BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Hari Ini: ADRO, ASII, BBNI & LPPF, IHSG Berpotensi Rebound

28 September 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Hari Ini: ADRO, ASII, BBNI & LPPF, IHSG Berpotensi Rebound
Menara Astra, kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII). (dok Astra)

Empat saham pilihan hari ini, 28 September 2026, adalah ADRO, ASII, BBNI, dan LPPF. Sementara itu, IHSG diperkirakan berpotensi rebound ke zona positif dalam kisaran 6.200 hingga 6.380.

Bareksa - Bursa saham Indonesia melemah 0,90% ke level 6.242 pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, tertekan aksi jual investor asing senilai Rp559 miliar. Sektor industri, infrastruktur, dan transportasi menjadi pemberat utama, dengan saham BYAN, ASII, dan DSSA menjadi penekan terbesar indeks. Di sisi lain, rupiah justru menguat tipis ke Rp17.893 per dolar AS.

Dari luar negeri, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat di akhir pekan, ditopang pelemahan harga minyak dunia setelah Iran mengajukan proposal gencatan senjata 7 hari untuk mengakhiri konflik dengan AS dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun demikian, yield obligasi AS bertenor 10 tahun mencatat rekor tertinggi dalam 19 tahun, seiring pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober mendatang.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, IHSG hari ini diperkirakan berpotensi rebound ke zona positif, bergerak di kisaran 6.200 hingga 6.380. Peluang penguatan ini muncul di tengah pelemahan harga minyak yang dapat meredakan sebagian tekanan inflasi global.

Promo Terbaru di Bareksa

Rekomendasi Saham Hari Ini, 28 September 2026

Strategi: Buy on Weakness & Speculative Buy

1. ADRO – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk

  • Harga Terakhir: Rp2.600

  • Target Harga: Rp2.720

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp2.530

  • Harga Beli Disarankan: Rp2.580

  • Strategi: Buy on Weakness (beli saat harga tertekan)

Analisis: Harga ADRO naik 1,56% ke Rp2.600 pada 25 September, menunjukkan potensi rebound setelah sempat turun dari level tertinggi Rp2.860. Saham ini bertahan di area support Rp2.540-2.600, dengan tren naik jangka panjang yang masih terjaga selama garis tren dan support ini tidak tertembus. Dari keempat saham, ADRO menunjukkan struktur teknikal paling solid.

Beli Saham ADRO di Sini

2. ASII – PT Astra International Tbk

  • Harga Terakhir: Rp4.690

  • Target Harga: Rp4.720

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp4.400

  • Harga Beli Disarankan: Rp4.470

  • Strategi: Buy on Weakness (beli saat harga tertekan)

Analisis: Harga ASII turun 1,68% ke Rp4.690 pada 25 September, masih dalam tren melemah dengan harga diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakannya. Momentum masih lemah, sehingga peluang beli baru terbuka di area Rp4.470, dengan risiko pelemahan lanjutan ke Rp4.350 jika area support tertembus.

Beli Saham ASII di Sini

3. BBNI – PT Bank Negara Indonesia Tbk

  • Harga Terakhir: Rp3.500

  • Target Harga: Rp3.600

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp3.360

  • Harga Beli Disarankan: Rp3.450

  • Strategi: Buy on Weakness (beli saat harga tertekan)

Analisis: Harga BBNI turun tipis 0,57% ke Rp3.500 pada 25 September, menunjukkan potensi rebound jangka pendek dengan indikator jenuh jual yang sudah ekstrem. Meski begitu, konfirmasi tambahan masih diperlukan karena harga masih di bawah rata-rata pergerakannya. Peluang beli terbuka di area Rp3.450 selama support ini bertahan.

Beli Saham BBNI

4. LPPF – PT Matahari Department Store Tbk

  • Harga Terakhir: Rp1.585

  • Target Harga: Rp1.625

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.550

  • Harga Beli Disarankan: Rp1.585

  • Strategi: Speculative Buy (beli spekulatif)

Analisis: Harga LPPF naik tipis 0,32% ke Rp1.585 pada 25 September, menunjukkan potensi rebound setelah menemukan support di area Rp1.525-1.550. Saham ini sudah kembali di atas rata-rata pergerakannya, dengan momentum jangka pendek yang membaik. Dari keempat saham, LPPF satu-satunya yang direkomendasikan sebagai pembelian spekulatif, bukan beli saat tertekan.

Beli Saham LPPF

Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini, 28 September 2026

Kode Saham

Strategi

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

ADRO

Buy on Weakness

Rp2.600

Rp2.720

Rp2.530

ASII

Buy on Weakness

Rp4.690

Rp4.720

Rp4.400

BBNI

Buy on Weakness

Rp3.500

Rp3.600

Rp3.360

LPPF

Speculative Buy

Rp1.585

Rp1.625

Rp1.550

Sumber: Ciptadana Sekuritas, harga terakhir per 25/9/2026

Sorotan Pasar

Di sisi makro, pertumbuhan uang beredar Indonesia sedikit melambat pada Agustus, yang menurut Ciptadana mencerminkan komitmen pemerintah menjaga defisit fiskal tetap terkendali. Sementara itu, kredit perbankan justru menunjukkan akselerasi, mengindikasikan permintaan pembiayaan yang masih solid.

Di sisi emiten, BBRI dan BRIS sama-sama mencatat rebound laba pada Agustus setelah tertekan di bulan sebelumnya, didukung normalisasi biaya provisi meski margin bunga bersih masih dalam tekanan. Sementara itu, SILO menyelesaikan batch pertama akuisisi rumah sakit dari transaksi First REIT, menandai tonggak penyelesaian konkret pertama sejak kesepakatan tersebut diteken.

Faktor Risiko Utama

  • ASII Masih dalam Tren Turun yang Kuat: Berbeda dengan tiga saham lainnya, ASII belum menunjukkan tanda pembalikan arah yang jelas dan berisiko melemah lebih dalam jika area support tertembus, sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra.

  • Yield Obligasi AS di Level Tertinggi 19 Tahun: Kenaikan yield obligasi AS bertenor 10 tahun ke level tertinggi dalam 19 tahun dapat menambah tekanan bagi arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam waktu dekat.

  • Ketidakpastian Kesepakatan Damai AS-Iran: Proposal gencatan senjata 7 hari dari Iran belum tentu terealisasi, sehingga harga minyak berpotensi kembali bergejolak jika negosiasi tidak membuahkan hasil, yang dapat memengaruhi sentimen pasar secara luas.

Kesimpulan

Empat saham pilihan hari ini menawarkan dua pendekatan: ADRO, ASII, dan BBNI cocok dibeli saat harga tertekan (Buy on Weakness) karena masing-masing menunjukkan tanda-tanda potensi rebound teknikal, sementara LPPF sudah cukup solid untuk pembelian spekulatif. Sebagai panduan, harga beli yang disarankan adalah Rp2.580 untuk ADRO, Rp4.470 untuk ASII, Rp3.450 untuk BBNI, dan Rp1.585 untuk LPPF. Tetap disiplin menjaga batas rugi, khususnya untuk ASII yang masih menunjukkan tren turun paling kuat di antara keempatnya.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)?

ADRO adalah perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, dengan bisnis yang juga merambah ke energi terbarukan dan pertambangan mineral lain melalui anak-anak usahanya.

Apa bisnis PT Matahari Department Store Tbk (LPPF)?

LPPF adalah perusahaan ritel yang mengoperasikan jaringan department store Matahari di berbagai kota di Indonesia, menjual produk fesyen, kecantikan, dan kebutuhan rumah tangga.

Mengapa yield obligasi AS yang naik bisa memengaruhi pasar saham negara berkembang?

Yield obligasi AS yang lebih tinggi membuat aset dolar menjadi lebih menarik secara relatif dibanding aset negara berkembang, yang dapat mendorong investor asing menarik dana dari pasar seperti Indonesia. Hal ini berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan menambah tekanan jual di pasar saham domestik.

Apa itu transaksi First REIT dan bagaimana dampaknya bagi SILO?

First REIT adalah dana investasi real estat yang sebelumnya menyewakan sejumlah rumah sakit kepada SILO. Melalui transaksi ini, SILO membeli kembali kepemilikan rumah sakit tersebut, yang diharapkan menghilangkan beban sewa progresif jangka panjang, meski dalam jangka menengah menambah beban depresiasi dan bunga dari pembiayaan akuisisi.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.254,59

Up0,56%
Up4,47%
Up3,99%
Up6,13%
Up23,28%
Up19,04%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.207,80

Up0,70%
Up3,82%
Up4,55%
Up6,71%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.214,15

Up0,53%
Up1,65%
Up2,48%
Up4,21%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.039,67

Down-0,18%
Down-0,35%
Down-0,76%
Up2,68%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua