Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: BULL, AKRA & ITMG
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 27 Juli 2026: BULL, AKRA & ITMG (Quick Trade). Prediksi IHSG kisaran 6.159–6.307.

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 27 Juli 2026: BULL, AKRA & ITMG (Quick Trade). Prediksi IHSG kisaran 6.159–6.307.
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 118 poin (1,88%) ke level 6.196 pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, di tengah kabar mengejutkan dari Bank Indonesia (BI). Gubernur BI Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya, sebagaimana diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta.
Sebagai pengganti sementara, BI menunjuk Destry Damayanti — yang menjabat Deputi Gubernur Senior sejak 2019 — sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur BI hingga proses penggantian definitif rampung. Pergantian pucuk pimpinan bank sentral yang mendadak ini turut menambah tekanan pada sentimen pasar, di tengah pelemahan mayoritas sektor.
Sektor Consumer Cyclicals (-3,04%), Basic Materials (-3,02%), dan Energy (-2,82%) menjadi pemberat utama secara broad-based, sementara BMRI, AMMN, dan BUMI menjadi penekan utama indeks. Investor asing mencatat net sell Rp1,4 triliun, dan rupiah melemah 28 poin ke Rp17.943/US$.
Promo Terbaru di Bareksa
Dari global, bursa Wall Street ditutup variatif dengan S&P 500 melemah tipis 0,05% dan Nasdaq turun 0,64%, tertekan pelemahan saham chip meski Intel memproyeksikan kenaikan penjualan kuartal III seiring permintaan data center. Sentimen turut tertekan tarif baru Presiden Trump untuk 60 negara serta ancaman tarif tambahan Uni Eropa.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (27/7/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.159 (support) – 6.307 (resistance) dengan potensi rebound ke teritori positif, meski struktur bearish jangka menengah masih terjaga.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
Daftar Isi
• Rekomendasi Saham Hari Ini, 27 Juli 2026
• 1. BULL – PT Buana Lintas Lautan Tbk
• 2. AKRA – PT AKR Corporindo Tbk
• 3. ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk
• Tabel Rekomendasi Saham
• Faktor Risiko Utama
• Kesimpulan
Rekomendasi Saham Hari Ini, 27 Juli 2026
Strategi: Quick Trade
1. BULL – PT Buana Lintas Lautan Tbk
Harga Terakhir: Rp438
Target Harga: Rp460–474
Batas Rugi (Stop Loss): Rp360
Range Beli: Rp364–434
Prioritas Entry: Rp364–380
Analisis: BULL ditutup naik 12,31% ke Rp438 pada 24 Juli, berada di atas MA20 Rp350 dan MA50 Rp352 — tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua MA terlampaui. RSI 70,99 mengindikasikan momentum beli kuat namun sudah memasuki area overbought, sehingga potensi koreksi jangka pendek perlu diwaspadai. Prioritaskan entry di Rp364–380 karena RR dari entry atas hanya 0,35:1.
2. AKRA – PT AKR Corporindo Tbk
Harga Terakhir: Rp1.445
Target Harga: Rp1.520–1.565
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.340
Range Beli: Rp1.355–1.430
Prioritas Entry: Rp1.355–1.370
Analisis: AKRA ditutup naik 2,48% ke Rp1.445 pada 24 Juli, berada di atas MA20 Rp1.325 dan MA50 Rp1.285 — tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua MA terlampaui. RSI 56,64 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Prioritaskan entry di Rp1.355–1.370 untuk risk/reward yang lebih optimal, dengan RR dari entry atas sekitar 1:1.
3. ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Harga Terakhir: Rp24.500
Target Harga: Rp25.725–26.475
Batas Rugi (Stop Loss): Rp23.325
Range Beli: Rp23.575–24.250
Prioritas Entry: Rp23.575–23.725
Analisis: ITMG ditutup naik 0,41% ke Rp24.500 pada 24 Juli, berada di atas MA20 Rp23.300 dan MA50 Rp22.825 — tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua MA terlampaui. RSI 52,73 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Prioritaskan entry di Rp23.575–23.725 untuk risk/reward yang lebih optimal, dengan RR dari entry atas mencapai 1,59:1. Ciptadana Sekuritas Asia turut mencatat ITMG sebagai salah satu Speculative Buy dengan chance to rebound dalam riset teknikal terpisah.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 27 Juli 2026
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
BULL | Quick Trade | Rp438 | Rp460–474 | Rp360 |
AKRA | Quick Trade | Rp1.445 | Rp1.520–1.565 | Rp1.340 |
ITMG | Quick Trade | Rp24.500 | Rp25.725–26.475 | Rp23.325 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 24/7/2026
Faktor Risiko Utama
Pergantian Gubernur BI di Tengah Ketidakpastian Pasar: Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI dan digantikan Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas. Transisi kepemimpinan bank sentral yang mendadak berpotensi menambah volatilitas jangka pendek pada Rupiah dan pasar obligasi, meski rekam jejak Destry sebagai mantan Deputi Gubernur Senior dinilai meredam kekhawatiran.
Tarif Tambahan AS 10% untuk Produk Indonesia: AS resmi mengenakan tarif tambahan 10% atas impor dari Indonesia menyusul hasil investigasi Section 301, meski CPO, rumput laut, dan batu mulia dikecualikan. Tarif ini berpotensi menekan kinerja ekspor dan mempersempit surplus dagang RI-AS, yang dapat memengaruhi sentimen sektor terkait perdagangan.
Stochastic IHSG Sudah Memasuki Area Overbought: Meski Awesome Oscillator menunjukkan momentum bullish yang membaik, Stochastic Oscillator IHSG sudah berada di zona overbought, mengindikasikan potensi upside jangka pendek yang terbatas dan risiko pullback menuju zona support 6.000 apabila gagal bertahan di atas higher lows terakhir.
Kesimpulan
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 27 Juli 2026 — BULL, AKRA, dan ITMG — seluruhnya mencatat breakout di atas kedua moving average dengan strategi quick trade menuju level resistance masing-masing. ITMG menawarkan RR entry atas terbaik (1,59:1) dengan RSI paling moderat, sementara BULL yang sudah memasuki area overbought memerlukan kedisiplinan lebih ketat pada prioritas entry bawah. Prioritaskan entry BULL di Rp364–380, AKRA di Rp1.355–1.370, dan ITMG di Rp23.575–23.725, dengan manajemen risiko ketat mengingat IHSG turut berada di zona overbought jangka pendek.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Apa bisnis utama PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)?
BULL bergerak di bidang jasa transportasi dan distribusi minyak serta
gas melalui kapal tanker, termasuk pengangkutan crude oil dan produk BBM
untuk klien domestik dan internasional. Perseroan merupakan bagian dari
kelompok usaha yang berfokus pada sektor maritim dan energi.
Apa itu RSI dan mengapa area overbought perlu diwaspadai?
RSI (Relative Strength Index) adalah indikator momentum yang mengukur
kecepatan dan besaran perubahan harga pada skala 0–100. RSI di atas 70
mengindikasikan area overbought, di mana saham berpotensi mengalami
koreksi jangka pendek karena kenaikan harga dinilai sudah terlalu cepat
relatif terhadap fundamentalnya.
Bagaimana dampak pergantian Gubernur BI terhadap pasar saham?
Pergantian pucuk pimpinan bank sentral secara mendadak umumnya memicu
ketidakpastian jangka pendek, terutama pada nilai tukar Rupiah dan arus
modal asing. Namun, jika pengganti memiliki rekam jejak dan kredibilitas
yang kuat seperti Destry Damayanti, dampak negatif terhadap pasar saham
cenderung bersifat sementara.
Apa perbedaan MA20 dan MA50 dalam analisis teknikal saham?
MA20 (Moving Average 20 hari) mencerminkan tren harga jangka pendek,
sementara MA50 mencerminkan tren jangka menengah. Ketika harga saham
berada di atas kedua MA tersebut, hal ini umumnya diartikan sebagai
konfirmasi tren naik yang lebih kuat dibandingkan hanya berada di atas
salah satu MA saja.
Bagaimana tarif Section 301 AS memengaruhi emiten Indonesia?
Tarif tambahan 10% Section 301 berpotensi menekan emiten berorientasi
ekspor ke AS di luar produk yang dikecualikan seperti CPO, rumput laut,
dan batu mulia. Emiten dengan eksposur ekspor signifikan ke AS dapat
menghadapi tekanan margin, meski dampaknya bervariasi tergantung porsi
penjualan ekspor terhadap total pendapatan masing-masing perusahaan.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.226,49 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.184,34 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.027,25 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.202,46 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
