Berita / SBN / Artikel

Pemerintah Target Rp1 Triliun dari Penerbitan Surat Utang Negara Online SBR003

Proses penawaran surat utang negara SBR003 akan berlangsung pada 30 April hingga 25 Mei 2018
Bareksa • 14 May 2018
cover

Petugas memeriksa uang rupiah di 'cash center' Plaza Mandiri, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bareksa.com – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menargetkan dana setidaknya Rp1 triliun, seiring dengan peresmian masa penawaran savings bond ritel (SBR) seri SBR003. Investor ritel dapat berinvestasi sekaligus membantu negara dengan membeli secara online jenis Surat Utang Negara (SUN) tersebut melalui sembilan mitra distribusi dengan minimal pembelian sebesar Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar.

Direktur Surat Utang Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting menuturkan, pemerintah menargetkan dana sebesar Rp1 triliun dari penjualan SBR093. Namun, apabila permintaan terhadap SBR003 tinggi, pemerintah bakal melakukan upsize maksimal hingga sebesar Rp5 triliun.

“Karena jika permintaan banyak sementara kuota belum di-upsize, maka pemesanannya akan ter-reject otomatis,” katanya di Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

Masa pemesanan SBR003 berlangsung pada 14 Mei hingga 25 Mei 2018. Tanggal penetapan dan hasil penjualan pada 28 Mei 2018 dan tanggal setelmen atau penerbitan pada 31 Mei 2018. Sementara, tanggal jatuh tempo SBR003 pada 20 Mei 2020.

Apabila animo SBR003 tinggi, pemerintah tidak menutup kemungkinan membuka penjualan instrumen surat utang negara lainnya secara online. Loto menganggap, mekanisme penjualan instrumen surat utang pemerintah secara online dapat menjangkau investor ritel.

Saat tahap penerbitan, pemerintah menetapkan kupon SBR003 sebesar 6,8 persen. Tingkat kupon SBR003 mengambang (floating) dengan acuan kupon BI 7-day reverse repo rate (7-day repo rate).

Dia menuturkan, dengan tingkat kupon floating, maka kupon SBR003 akan dievaluasi setiap tiga bulan, menyesuaikan dengan tingkat 7-day repo rate. Penetapan kupon SBR003 tahap awal sebesar 6,8 persen berdasarkan tingkat 7-day repo rate sebesar 4,25 persen dan spread tetap sebesar 255 basis poin (bp) atau sebesar 2,55 persen.

“Jadi, kalo misalnya 7-day repo rate naik jadi 5 persen, kupon SBR003 tinggal ditambah 2,55 persen jadi 7,55 persen,” jelas dia.

Early Redemption

Selain memiliki kupon yang menarik, SBR003 memiliki fasilitas early redemption setelah dimiliki selama 12 bulan. Namun, fasilitas masa penjualan sebelum jatuh tempo (early redemption) sebesar 50 persen dari nilai investasi dengan sisa nilai investasi kelipatan Rp1 juta.

Loto menyarankan, bagi investor yang berniat melakukan early redemption, sebaiknya membeli SBR003 dengan kelipatan Rp2 juta. Investor yang membeli SBR003 senilai Rp1 juta, tidak memiliki fasilitas early redemption.

Pembelian SBR003 juga dapat dilakukan dengan pemesanan beberapa kali. Namun, fasilitas early redemption berlaku untuk per pesanan.

Dia menganalogikan, apabila investor membeli SBR003 secara bertahap, yakni sebesar Rp1 juta pada pesanan pertama dan Rp3 juta pada pesanan kedua, total kepemilikan SBR003 investor menjadi Rp4 juta. Menurut dia, meskipun investor memiliki SBR003 senilai Rp4 juta, tetapi hak early redemption-nya hanya sebesar Rp1 juta.

Hal itu terjadi karena pemesanan awal Rp1 juta tidak memiliki fasilitasi early redemption, sedangkan pemesanan kedua sebesar Rp3 juta memiliki fasilitas early redemption sebesar Rp1 juta, karena untuk melakukan early redemption investor harus menyisakan dana investasinya dengan kelipatan Rp1 juta.

“Makanya hati-hati, apabila ada rencana early redemption, sebaiknya membeli SBR003 dengan kelipatan Rp2 juta,” ujar dia.

Khusus Pembelian Online

Seri SBR003 merupakan surat utang pemerintah yang hanya dapat dibeli secara online pada sembilan mitra distribusi. Sembilan mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah adalah Bareksa.com, Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia, Bank Permata, Investree, Tanamduit dan Trimegah Sekuritas.

Loto mengungkapkan, SBR003 merupakan seri SBR online pertama. Calon investor tidak dapat membeli SBR003 secara offline.

Melalui penjualan online, pemerintah berharap anak-anak muda yang akrab dengan gadget dapat berpartisipasi untuk pembangunan negara sekaligus berinvestasi di SBR. Pembelian minimum SBR003 juga hanya Rp1 juta sehingga cocok bagi anak muda. (hm)

***

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Utang Negara (SUN) ritel secara online.

Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

(hm)