung perusahaan pemeringkat. Sebagai contoh urutan dari yang tertinggi hingga paling rendah secara umum adalah sebagai berikut.

• Investment Grade
o AAA atau Aaa
o AA+, AA dan AA- atau Aa1, Aa2 dan Aa3
o A+, A, dan A- atau A1, A2 dan A3
o BBB+, BBB dan BBB- atau Baa1, Baa2 dan Baa3

• Non Investment Grade (junk Bond) dengan rating di bawah BBB atau Baa
o BB+, BB dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3
o B+, B dan B- atau B1, B2 dan B3
o CCC+, CCC dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3
o CC+, CC dan CC- atau Ca11, Ca2 dan Ca3
o C+, C dan C- atau C1, C2 dan C3

o Default

Investment grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya. Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating investment grade.

Non investment grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang meragukan dalam memenuhi kewajibannya. Perusahaan yang masuk kategori ini biasanya cenderung sulit memperoleh pendanaan.

Agar bisa berhasil, umumnya mereka memberikan kupon atau imbal hasil yang tinggi sehingga disebut juga dengan high yield bond. Investor yang memilih jenis obligasi ini biasanya cenderung memiliki sifat spekulatif atau berani menanggung risiko lebih tinggi. Sebab jika ternyata perusahaan berkomitmen melunasi seluruh kewajibannya, imbal hasil yang diterima bisa sangat tinggi.

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, berarti semakin tinggi risiko gagal bayar dan berarti semakin besar pula imbal hasil (return) yang diharapkan oleh investor. Begitupun sebaliknya, semakin tinggi rating, berarti semakin rendah risiko gagal bayar berarti semakin kecil pula imbal hasil (return) yang akan diterima oleh investor.

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa adalah salah satu mitra distribusi (midis) untuk penjualan surat utang negara ritel yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan. Transaksi online di Bareksa mudah dan bisa dilakukan kapan saja.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki agar bisa memesan produk Sukuk atau SBN di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di Sukuk dan produk SBN lainnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP, ini caranya.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli Sukuk dan produk SBN lainnya? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

Perlu dicatat, Sukuk Tabungan terbuka bagi masyarakat Indonesia dari kalangan manapun, tanpa memandang latar belakang keyakinan. Kehadiran Sukuk Tabungan ini tentunya memberikan alternatif untuk menyimpan uang pada instrumen yang menghasilkan potensi imbal yang cukup menarik.

(KA01/AM)

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Empty Illustration

Produk Belum Tersedia

Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua