BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Harga Obligasi Menarik, Reksa Dana Pendapatan Tetap Layak Dilirik

30 Juni 2026
Tags:
Harga Obligasi Menarik, Reksa Dana Pendapatan Tetap Layak Dilirik
Ilustrasi reksa dana yang dikelola oleh Sinarmas AM. (Shutterstock)

Danamas Stabil mencatat return historis 6,74% dalam 1 tahun terakhir (per 24 Juni 2026)

Bareksa - Kenaikan suku bunga acuan sering kali dianggap sebagai kabar kurang menggembirakan bagi investor obligasi. Dalam dua bulan terakhir, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan BI Rate hingga 100 basis poin (bps) seiring dengan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor acuan ke kisaran 7%-7,2%.

Di tengah kondisi tersebut, pasar obligasi memang mengalami tekanan. Namun bagi investor yang memiliki horizon investasi menengah hingga panjang, situasi saat ini justru layak dicermati lebih dalam. Sebab, ketika harga obligasi turun dan yield meningkat, peluang investasi yang lebih menarik mulai muncul.

Mengapa Kenaikan Suku Bunga Menekan Harga Obligasi?

Obligasi memiliki hubungan yang unik dengan suku bunga. Ketika suku bunga naik, obligasi yang telah diterbitkan sebelumnya dengan kupon lebih rendah menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen baru yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Promo Terbaru di Bareksa

Akibatnya, harga obligasi di pasar sekunder cenderung turun hingga yield-nya kembali kompetitif. Inilah yang menyebabkan pasar obligasi mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Bagi investor yang sudah memiliki obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, kondisi ini dapat menyebabkan kinerja investasi berfluktuasi dalam jangka pendek. Namun dari sudut pandang investor baru, penurunan harga tersebut justru membuka peluang masuk pada valuasi yang lebih menarik.

Yield Naik, Potensi Imbal Hasil Menjadi Lebih Menarik

Kenaikan yield SBN ke kisaran 7%-7,2% menunjukkan bahwa pasar telah melakukan penyesuaian terhadap lingkungan suku bunga yang lebih tinggi.

Bagi investor yang masuk pada level saat ini, yield yang lebih tinggi dapat menjadi fondasi potensi imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan saat pasar obligasi berada di level harga yang lebih mahal. Selain itu, penerbitan obligasi baru juga cenderung menawarkan kupon yang lebih kompetitif dibandingkan periode ketika suku bunga berada pada level yang lebih rendah.

Dengan kata lain, meskipun pasar sedang menghadapi volatilitas, investor baru justru berpeluang memperoleh manfaat dari tingkat imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan beberapa waktu lalu.

Bukan Hanya Kupon, Ada Potensi Kenaikan Harga Obligasi

Salah satu keunggulan investasi obligasi adalah sumber return yang tidak hanya berasal dari kupon.

Ketika investor membeli obligasi atau reksa dana pendapatan tetap pada saat yield tinggi, terdapat peluang memperoleh keuntungan dari dua sisi. Pertama, pendapatan yang berasal dari kupon obligasi. Kedua, potensi kenaikan harga obligasi apabila yield kembali turun di masa mendatang.

Jika tekanan terhadap rupiah mulai mereda dan kondisi ekonomi menjadi lebih stabil, ruang kenaikan suku bunga bisa semakin terbatas. Dalam skenario tersebut, yield obligasi berpotensi turun secara bertahap. Ketika yield turun, harga obligasi umumnya bergerak naik.

Karena itu, banyak investor jangka panjang justru mulai memperhatikan pasar obligasi ketika harga sedang tertekan, bukan ketika harga sudah kembali tinggi.

Mengapa Memilih Reksa Dana Pendapatan Tetap?

Meski peluang di pasar obligasi terlihat menarik, tidak semua investor memiliki waktu maupun kemampuan untuk memilih obligasi secara langsung.

Reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi alternatif karena dana investor dikelola oleh manajer investasi profesional yang memiliki akses dan kemampuan melakukan analisis terhadap berbagai instrumen obligasi.

Selain itu, portofolio reksa dana umumnya terdiversifikasi ke berbagai obligasi pemerintah maupun korporasi sehingga risiko tidak bergantung pada satu penerbit saja. Investor juga dapat berinvestasi dengan modal yang relatif terjangkau dibandingkan membeli obligasi secara langsung.

Karakteristik tersebut membuat reksa dana pendapatan tetap cocok bagi investor dengan profil risiko moderat yang memiliki tujuan investasi jangka menengah hingga panjang.

Memanfaatkan Peluang Melalui Danamas Stabil

Salah satu produk yang dapat dipertimbangkan investor untuk memanfaatkan peluang di pasar obligasi adalah Danamas Stabil dari Sinarmas Asset Management.

Per 24 Juni 2026, Danamas Stabil mencatatkan return sebesar 6,74% dalam setahun berdasarkan data Bareksa. Produk ini berinvestasi pada instrumen pendapatan tetap yang berpotensi memperoleh manfaat dari kondisi pasar obligasi saat ini.

Illustration

Sumber: Bareksa, data per 24 Juni 2026

Dengan pengelolaan profesional dan portofolio yang terdiversifikasi, Danamas Stabil dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin membangun eksposur pada pasar obligasi tanpa harus memilih instrumen secara mandiri.

Kesimpulan

Kenaikan BI Rate memang memberikan tekanan terhadap pasar obligasi dalam jangka pendek. Namun di balik tekanan tersebut, yield obligasi yang lebih tinggi juga menciptakan peluang investasi yang menarik bagi investor baru.

Ketika harga obligasi turun dan yield meningkat, investor berkesempatan masuk pada level yang lebih kompetitif sambil menikmati potensi imbal hasil dari kupon maupun peluang kenaikan harga obligasi di masa depan.

Bagi investor moderat dengan horizon investasi menengah hingga panjang, kondisi pasar saat ini dapat menjadi momentum untuk mulai mempertimbangkan investasi di reksa dana pendapatan tetap seperti Danamas Stabil.

Beli Danamas Stabil

(ADV)

DISCLAIMER

Konten bersponsor. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Pertanyaan Umum

Apa itu Danamas Stabil?

Danamas Stabil adalah reksa dana pendapatan tetap yang dikelola oleh Sinarmas Asset Management. Produk ini mayoritas berinvestasi pada obligasi, terutama obligasi korporasi, dengan tujuan memberikan potensi imbal hasil yang lebih stabil dibanding instrumen pasar uang. Danamas Stabil juga dikenal sebagai salah satu reksa dana pendapatan tetap yang telah lama hadir di Indonesia dengan dana kelolaan besar.

Siapa yang cocok berinvestasi di Danamas Stabil?

Danamas Stabil cocok untuk investor dengan profil risiko moderat hingga konservatif yang mencari potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding deposito, tetapi dengan fluktuasi yang relatif lebih terjaga dibanding reksa dana saham. Produk ini juga dapat dipertimbangkan oleh investor yang memiliki tujuan investasi jangka menengah, seperti dana pendidikan, dana liburan, atau diversifikasi portofolio.

Apa keunggulan Danamas Stabil dibanding reksa dana lain?

Salah satu keunggulan Danamas Stabil adalah rekam jejaknya yang panjang di industri reksa dana Indonesia. Selain itu, produk ini memiliki dana kelolaan besar dan mayoritas berinvestasi pada obligasi korporasi yang cenderung lebih stabil. Pendekatan tersebut membuat Danamas Stabil lebih fokus menjaga konsistensi kinerja dibanding mengejar return agresif jangka pendek.

Apakah Danamas Stabil aman untuk investor pemula?

Sebagai reksa dana pendapatan tetap, Danamas Stabil umumnya memiliki risiko lebih rendah dibanding reksa dana saham, sehingga sering menjadi pilihan investor pemula yang ingin mulai berinvestasi secara bertahap. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, reksa dana tetap memiliki risiko fluktuasi nilai aset bersih (NAB), sehingga investor tetap perlu menyesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

Profil Penulis

Hanum Kusuma Dewi
Hanum Kusuma Dewi

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.218,68

Up0,42%
Up1,09%
Up1,02%
Up6,50%
Up19,75%
Up15,86%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.172,62

Up0,06%
Up1,53%
Up1,51%
Up6,14%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.196,66

Down-0,68%
Up1,02%
Up1,00%
Up6,08%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.017,02

Down-1,83%
Down-2,88%
Down-2,92%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua