Rekomendasi Saham Hari Ini: BTPS, MEDC dan AADI, IHSG Diprediksi Konsolidasi
IHSG diperkirakan berkonsolidasi dengan bias negatif di rentang 6.561–6.704. Tim Analis Bareksa merekomendasikan strategi quick trade pada BTPS, MEDC dan AADI dengan menunggu harga masuk area beli.

IHSG diperkirakan berkonsolidasi dengan bias negatif di rentang 6.561–6.704. Tim Analis Bareksa merekomendasikan strategi quick trade pada BTPS, MEDC dan AADI dengan menunggu harga masuk area beli.
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,25% ke 6.620 pada Senin (7/9/2026), diiringi penjualan bersih investor asing Rp679 miliar. Pelemahan saham bank besar menekan indeks, sedangkan sektor energi dan industrial masih menguat.
Ringkasan untuk Investor
IHSG diperkirakan bergerak di antara support 6.561 dan resistance 6.704 dengan bias konsolidasi negatif.
BTPS, MEDC dan AADI ditujukan untuk strategi quick trade, bukan pembelian tanpa mempertimbangkan harga.
Seluruh harga terakhir masih berada di atas area beli. Investor dapat menunggu pullback agar rasio risiko dan potensi imbal hasil lebih terukur.
Disiplin terhadap batas rugi diperlukan karena volatilitas pasar dan aksi jual asing masih tinggi.
Sorotan Pasar Saham
Enam sektor melemah pada perdagangan Senin, dipimpin Financials 0,76%, Basic Materials 0,7% dan Technology 0,61%. BBCA turun 1,12% ke Rp6.625, BMRI melemah 0,68% ke Rp4.390, dan BBRI terkoreksi 0,59% ke Rp3.370.
Promo Terbaru di Bareksa
Di sisi lain, sektor Energy naik 1,03% dan Industrials menguat 1,25%. Brent juga naik 1,1% ke US$97,36 per barel dan WTI ke US$92,46 per barel akibat konflik AS-Iran di sekitar Selat Hormuz. Kondisi ini mendukung sentimen saham energi, tetapi sekaligus meningkatkan risiko volatilitas dan inflasi.
Tim teknikal Ciptadana memperkirakan IHSG bergerak di rentang 6.561–6.704 pada Selasa (8/9). Penembusan 6.704 dapat memperkuat peluang pemulihan, sedangkan pelemahan di bawah 6.561 perlu diwaspadai.
Rekomendasi Saham 8 September 2026
Saham | Strategi | Area beli | Target harga | Batas rugi |
BTPS | Quick trade | Rp1.015–1.045 | Rp1.115–1.145 | Rp965 |
MEDC | Quick trade | Rp1.425–1.470 | Rp1.560–1.605 | Rp1.330 |
AADI | Quick trade | Rp11.225–11.575 | Rp12.300–12.650 | Rp10.000 |
Sumber: Tim Analis Bareksa
1. BTPS: Tunggu Pullback ke Area Rp1.015–1.045
BTPS ditutup naik 0,5% ke Rp1.060. Harga telah berada di atas MA20 sekitar Rp990 dan MA50 Rp995, menandakan pemulihan jangka pendek. Namun, MA20 masih sedikit di bawah MA50 sehingga struktur tren menengah belum sepenuhnya kuat.
RSI 53,05 menunjukkan momentum beli mulai meningkat dan belum memasuki area overbought. Volume perdagangan sekitar 1,5 kali rata-rata 20 hari turut memberi konfirmasi. Investor dapat memprioritaskan pembelian di Rp1.015–1.025 agar rasio risiko lebih baik.
2. MEDC: Momentum Naik Didukung Harga Minyak
MEDC turun 0,67% ke Rp1.485, tetapi masih berada di atas MA20 Rp1.380 dan MA50 Rp1.325. Saham ini telah menguat sekitar 9,93% dalam lima hari dan 13,69% dalam 20 hari.
RSI 59,93 menunjukkan momentum beli masih kuat dan belum overbought. Volume mencapai sekitar 1,48 kali rata-rata 20 hari. Kenaikan harga minyak menjadi katalis, tetapi investor tetap perlu mewaspadai perubahan tensi geopolitik dan koreksi komoditas.
3. AADI: Momentum Kuat, Hindari Mengejar Harga
AADI ditutup melonjak 4% ke Rp11.700 dan menembus level tertinggi 20 hari Rp11.250. Harga berada jauh di atas MA20 sekitar Rp10.040 dan MA50 Rp9.380. Dalam lima hari, saham ini naik sekitar 10%, sedangkan kenaikan 20 harinya mencapai 23,63%.
RSI 60,02 dan volume sekitar 1,74 kali rata-rata menunjukkan momentum kuat. Namun, kenaikan yang cepat membuat risiko pullback meningkat. Karena itu, area Rp11.225–11.575 lebih terukur dibanding membeli pada harga terakhir.
Faktor Risiko Pasar
IHSG masih berkonsolidasi dengan bias negatif dan investor asing mencatat net sell.
Pelemahan sektor keuangan dapat menahan pemulihan BTPS.
MEDC sensitif terhadap harga minyak dan perkembangan konflik AS-Iran.
AADI telah naik tajam sehingga menghadapi risiko aksi ambil untung.
Membeli di atas area rekomendasi akan memperbesar risiko dan menurunkan risk/reward.
Kesimpulan
BTPS, MEDC dan AADI dapat dicermati untuk transaksi jangka pendek dengan menunggu koreksi menuju area beli. MEDC dan AADI didukung momentum sektor energi, sedangkan BTPS menawarkan peluang pemulihan teknikal. Seluruh strategi membutuhkan disiplin terhadap target harga dan batas rugi.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang. Rekomendasi dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.248,25 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.203,98 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.210,58 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.043,00 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
