BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

BSDE Catat Prapenjualan Rp2,54 Triliun di Q1 2026, Tumbuh 5% YoY

Abdul Malik04 Mei 2026
Tags:
BSDE Catat Prapenjualan Rp2,54 Triliun di Q1 2026, Tumbuh 5% YoY
Sejumlah bangunan apartemen di Serpong, Banten yang dikembangkan oleh developer PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), anak usaha Grup Sinarmas yang diliat dari atas pada 20 Juli 2019. (Shutterstock/Akhmad Dody Firmansyah)

BSDE bukukan prapenjualan Rp2,54 triliun Q1 2026, tumbuh 5% YoY. Simak kontribusi segmen dan prospek target Rp10 triliun.

Bareksa - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat prapenjualan Rp2,54 triliun pada Kuartal I 2026. Informasi ini penting karena mencerminkan daya tahan permintaan properti dan progres terhadap target tahunan.

Berdasarkan siaran pers 4 Mei 2026, capaian tersebut setara 25% dari target prapenjualan 2026 sebesar Rp10 triliun. Secara tahunan, angka ini tumbuh 5% dibanding Rp2,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi perhatian karena menunjukkan permintaan yang relatif stabil.

Kontributor terbesar berasal dari segmen residensial sebesar Rp1,23 triliun atau 49%. Segmen komersial menyumbang Rp944,14 miliar (37%), sementara lainnya Rp364,39 miliar (14%). Komposisi ini mencerminkan dominasi hunian sebagai pendorong utama penjualan. BSDE merupakan emiten sektor properti dan real estate.

Promo Terbaru di Bareksa

Kontribusi Segmen dan Prospek

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyatakan permintaan properti residensial masih cukup resilien. Hal ini didukung kebutuhan hunian dan kepercayaan konsumen terhadap kawasan terintegrasi seperti BSD City. Strategi produk dan pemasaran adaptif dinilai menjadi faktor kunci.

Secara geografis, BSD City menyumbang sekitar 71% dari total prapenjualan. Proyek-proyek seperti Nava Park, Hiera, hingga peluncuran klaster baru Izzi turut mendorong penjualan. Selain itu, proyek di Bekasi, Cibubur, dan Balikpapan juga memberikan kontribusi tambahan.

Ke depan, perseroan melihat peluang tetap terbuka seiring potensi stabilisasi suku bunga dan insentif pemerintah. BSDE optimistis mencapai target Rp10 triliun dengan strategi peluncuran produk yang prudent. Program pemasaran nasional juga menjadi pendorong momentum penjualan.

Ringkasan Kinerja BSDE Q1 2026

Keterangan
Nilai

Prapenjualan Q1 2026

Rp2,54 triliun

Target FY2026

Rp10 triliun

Pencapaian target

25%

Pertumbuhan YoY

5%

Sumber: BSDE, diolah

Kontribusi Segmen

Segmen
Nilai
Kontribusi

Residensial

Rp1,23 triliun

49%

Komersial

Rp944,14 miliar

37%

Lainnya

Rp364,39 miliar

14%

Sumber: BSDE, diolah

Highlight Operasional

  • BSD City kontribusi ~71% dari total penjualan

  • Ruko dominan di segmen komersial

  • Apartemen didukung proyek di Jakarta & BSD

  • Didukung peluncuran klaster baru

Dampak ke Investor

  • Mencerminkan permintaan properti yang stabil

  • Menjadi indikator awal pencapaian target tahunan

  • Menunjukkan kekuatan proyek township terintegrasi

Kesimpulan

Kinerja prapenjualan BSDE pada awal 2026 mencerminkan permintaan properti yang relatif terjaga. Pencapaian 25% target dalam satu kuartal menjadi indikator awal yang positif. Ke depan, faktor suku bunga dan daya beli masyarakat akan menjadi perhatian. Strategi produk dan pemasaran berpotensi menentukan keberlanjutan pertumbuhan penjualan.

FAQ

1. Berapa prapenjualan BSDE Q1 2026?
Rp2,54 triliun.

2. Apakah prapenjualan BSDE tumbuh?
Ya, naik sekitar 5% secara tahunan.

3. Segmen apa yang paling dominan?
Residensial dengan kontribusi 49%.

4. Berapa target BSDE tahun 2026?
Rp10 triliun prapenjualan.

5. Apa pendorong utama kinerja?
Permintaan hunian dan proyek township terintegrasi seperti BSD City.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.211,4

Up0,53%
Up1,60%
Up0,41%
Up7,45%
Up20,17%
Up14,19%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.201,04

Up0,44%
Up2,24%
Up1,37%
Up7,82%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,41

Up0,61%
Up2,19%
Up1,40%
Up7,61%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.049,7

Up0,40%
Up2,41%
Up0,20%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua