Laba BSDE Turun 13,4% YoY di Q1 2026, Margin Tetap Resilien
Bumi Serpong Damai mencatat laba bersih Rp278 miliar pada kuartal pertama 2026, turun 13,4% YoY seiring penjualan properti yang melemah 17,9%. Margin tetap resilien dengan GPM membaik ke 66,7%.

Bumi Serpong Damai mencatat laba bersih Rp278 miliar pada kuartal pertama 2026, turun 13,4% YoY seiring penjualan properti yang melemah 17,9%. Margin tetap resilien dengan GPM membaik ke 66,7%.
Bareksa - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat pelemahan laba pada kuartal pertama 2026 akibat penurunan penjualan properti, berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (30/6/2026).
Pendapatan turun 12,3% secara tahunan ke Rp2,4 triliun, seiring penjualan properti yang anjlok 17,9% YoY, sebagian terkompensasi oleh pendapatan sewa yang justru tumbuh 19,8% YoY.
Meski pendapatan melemah, margin kotor (GPM) BSDE justru membaik ke 66,7% dari 62,8% pada periode yang sama tahun lalu, didukung margin penjualan properti dan margin sewa yang sama-sama menguat, mencerminkan perbaikan bauran produk dan efisiensi operasional.
Promo Terbaru di Bareksa
Beban Bunga Lebih Tinggi Tekan Laba Bersih ke Rp278 Miliar
Beban operasional BSDE turun 7,0% secara tahunan, membatasi dampak pelemahan pendapatan terhadap laba operasional yang turun 6,7% YoY ke Rp639 miliar, dengan margin operasional yang justru membaik ke 27,0%.
Namun kenaikan beban bunga dan penurunan pendapatan lain-lain menekan kinerja bottom line, dengan laba bersih turun 13,4% secara tahunan ke Rp278 miliar. Margin laba bersih relatif stabil di 11,7%.
Realisasi kuartal pertama 2026 baru mencapai 18% dari proyeksi pendapatan tahun penuh dan 10% dari proyeksi laba bersih — mengindikasikan diperlukannya akselerasi penjualan properti pada kuartal-kuartal berikutnya untuk mencapai target tahunan.
Ringkasan Kinerja BSDE Kuartal Pertama 2026 (Rp miliar)
Indikator | Q1 2026 | Q4 2025 | Q1 2025 | QoQ | YoY |
|---|---|---|---|---|---|
Pendapatan | 2.369 | 4.026 | 2.701 | −41,2% | −12,3% |
Laba Kotor | 1.579 | 2.577 | 1.697 | −38,7% | −6,9% |
Margin Kotor (%) | 66,7 | 64,0 | 62,8 | — | — |
Laba Operasional | 639 | 1.470 | 685 | −56,5% | −6,7% |
Laba Bersih | 278 | 1.182 | 321 | −76,5% | −13,4% |
Margin Bersih (%) | 11,7 | 29,4 | 11,9 | — | — |
Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas Asia, 30 Juni 2026
Penurunan tajam secara kuartalan (QoQ) mencerminkan pola musiman industri properti, di mana kuartal keempat biasanya menjadi periode pengakuan penjualan tertinggi. Perbandingan yang lebih relevan adalah secara tahunan, di mana pelemahan 13,4% pada laba bersih tetap mencerminkan tantangan permintaan properti yang nyata.
Pendapatan sewa BSDE tumbuh solid 19,8% YoY ke Rp481 miliar dengan margin sewa yang membaik ke 57,1% dari 49,9%, memberikan bantalan pendapatan berulang (recurring income) di tengah siklus penjualan properti yang melambat.
Kesimpulan
BSDE mencatat pelemahan laba 13,4% YoY pada kuartal pertama 2026 akibat penurunan penjualan properti, namun margin yang tetap resilien dan pertumbuhan pendapatan sewa yang solid memberikan sinyal positif terhadap kualitas operasional perseroan. Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rating Buy dengan target harga Rp1.200 per saham, dengan ekspektasi pemulihan laba ke depan didorong akselerasi pengakuan penjualan properti.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Berapa laba bersih BSDE pada kuartal pertama 2026?
BSDE membukukan laba bersih Rp278 miliar pada kuartal pertama 2026,
turun 13,4% secara tahunan dari Rp321 miliar pada periode yang sama
tahun lalu, akibat penurunan penjualan properti.
Mengapa margin kotor BSDE justru membaik meski penjualan properti turun?
Margin kotor membaik ke 66,7% dari 62,8% YoY didukung perbaikan margin
penjualan properti dan margin sewa yang sama-sama menguat, mencerminkan
bauran produk yang lebih menguntungkan dan efisiensi biaya produksi yang
lebih baik meski volume penjualan menurun.
Apa yang menyebabkan penurunan laba bersih lebih dalam dibanding laba operasional?
Penurunan laba operasional hanya 6,7% YoY, namun laba bersih turun lebih
dalam 13,4% YoY akibat kenaikan beban bunga dan penurunan pendapatan
lain-lain — termasuk penurunan signifikan total pendapatan lain-lain
sebesar 454,4% YoY yang mencerminkan basis pembanding tahun lalu yang
tinggi.
Bagaimana kontribusi pendapatan sewa terhadap kinerja BSDE?
Pendapatan sewa tumbuh solid 19,8% YoY ke Rp481 miliar dengan margin
sewa membaik ke 57,1% dari 49,9% YoY. Pertumbuhan ini memberikan
bantalan pendapatan berulang yang membantu menopang profitabilitas di
tengah pelemahan penjualan properti.
Berapa rating dan target harga BSDE dari analis?
Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rating Buy untuk BSDE
dengan target harga Rp1.200 per saham, dengan ekspektasi pemulihan laba
ke depan didorong akselerasi pengakuan penjualan properti pada
kuartal-kuartal berikutnya. Angka ini bukan merupakan rekomendasi
investasi dari Bareksa.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.218,68 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.172,62 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.196,66 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.017,02 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



