BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

IPO RANS: BEI Konfirmasi Free Float 28,85%, Dana untuk Akuisisi Perusahaan Terafiliasi

25 Juni 2026
Tags:
IPO RANS: BEI Konfirmasi Free Float 28,85%, Dana untuk Akuisisi Perusahaan Terafiliasi
Nagita Slavina Mariana Tengker selaku Direktur Utama PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) sedang memasarkan produk kosmetik PT Rans Kosmetika Indonesia dengan merek Slavina. (Dok. Perusahaan)

BEI konfirmasi free float IPO RANS 28,85%, penuhi ketentuan. Cermati pula alokasi dana IPO untuk akuisisi Slavina, perusahaan terafiliasi Direktur Utama RANS.

Bareksa - Dua isu yang ramai diperbincangkan seputar rencana IPO PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) di antaranya soal free float yang dinilai terlalu kecil, dan soal alokasi dana IPO untuk mengakuisisi perusahaan yang terafiliasi.

Masa penawaran awal RANS berlangsung 23–25 Juni 2026 dengan rentang harga Rp135–Rp170 per saham, dan saham diperkirakan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026.

Porsi saham yang dilepas ke publik dalam IPO RANS ialah 20,02% dari total saham mendulang sorotan. Pasalnya, Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 mensyaratkan minimum free float 25% bagi emiten dengan market cap di bawah Rp5 triliun.

Promo Terbaru di Bareksa

Estimasi market cap RANS di kisaran Rp1,70 triliun–Rp2,14 triliun menempatkan Perseroan dalam kategori tersebut, sehingga muncul pertanyaan apakah RANS memenuhi ketentuan yang berlaku.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan klarifikasi resmi. Nyoman menegaskan bahwa dokumen permohonan pencatatan saham RANS telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada 31 Maret 2026.

Dengan demikian, proses evaluasi dilakukan mengacu pada ketentuan yang berlaku saat permohonan diterima, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 Ketetapan 5. Nyoman menjelaskan free float RANS tidak hanya dihitung dari saham yang ditawarkan dalam IPO. Pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float turut diperhitungkan dalam kalkulasi.

Nyoman menyatakan berdasarkan struktur kepemilikan setelah IPO. “Porsi free float Perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85%, sehingga ketentuan free float yang berlaku telah terpenuhi,” ujarnya (24/6).

Ringkasan IPO RANS

Keterangan

Rincian

Kode emiten

RANS

Rentang harga IPO

Rp135 – Rp170 per saham

Saham ditawarkan ke publik (IPO)

2.525.000.000 saham (20,02%)

Total saham dicatatkan

12.609.250.000 saham

Free float setelah IPO (BEI)

~28,85%

Threshold free float aturan baru

25% (market cap <Rp5 triliun)

Perkiraan pencatatan BEI

10 Juli 2026

Sumber: Prospektus Ringkas RANS, 23 Juni 2026; pernyataan BEI

Bagaimana 28,85% Terbentuk?

Berdasarkan penelusuran Bareksa atas struktur kepemilikan dalam prospektus, angka free float 28,85% dapat direkonstruksi sebagai berikut. Pihak yang tidak masuk kriteria free float yakni pengendali dan pihak terafiliasi manajemen adalah Raffi Farid Ahmad selaku pengendali (62,93%), PT Indonesia Entertainmen Grup (7,23%), dan Nagita Slavina Mariana Tengker selaku Direktur Utama (0,99%), dengan total 71,15%.

Sisanya, yaitu saham milik pemegang saham lama yang tidak tergolong afiliasi manajemen ditambah saham publik hasil IPO 20,02%, secara agregat membentuk free float sekitar 28,85%.

Komponen

Persentase

Raffi Farid Ahmad (pengendali)

62,93%

PT Indonesia Entertainmen Grup

7,23%

Nagita Slavina Mariana Tengker (Direktur Utama)

0,99%

Total non-free-float

71,15%

Saham publik IPO

20,02%

Pemegang saham lama yang memenuhi kriteria FF

~8,83%

Total free float

~28,85%

Sumber: Prospektus Ringkas RANS; perhitungan Bareksa.

Metodologi penghitungan 28,85% tidak dirinci lebih lanjut oleh BEI, yakni pemegang saham mana saja yang dikategorikan memenuhi kriteria free float, dan berdasarkan ketentuan mana. Yang menarik dicermati justru adalah komposisi pemegang saham lama RANS sebelum IPO, yang mencakup sejumlah figur strategis dari dunia bisnis dan pemerintahan Indonesia.

Dony Oskaria, yang tercatat memiliki 2,74% saham RANS, saat ini menjabat sebagai COO Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Sutanto Hartono (1,14%) adalah Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Tbk sekaligus CEO Surya Citra Media (SCM), SCTV, dan platform OTT Vidio, alah satu pemimpin industri media dan hiburan paling berpengaruh di Indonesia. Kaesang Pangarep (0,91%), putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dikenal sebagai pengusaha muda yang aktif di berbagai lini bisnis.

Dana IPO untuk Akuisisi Perusahaan Terafiliasi

Isu kedua yang dapat dicermati investor menyangkut alokasi penggunaan dana IPO. Dari total dana yang dihimpun, estimasi Rp341–429 miliar, sekitar 19,8% atau estimasi ~Rp85 miliar dialokasikan untuk akuisisi kepemilikan saham PT Rans Kosmetika Indonesia, yang dikenal dengan merek Slavina.

Yang menjadi perhatian: Slavina merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Nagita Slavina Mariana Tengker. Nagita sendiri saat ini menjabat sebagai Direktur Utama RANS sekaligus tercatat sebagai pemegang saham Perseroan. Dengan demikian, sebagian dana yang dihimpun dari publik melalui IPO akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan yang terafiliasi langsung dengan pemimpin eksekutif Perseroan.

Dalam kerangka regulasi pasar modal Indonesia, transaksi semacam ini tergolong transaksi afiliasi yang diatur dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020. Perseroan wajib mengungkapkan detail transaksi secara penuh, memperoleh fairness opinion dari penilai independen, serta dalam kondisi tertentu meminta persetujuan pemegang saham independen sebelum transaksi dilaksanakan. Rencana akuisisi Slavina telah diungkapkan dalam prospektus sebagai bagian dari rencana penggunaan dana IPO.

Profil Slavina dan Potensi Sinergi

Slavina (PT Rans Kosmetika Indonesia) merupakan lini bisnis kosmetik yang telah berjalan secara komersial sejak 2025 di bawah entitas asosiasi RANS (RAF — PT Rans Ayu Firdaus, kepemilikan 40%). Jika akuisisi terlaksana menggunakan dana IPO, Slavina berpotensi dikonsolidasikan penuh ke dalam ekosistem bisnis RANS sebagai entitas anak.

Slavina mencatat penjualan lebih dari 3 juta pcs produk pada tahun 2025, dengan lini produk mencakup sunscreen, cleanser, toner, essence, moisturizer, ampoule, hair care, shower gel, body scrub, body lotion, dan body mist. Dalam ekosistem RANS, distribusi digital dan basis audiens 155 juta followers dimanfaatkan sebagai platform pemasaran utama produk-produk tersebut — sebuah model yang dikenal sebagai direct-to-consumer berbasis IP.

Alokasi Penggunaan Dana IPO

Persentase

Estimasi (Rp miliar)

Opex penyelenggaraan konser

37,61%

~Rp161 M

Akuisisi Slavina (PT Rans Kosmetika Indonesia)

19,8%

~Rp85 M

Capex Cipungland

18,64%

~Rp80 M

Pengembangan bisnis AI (Feedloop)

8,15%

~Rp35 M

Pelunasan utang BNI

6,98%

~Rp30 M

Setoran modal entitas anak RNS

~8,82%

~Rp38 M

Sumber: Prospektus Ringkas RANS, 23 Juni 2026; perhitungan Bareksa.

Kesimpulan

BEI secara resmi mengonfirmasi bahwa free float IPO RANS mencapai sekitar 28,85%, melampaui threshold 25% yang disyaratkan aturan baru, dan dievaluasi berdasarkan ketentuan yang berlaku saat permohonan diterima sebelum 31 Maret 2026. Di sisi lain, rencana penggunaan sekitar 19,8% dana IPO untuk mengakuisisi Slavina, perusahaan yang terafiliasi dengan Direktur Utama RANS Nagita Slavina merupakan aspek yang perlu dicermati investor dalam kerangka tata kelola dan ketentuan transaksi afiliasi POJK No. 42/2020. Kedua isu ini menjadi latar penting dalam memahami struktur dan tata kelola RANS menjelang pencatatan perdana di BEI pada 10 Juli 2026.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apakah free float IPO RANS sudah memenuhi ketentuan BEI?

Ya. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan free float RANS setelah IPO diperkirakan mencapai sekitar 28,85%, melampaui ambang batas minimum 25% yang disyaratkan Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026. Selain itu, permohonan pencatatan RANS masuk sebelum aturan tersebut berlaku (31 Maret 2026), sehingga evaluasi dilakukan berdasarkan ketentuan lama sesuai Kep-00045/BEI/03-2026 Ketetapan 5.

Mengapa free float RANS bisa 28,85% padahal saham IPO hanya 20,02%?

Karena free float tidak hanya dihitung dari saham yang ditawarkan dalam IPO. Pemegang saham lama yang tidak tergolong pengendali atau afiliasi manajemen — seperti Soultan Ariq Rachman, Dony Oskaria, Sutanto Hartono, Kaesang Pangarep, Hikmat Janika, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi — turut diperhitungkan, sehingga total free float mencapai sekitar 28,85%.

Apa itu transaksi afiliasi dan mengapa akuisisi Slavina dikategorikan sebagai transaksi afiliasi?

Transaksi afiliasi adalah transaksi antara emiten dengan pihak yang memiliki hubungan afiliasi, diatur dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020. Slavina (PT Rans Kosmetika Indonesia) terafiliasi dengan Nagita Slavina Mariana Tengker yang menjabat sebagai Direktur Utama RANS. Transaksi ini wajib disertai pengungkapan penuh, fairness opinion dari penilai independen, dan dalam kondisi tertentu persetujuan pemegang saham independen.

Apa saja produk yang dijual Slavina dan seberapa besar skala bisnisnya?

Slavina menjual produk perawatan kulit dan tubuh, mencakup sunscreen, cleanser, toner, essence, moisturizer, ampoule, hair care, shower gel, body scrub, body lotion, dan body mist. Pada tahun 2025, Slavina mencatat penjualan lebih dari 3 juta pcs produk, dengan distribusi memanfaatkan ekosistem digital RANS yang memiliki lebih dari 155 juta followers.

Kapan saham RANS mulai bisa diperdagangkan di BEI?

Masa penawaran umum RANS dijadwalkan berlangsung 2–8 Juli 2026 melalui sistem e-IPO (www.e-ipo.co.id). Distribusi saham secara elektronik diperkirakan pada 9 Juli 2026, dan saham mulai dicatatkan serta diperdagangkan di BEI pada 10 Juli 2026.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.215,51

Up0,09%
Up0,92%
Up0,75%
Up6,28%
Up19,44%
Up13,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.172,46

Up0,24%
Up1,59%
Up1,49%
Up6,14%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,91

Down-0,70%
Up1,03%
Up0,94%
Up6,04%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.018,64

Down-1,74%
Down-2,54%
Down-2,76%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua